Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Akui Jual Tiket Melebihi Rekomendasi Polisi

Reporter

Editor

Febriyan

Sekelompok suporter klub Arema atau Aremania menaburkan bunga sebagai tanda berduka atas tragedi tewasnya 130 orang dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, setelah Arema FC dikalahkan tim tamu Persebaya Surabaya dengan skor 2-3, Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Korban tewas akibat sesak nafas dan berdesak-desakan karena berusaha keluar dari stadion serta gas air mata. TEMPO/Abdi Purmono

TEMPO.CO, Jakarta - Hasil investigasi PSSI dalam Tragedi Kanjuruhan menemukan bahwa Arema FC memang menjual tiket melebihi rekomendasi awal pihak kepolisian. Anggot tim investigasi Ahmad Riyadh menyatakan bahwa rekomendasi dari kepolisian diberikan setelah tiket terjual habis. 

Ahmad menyatakan, jumlah tiket yang dijual Arema FC saat itu adalah 42 ribu, sesuai dengan kapasitas maksimal Stadion Kanjuruhan. Padahal, surat rekomendasi izin keramaian dari Polda Jawa Timur menyebutkan bahwa panitia harus membatasi penjualan tiket hanya 75 persen dari kapasitas maksimal stadion. 

Panpel, kepada tim investigasi PSSI, menyatakan tak bisa melaksanakan rekomendasi itu karena tiket terlanjur terjual habis. Rekomendasi itu diberikan pada 29 September 2022 atau dua hari menjelang pertandingan. 

"Akhirnya dilakukan koordinasi. Dari hasil rapat, jumlah personel keamanan ditambah," tutur Ahmad di Malang, Jawa Timur, Selasa, 4 Oktober 2022.

Jumlah penonton yang hadir tak diketahui secara pasti

Soal berapa penonton yang hadir dalam stadion saat pertandingan, Ahmad menyatakan bahwa panpel Arema FC tak memiliki catatan pasti. Menurut Ahmad, jumlah penonton di Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu tidak jelas lantaran di tribun selain VIP belum ada single seat atau kursi tunggal.

"Sehingga tidak terukur kepastian banyaknya penonton," ujar dia. "Inilah yang membuat ada yang menyebutkan jumlah penonton 40 ribu, ada juga yang 45 ribu." 

Hal ini melanggar Regulasi Keselamatan dan Keamanan PSSI. Dalam Pasal 43 regulasi tersebut tertulis bahwa panpel wajib membuat sistem penghitungan jumlah penonton. Bahkan, Panpel harus memiliki laporan berkala setiap lima belas menit sejak gerbang stadion dibuka. 

Berikut aturannya: 

1. Panpel wajib membuat sistem penghitungan jumlah penonton yang telah memasuki danhadir di Stadion.
2. Informasi jumlah penonton di dalam Stadion harus diperbarui secara berkala setiap lima belas (15) menit sejak gerbang Stadion dibuka hingga kick-off plus tiga puluh (30) menit, dilaporkan kepada petugas keselamatan dan keamanan (safety & security officer) dan/atau Pengawas Pertandingan (match commissioner).

Selanjutnya, surat menyurat antara polisi, panpel dan PT LIB






Berita Liga 1: Aji Santoso Minta Manajemen Persebaya Surabaya Rekrut George Brown

7 menit lalu

Berita Liga 1: Aji Santoso Minta Manajemen Persebaya Surabaya Rekrut George Brown

Pelatih klub Liga 1, Persebaya Surabaya, Aji Santoso, telah meminta manajemen klubnya untuk segera mengikat pemain muda George Brown..


Soal Kelanjutan Liga 1, Menpora Sebut Butuh Keselarasan Soal Keamanan Lebih Dulu

43 menit lalu

Soal Kelanjutan Liga 1, Menpora Sebut Butuh Keselarasan Soal Keamanan Lebih Dulu

Sejak tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu, kompetisi sepak bola di Indonesia, termasuk Liga 1, dihentikan dan belum ada kepastian kelanjutannya.


Pelatih Bali United Sebut Sistem Bubble Tak Ideal untuk Kelanjutan Liga 1

11 jam lalu

Pelatih Bali United Sebut Sistem Bubble Tak Ideal untuk Kelanjutan Liga 1

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, berharap agar kompetisi Liga 1 kembali bergulir.


Persib Bandung Tekuk Persikabo, Milla Lihat Perkembangan Positif, Djanur Akan Evaluasi

11 jam lalu

Persib Bandung Tekuk Persikabo, Milla Lihat Perkembangan Positif, Djanur Akan Evaluasi

Persib Bandung menang 3-1 atas sesama klub Liga 1 Indonesia Persikabo 1973 pada laga uji coba.


Timnas U-20 Kembali Gelar Pemusatan Latihan pada Januari 2023

1 hari lalu

Timnas U-20 Kembali Gelar Pemusatan Latihan pada Januari 2023

Timnas U-20 Indonesia akan menjalani pemusatan latihan lanjutan sebagai persiapan menuju Piala Asia U-20 dan Piala Dunia U-20 2023.


Soal Peluang Buka Kembali Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Belum Diputuskan

1 hari lalu

Soal Peluang Buka Kembali Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Belum Diputuskan

Komnas HAM akan menggelar rapat komisioner bulan depan untuk menentukan apakah akan membuka kembali investigasi Tragedi Kanjuruhan atau tidak.


Program Latihan di Eropa Selesai, Pemain Timnas U-20 Pulang ke Klub

2 hari lalu

Program Latihan di Eropa Selesai, Pemain Timnas U-20 Pulang ke Klub

Para pemain Timnas U-20 sudah menjalani program latihan di Eropa selama dua bulan. Sebagian besar pemain pulang ke klub.


Witan Sulaeman Bakal Terlambat Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2022

2 hari lalu

Witan Sulaeman Bakal Terlambat Gabung Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2022

PSSI akan mengakomodasi kepentingan pemain dan klub untuk bergabung di Timnas Indonesia yang akan main di Piala AFF 2022.


IPW Minta Kapolri Tak Keluarkan Izin Pertandingan Liga 1 Sebelum Ada KLB PSSI

2 hari lalu

IPW Minta Kapolri Tak Keluarkan Izin Pertandingan Liga 1 Sebelum Ada KLB PSSI

IPW berharap Kapolri patuh terhadap Peraturan Polri yang mengatur tentang sepak bola atau kompetisi Liga 1.


PSSI Ingin Jadi Anggota Komite Eksekutif AFC

2 hari lalu

PSSI Ingin Jadi Anggota Komite Eksekutif AFC

PSSI ingin ada orang Indonesia yang menjadi petinggi di konfederasi sepak bola Asia atau AFC