Pengacara Keluarga Brigadir J Sebut Ucapan Maaf Ferdy Sambo Tak Tulus

Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak saat tiba di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Jalan Duren Tiga Barat, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta, Selasa 30 Agustus 2022. Kamaruddin hadir karena Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memang meminta kasus ini transparan, termasuk membuka proses rekonstruksi. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo menyatakan permintaan maafnya kepada keluarga Yosua sesaat sebelum dia dibawa kembali ke Mako Brimob setelah pelimpahan berkas di Kejaksaan Agung kemarin.

Menanggapi hal tersebut, pengacara keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan pernyataan Sambo itu tidak tulus. Meski hal itu positif, namun Kamaruddin melihat permintaan maaf bekas atasan Brigadir J itu tidak berasal dari lubuk hati terdalamnya.

"Minta maaf itu hal yang positif, tetapi harus dari lubuk hati yang paling dalam. Saya perhatikan minta maafnya itu belum tulus secara materiil hanya tulus sebagai formal," kata Kamaruddin saat dihubungi pada Kamis, 6 Oktober 2022.

Alasan Kamaruddin menyebut Sambo tak tulus dalam menyatakan maafnya adalah karena eks Kadiv Propam Polri itu masih menyebut istrinya, Putri Candrawathi tidak bersalah dan korban. Ungkapan itu menurut dia adalah salah karena Putri diduga turut melakukan rekayasa pembunuhan ini.

"Jadi, Ibu Putri Candrawathi itu bukan korban, dia pelaku. Pelaku pembunuhan berencana, obstruction of justice, dan penyebaran hoaks," ujarnya.

Baca juga: Ferdy Sambo: Istri Saya Tidak Bersalah, Justru Jadi Korban

Diketahui Ferdy Sambo saat keluar dari Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI pada Rabu 5 Oktober 2022 lalu, sempat mengucapkan permintaan maaf kepada keularga Yosua sebelum dirinya dibawa petugas menuju kendaraan taktis.

"Saya minta maaf. Saya siap menjalani proses hukum, istri saya tidak bersalah, tidak melakukan apa-apa dan justru menjadi korban," kata Sambo yang saat itu telah mengenakan rompi merah tahanan Kejaksaan Agung.

Dia pun mengaku menyesal. "Saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak- pihak yang sudah terdampak atas perbuatan saya termasuk bapak dan ibu dari Josua," kata Sambo.

Ini merupakan pertama kalinya Ferdy Sambo mengucapkan permintaan maaf kepada keluarga Brigadir Yosua. Ibu Yosua, Rosti Hutabarat, sempat mengucapkan kekecewaannya kepada Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi karena belum juga meminta maaf kepada pihak keluarga.

Baca juga: Kejaksaan Agung Periksa Rutin Kesehatan Putri Candrawathi Selama Ditahan

 

 






LPSK Layangkan Surat Rekomendasi ke Jaksa agar Tuntutan Bharada E Diringankan

8 jam lalu

LPSK Layangkan Surat Rekomendasi ke Jaksa agar Tuntutan Bharada E Diringankan

LPSK mengirimkan surat rekomendasi kepada Kejaksaan Agung agar penuntut umum menuntut ringan Bharada E atau Richard Eliezer.


Eksklusif Pengakuan Putri Candrawathi, Mengampuni Setelah Yosua Melecehkannya

10 jam lalu

Eksklusif Pengakuan Putri Candrawathi, Mengampuni Setelah Yosua Melecehkannya

Sebelum pernyataan mengampuni dan meminta Brigadir J resign, Putri Candrawathi menceritakan tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan Yosua.


Eksklusif Pengakuan Konfrontir: Ferdy Sambo Perintahkan Ajudannya Pindahkan SIM Card ke iPhone

13 jam lalu

Eksklusif Pengakuan Konfrontir: Ferdy Sambo Perintahkan Ajudannya Pindahkan SIM Card ke iPhone

Di lantai dua rumah itu, Ferdy Sambo menyodorkan amplop putih berisi uang kepada ketiga terdakwa.


Eksklusif Pengakuan Putri Candrawathi, Minta Yosua Resign setelah Melecehkannya

14 jam lalu

Eksklusif Pengakuan Putri Candrawathi, Minta Yosua Resign setelah Melecehkannya

Setelah Ricky dan Yosua naik ke kamar di lantai 2, kata Putri Candrawathi, dia menenangkan Yosua agar tidak terjadi keributan.


Eksklusif Pengakuan Putri Candrawathi soal Peristiwa Magelang: Kejam Kamu Yos!

15 jam lalu

Eksklusif Pengakuan Putri Candrawathi soal Peristiwa Magelang: Kejam Kamu Yos!

Sejurus kemudian, menurut Putri Candrawathi, terjadilah adegan-adegan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J.


Eksklusif: Misteri Noda Darah di Kasur Kamar Putri Candrawathi

16 jam lalu

Eksklusif: Misteri Noda Darah di Kasur Kamar Putri Candrawathi

Dari olah tempat kejadian perkara, ditemukan adanya noda darah di kamar utama. Padahal Putri Candrawathi tidak sedang menstruasi.


Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

1 hari lalu

Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

Hotman Paris sempat mengatakan sabu 5 kg yang disebut ditukar tawas oleh Teddy Minahasa masih ada dan disimpan kejaksaan


Sidang Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Pekan Depan, Ini Jadwalnya

1 hari lalu

Sidang Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Pekan Depan, Ini Jadwalnya

Sidang kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice dengan terdakwa Ferdy Sambo cs kembali digelar pekan depan.


Kasus Brigadir J, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Ketua RT Kompleks Duren Tiga Secara Daring

1 hari lalu

Kasus Brigadir J, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Ketua RT Kompleks Duren Tiga Secara Daring

Majelis hakim memerintahkan JPU menghadirkan Ketua RT 5 Kompleks Polri Duren Tiga, yakni Seno Sukarto pada sidang perintangan penyidikan kasus Brigadir J


Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

1 hari lalu

Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi mengungkapkan pernyataan Richard Eliezer atau Bharada E soal wanita menangis di rumah Ferdy Sambo adalah jujur.