Kompolnas Sebut Kapolres Malang Tak Perintahkan Penggunaan Gas Air Mata di Kanjuruhan

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Sejumlah alas kaki berserakan pascakerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Senin, 3 Oktober 2022. Sampah hingga sejumlah alas kaki terlihat di tribun penonton pascakerusuhan. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

TEMPO.CO, Jakarta -  Kapolres Malang nonaktif Ajun Komisaris Besar Ferli Hidayat mengaku tidak memerintahkan secara langsung kepada anggotanya untuk melepaskan tembakan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pernyataan Ferli itu diungkap oleh anggota Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas Albertus Wahyurudhanto yang mengatakan telah melakukan konfirmasi langsung kepada Ferli soal penggunaan gas air mata untuk mengurai massa.

"Tidak ada perintah dari Kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan tindakan excessive dengan gas air mata, tidak ada," ucap Wahyu.

Wahyu menjelaskan, Kapolres Malang nonaktif telah menjalankan tugasnya secara prosedural, dimana sudah ada tindakan antisipasi dengan memberikan arahan langsung kepada para personel yang bertugas saat apel sebelum pertandingan.

Menurutnya, tindakan pencegahan itu sudah disiapkan oleh Kapolres Malang nonaktif sebelum laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang tersebut dilaksanakan.

"Sudah disampaikan pada saat apel lima jam sebelumnya. Jadi ini memang kami melihat ada tindakan preventif yang sudah dilakukan, dari internal kepolisian, kapolres melihat secara prosedural sudah dijalankan," ujarnya.

Adapun soal pintu yang terkunci, Wahyu mengatakan Ferli tidak mengunci dan menutup pintu keluar dari Stadion Kanjuruhan.

"Sudah kami konfirmasi Kapolres, bahwa tidak ada perintah untuk menutup pintu. Sehingga harapannya memang 15 menit (sebelum pertandingan usai) itu dibuka, tetapi tidak diketahui mengapa ada pintu terkunci," katanya.

Seorang pendukung Arema FC Eko Arianto kepada Tempo mengungkapkan jika pintu keluar Stadion Kanjuruhan tertutup usai pertandingan.

Pria 29 tahun itu mengisahkan, saat Tragedi Kanjuruhan pecah, dia tengah berada di luar stadion. Setelah peluit panjang dibunyikan, dia mendengar lima tembakan gas air mata. 

Tiba-tiba, dia mendengar suara jeritan dan orang menggedor di pintu 10. “Terdengar banyak yang menggedor dan menjerit,” katanya.

Eko mengatakan berhasil masuk ke dalam stadion dan menolong korban. Dia melihat di sana sudah seperti kuburan massal.

Tragedi Kanjuruhan pecah setelah pertandingan Arema FC versus Persebaya usai. Para penggemar Arema kemudian menuju lapangan, namun polisi memukul mundur mereka.

Tembakan gas air mata juga diarahkan ke tribun penonton yang mengakibatkan penoton berlarian panik keluar.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang Ajun Komisaris Besar Ferli Hidayat imbas dari tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan suporter Arema FC.

"Malam ini Bapak Kapolri mengambil keputusan menonaktifkan dan mengganti Kapolres Malang," kata Kadivhumas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Senin, 3 Oktober 2022. 

Baca juga: 2 Polisi Korban Tragedi Kanjuruhan Dapat Kenaikan Pangkat






Telusuri Kasus Ismail Bolong, Kompolnas Akan Temui 3 Jenderal Ini

8 hari lalu

Telusuri Kasus Ismail Bolong, Kompolnas Akan Temui 3 Jenderal Ini

Kompolnas akan menemui Kapolri, Irwasum dan Kadiv Propam untuk mengklarifikasi masalah Ismail Bolong.


Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Lampiaskan Kekesalannya di Mabes Polri

11 hari lalu

Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Lampiaskan Kekesalannya di Mabes Polri

Seroang pria yang putrinya menjadi korban Tragedi Kanjuruhan melampiaskan kekesalannya kepada aparat di depan Mabes Polri.


Top Nasional: Spanduk Tolak Kedatangan Anies Dicopoti Petugas, Kompolnas Komentari Kasus Casis Polwan

13 hari lalu

Top Nasional: Spanduk Tolak Kedatangan Anies Dicopoti Petugas, Kompolnas Komentari Kasus Casis Polwan

Spanduk liar yang bertebaran bersamaan kedatangan Anies Baswedan ke Yogyakarta Rabu 16 November 2022, dicopoti jajaran petugas keamanan Kecamatan


Kompolnas Harap Ada Pembelajaran di Kasus Anak Petani Sempat Digagalkan Jadi Casis Bintara Polri

14 hari lalu

Kompolnas Harap Ada Pembelajaran di Kasus Anak Petani Sempat Digagalkan Jadi Casis Bintara Polri

Kompolnas mengapresiasi Polri yang kembali meloloskan Sulastri Irwan, seorang anak petani, jadi Casis Bintara yang sempat tak diluluskan


40 Hari Tragedi Kanjuruhan dalam Catatan Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan

15 hari lalu

40 Hari Tragedi Kanjuruhan dalam Catatan Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan

Bambang Widjojanto dan Novel Baswedan berbincang soal beberapa hal usai 40 hari peristiwa Tragedi Kanjuruhan. Ada 3 hal mutakhir.


Survei: Mayoritas Publik Anggap Kepolisian Pelaku Utama Tragedi Kanjuruhan

17 hari lalu

Survei: Mayoritas Publik Anggap Kepolisian Pelaku Utama Tragedi Kanjuruhan

Hasil survei menunjukkan sebanyak 39,1 persen aparat kepolisian harus bertanggung jawab dalam tragedi Kanjuruhan.


Calon Siswa Polwan Lulus Semua Tes Pantukhir, Mengapa Kemudian Digugurkan? Apa Itu Tes Polisi Pantukhir?

18 hari lalu

Calon Siswa Polwan Lulus Semua Tes Pantukhir, Mengapa Kemudian Digugurkan? Apa Itu Tes Polisi Pantukhir?

Seorang calon siswa Polwan di Polda Maluku Utara, Sulastri digugurkan padahal serangkaian tes polisi menyatakan ia lulus termasuk pantukhir. Kok bisa?


Kompolnas Dukung Optimalisasi Tilang ETLE untuk Cegah Pungli

24 hari lalu

Kompolnas Dukung Optimalisasi Tilang ETLE untuk Cegah Pungli

Pudji menilai perlu ada sosialisasi secara berkelanjutan kepada masyarakat, serta pelatihan khusus bagi anggota polantas tentang penggunaan ETLE.


18 Saksi Tragedi Kanjuruhan Mendapat Perlindungan LPSK

25 hari lalu

18 Saksi Tragedi Kanjuruhan Mendapat Perlindungan LPSK

Sebanyak 18 orang saksi terkait tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendapat perlindungan dari LPSK


Laboratorium Independen Bakal Periksa Sampel Hasil Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan

25 hari lalu

Laboratorium Independen Bakal Periksa Sampel Hasil Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan

Sampel hasil autopsi yang diambil dari dua korban tragedi Kanjuruhan akan diperiksa di laboratorium independen untuk mengetahui penyebab kematian