Kapolri Iming-Imingi Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Jadi Polisi, Ini Kata Pengamat

Menpora Zainudin Amali (tengah) bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan) dan Ketua PSSI Mochamad Iriawan (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau Stadion Kanjuruhan, Malang, jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022. ANTARA/Zabur Karuru

TEMPO.CO, Jakarta -  Pengamat Kepolisian, Bambang Rukminto mengkritik langkah Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo yang menjanjikan anak korban Tragedi Kanjuruhan untuk menjadi polisi. Langkah Listyo Sigit itu dinilainya kurang mendidik dan tidak proporsional.

Bambang menyatakan langkah tersebut tidak proporsional karena momennya tidak tepat. Pasalnya, keluarga korban masih dirundung duka. Selain itu, Peneliti dari Institute for Security and Strategic Studies (ISeSS) ini juga menilai cara tersebut juga tidak tepat karena Polri adalah penegak hukum, bukan lembaga sosial.

"Tidak proporsional, karena tidak tepat waktu dan tempat. Kemarin itu masih suasana duka. Tugas polisi itu melakukan penegakan hukum, bukan lembaga sosial. Jadi lebih baik Kapolri fokus pada penyelidikan dan segera menetapkan siapa yang bersalah dan bertanggung jawab," kata Bambang saat dihubungi Kamis 6 Oktober 2022.

Langkah Kapolri dinilai tidak mendidik

Langkah itu pun dinilai Bambang kurang mendidik karena perekrutan Polisi semestinya dilakukan dengan tidak didasari rasa belas kasihan semata. Ia mengungkapkan perekrutan Polisi semestinya dilakukan dengan profesional.

"Tidak mendidik, karena penerimaan calon anggota Polri juga harus profesional berdasar kompetensi dan kualitas calon," ujarnya.

Baca: Investigasi Komnas HAM Soal Tragedi Kanjuruhan: Gas Air Mata Membuat Panik

Menurut dia, anak yang orang tuanya jadi korban Tragedi Kanjuruhan itu belum tentu memiliki kualitas atau kompetensi untuk menjadi Polisi. Langsung menjadikan anak tersebut menjadi polisi, menurut Bambang, bisa jadi akan menjadi beban Polri ke depannya.

"Berapa anak yang orang tuanya jadi korban? Apakah dalam perjalanannya nanti semua memiliki kualitas dan kompetensi? Rekruitmen tanpa melihat kualitas dan kompetensi hanya akan membuat beban organisasi Polri," ujarnya.

Selain itu, janji Listyo Sigit itu juga belum tentu nantinya akan terwujud. Menurut Bambang, pengganti Listyo sebagai Kapolri belum tentu memiliki pandanga yang sama dengan dia soal masalah ini. Karena itu, dia menilai hal ini bisa menjadi masalah di internal Polri. 

"Janji itu akan dibayar kapan? Jenderal Listyo cepat atau lambat pasti pensiun. Pejabat berikutnya pasti punya kebijakan tersendiri. Apakah janji Kapolri itu akan bisa dipastikan bila anak korban masih berumur 5 tahun? Artinya baru 12 tahun lagi janji itu akan dilunasi,"

Selanjutnya, Kapolri diminta fokus mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan






Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

8 jam lalu

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK membawa sejumlah alat bukti.


Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK Soal Tambang Batu Bara Ilegal Ismail Bolong

9 jam lalu

Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK Soal Tambang Batu Bara Ilegal Ismail Bolong

Kelompok yang menamakan dirinya sebagai Koalisi Solidaritas Pemuda Mahasiswa melaporkan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK.


Ferdy Sambo Sempat Minta Richard Eliezer Berbohong ke Kapolri

9 jam lalu

Ferdy Sambo Sempat Minta Richard Eliezer Berbohong ke Kapolri

Richard Eliezer mengaku sebelum bertemu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dia bertemu Ferdy Sambo. Di situ dia diminta tetap ikuti skenario.


Polisi: Kuasa Hukum Sebut Ismail Bolong Sedang Kurang Sehat

13 jam lalu

Polisi: Kuasa Hukum Sebut Ismail Bolong Sedang Kurang Sehat

Bareskrim Polri masih menanti kehadiran Ismail Bolong untuk pemeriksaan dugaan tambang ilegal. Kuasa hukum Ismail sebut kliennya kurang sehat.


Jenazah Korban Ketiga Kecelakaan Helikopter P-1103 Milik Polri Ditemukan Nelayan

14 jam lalu

Jenazah Korban Ketiga Kecelakaan Helikopter P-1103 Milik Polri Ditemukan Nelayan

Satu korban kecelakaan helikopter P-1103 milik Baharkam Polri kembali ditemukan pada Selasa tengah malam kemarin. Tinggal satu korban masih dicari.


Kapolri Serahkan Dua Jenazah Korban Kecelakaan Helikopter Polairud P-1103 ke Keluarga

16 jam lalu

Kapolri Serahkan Dua Jenazah Korban Kecelakaan Helikopter Polairud P-1103 ke Keluarga

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerahkan dua jenazah korban kecelakaan helikopter Polairud yang terjadi pada Ahad lalu di Belitung Timur.


PT LIB Masih Optimistis Putaran Pertama Liga 1 Tuntas Desember 2022

1 hari lalu

PT LIB Masih Optimistis Putaran Pertama Liga 1 Tuntas Desember 2022

Direktur PT LIB Ferry Paulus mengatakan pihaknya tetap optimistis putaran pertama Liga 1 musim 2022-2023 tuntas pada Desember 2022.


Rakor Pengamanan Liga 1, Polri: Syarat Perizinan Ketat

1 hari lalu

Rakor Pengamanan Liga 1, Polri: Syarat Perizinan Ketat

Mabes Polri menggelar rapat koordinasi dengan PSSI dan PT LIB membahas kelanjutan kompetisi Liga 1.


PT LIB Sebut Kelanjutan Liga 1 Menunggu Verifikasi Stadion

1 hari lalu

PT LIB Sebut Kelanjutan Liga 1 Menunggu Verifikasi Stadion

PT LIB menyatakan sudah ada 5 stadion yang sedang dilakukan verifikasi untuk kelanjutan kompetisi Liga 1.


Persija Jakarta Incar Stadion GBK Jadi Home Base di Putaran II Liga 1

1 hari lalu

Persija Jakarta Incar Stadion GBK Jadi Home Base di Putaran II Liga 1

Persija Jakarta ingin Stadion Gelora Bung Karno menjadi markas jika kompetisi Liga 1 kembali bergulir.