Laporan Palsu Apakah termasuk Tindak Pidana?

Ilustrasi Hukum. DAMIEN MEYER/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan selebritas Baim Wong dan Paula Verhoeven membuat laporan palsu kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT ke Polsek Kebayoran Lama, pada Sabtu, 1 Oktober 2022. Baim dan Paula sengaja berpura-pura untuk membuat konten atau prank

Baim Wong dan Paula Verhoeven meminta maaf atas konten prank KDRT ke polisi, Senin, 3 Oktober 2022. Foto: Instagram Baim Wong.

Apa itu laporan palsu?

Mengutip dari publikasi Tinjauan Umum Mengenai Tindak Pidana Laporan Palsu, laporan palsu mengandung unsur ketakbenaran suatu objek yang tampak dari luar seolah-olah benar adanya padahal sesungguhnya bertentangan.

Orang yang bisa disangkakan dengan pasal laporan palsu, yaitu:

1. Orang yang melakukan

Seseorang yang sendirian telah berbuat mewujudkan segala elemen dari tindak pidana laporan palsu.

2. Orang yang menyuruh melakukan

Orang yang menyuruh dan yang disuruh. Orang yang disuruh ini akan tetap dihukum dan dipandang melakukan sendiri tindak pidana laporan palsu.

3. Orang yang turut melakukan

Seseorang yang sama-sama melakukan tindak pidana laporan palsu.

4. Orang yang dengan pemberian

Salah memakai kekuasaan, orang yang menganjurkan atau membantu melakukan tindak pidana.

Unsur yang harus dipenuhi pada klasifikasi ini adalah orang tersebut harus sengaja menganjurkan orang lain, sedangkan penganjurnya harus memakai salah satu pilihan yang ditawarkan oleh orang yang menganjurkannya.

Merujuk artikel Pahami Tindak Pidana Laporan Palsu, laporan palsu bentuk penyampaian berita, keterangan, maupun pemberitahuan yang tidak benar suatu kejadian.Secara tersirat laporan palsu terdapat di dalam ketentuan Pasal 220 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, yang berbunyi:

Barang siapa memberitahukan atau mengadukan bahwa telah dilakukan suatu perbuatan pidana, padahal mengetahui bahwa itu tidak dilakukan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.

Di dalam pasal itu terdapat beberapa unsur-unsur yang bisa mengancam seseorang melakukan tindak pidana laporan palsu, antara lain:

  • Adanya subjek hukum atau orang yang melakukan.
  • Melakukan perbuatan berupa memberitahukan atau mengadukan suatu perbuatan pidana.
  • Perbuatan pidana yang diberitahukan atau diadukan diketahui tidak dilakukan atau tak terjadi.

Mengutip dari buku KUHP dan KUHAP Dilengkapi Yurisprudensi Mahkamah Agung dan Hoge Raad, syarat dari tindak pidana laporan palsu, yaitu:

  • Suatu ketentuan undang-undang yang menghendaki  keterangan di bawah sumpah atau yang mempunyai akibat-akibat hukum.
  • Pemberian keterangan palsu dan kesengajaannya ditujukan kepada kepalsuannya itu.

Berdasarkan Pasal 55 KUHP Ayat (1), terdapat beberapa orang yang bisa diancam dengan tindak pidana laporan palsu. Pasal itu berbunyi:

Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan;

Mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.

Baca: Baim Wong dan Paula Verhoeven Disomasi Atas Video Prank Laporan Palsu KDRT ke Polisi

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Kasus Prank KDRT Baim Wong dan Paula Verhoeven Naik ke Penyidikan

1 jam lalu

Kasus Prank KDRT Baim Wong dan Paula Verhoeven Naik ke Penyidikan

Polisi bakal memeriksa pelapor dalam kasus laporan palsu KDRT untuk konten prank YouTube Baim Wong dan Paula Verhoeven itu.


Risih Jadi Sorotan Media Usai KDRT Terhadap Lesti Kejora, Rizky Billar: Kentut Saja Saya Salah

2 hari lalu

Risih Jadi Sorotan Media Usai KDRT Terhadap Lesti Kejora, Rizky Billar: Kentut Saja Saya Salah

Tiga hari lalu, Rizky Billar mengakhiri puasa bermain di media sosial dengan menyitir kalimat penyair Yunani, Aesopus agar melihat dari dua sisi.


Agensi Arawinda Tuduh Amanda Zahra Lakukan KDRT, Chicco Jerikho Didesak Muncul

4 hari lalu

Agensi Arawinda Tuduh Amanda Zahra Lakukan KDRT, Chicco Jerikho Didesak Muncul

Chicco Jerikho dihujat karena dianggap telah membela Arawinda dan tidak memikirkan kondisi Amanda Zahra serta putranya.


Dugaan Pencucian Uang Ferdy Sambo, Apa Itu TPPU?

10 hari lalu

Dugaan Pencucian Uang Ferdy Sambo, Apa Itu TPPU?

Ferdy Sambo dinilai bisa dijerat masalah dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)


Kasus Konten Prank KDRT Baim Wong Masih Berlanjut, Polisi Periksa Pelapor

25 hari lalu

Kasus Konten Prank KDRT Baim Wong Masih Berlanjut, Polisi Periksa Pelapor

Polres Jakarta Selatan memeriksa pelapor Baim Wong dalam perkara konten prank laporan polisi soal KDRT pada 1 Oktober 2022 di Polsek Kebayoran Baru.


Jumlah Perempuan dan Anak Korban KDRT Melonjak, Satpol PP: Tugas Kami Melindungi

26 hari lalu

Jumlah Perempuan dan Anak Korban KDRT Melonjak, Satpol PP: Tugas Kami Melindungi

Satpol PP Jakarta Barat menyatakan siap mendampingi para perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.


Kasus KDRT di Depok Melonjak, Psikolog: Sudah Waktunya Kita Intervensi

26 hari lalu

Kasus KDRT di Depok Melonjak, Psikolog: Sudah Waktunya Kita Intervensi

Psikolog Putri Langka mengatakan masalah KDRT ini perlu menjadi perhatian khusus pemerintah agar tidak dianggap sepele.


Kasus KDRT Terjadi Lagi di Depok, Suami Tabrak dan Tusuk Istrinya

27 hari lalu

Kasus KDRT Terjadi Lagi di Depok, Suami Tabrak dan Tusuk Istrinya

Suami pelaku KDRT terhadap istrinya di Jalan H. Kinan, Bedahan, Depok itu kini kabur dan dalam pengejaran Polres Metro Depok.


Pengakuan Pelaku Pemukulan Istri: Kesal Utang ke Bank Tidak Dibayar Selama 9 Bulan

27 hari lalu

Pengakuan Pelaku Pemukulan Istri: Kesal Utang ke Bank Tidak Dibayar Selama 9 Bulan

MS alias Madun, 33 tahun, pelaku pemukulan istri di depan anaknya, mengaku melakukan perbuatan itu karena merasa emosi atas ulah keluarga dari sang istri.


Kasus Ayah Bunuh Anak di Depok, Komnas Perempuan: Kekerasan Gender Esktrem

29 hari lalu

Kasus Ayah Bunuh Anak di Depok, Komnas Perempuan: Kekerasan Gender Esktrem

Kasus ayah bunuh anak dan bacok istri di Depok, Jawa Barat, dinilai Komnas Perempuan sebagai bentuk kekerasan berbasis gender yang ekstrem.