Kontras Surabaya Sebut Tragedi Kanjuruhan Akibat Kelalaian Panpel dan Tindakan Berlebihan Polisi

Petugas medis memindahkan jenazah korban kerusuhan Stadion Kanjuruhan di RSUD Saiful Anwar, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu 2 Oktober 2022. Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menyebutkan tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang mengakibatkan sebanyak 131 orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/R D Putra

TEMPO.CO, Malang - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) Surabaya menilai Tragedi Kanjuruhan terjadi akibat kelalaian Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan dan tindakan aparat pengamanan yang berlebihan. Ketua Badan Pekerja KontraS Surabaya  Andy Irfan menyebut Panpel lalai lantaran jumlah penonton melebihi kapasitas stadion.

“Ada potensi kekacauan tapi tidak dilakukan upaya penyelamatan penonton. Pintu keluar justru ditutup sehingga penonton terjebak di lorong pintu keluar,” kata Andy di Malang Senin, 3 Oktober 2022.

Sedangkan sumber jatuh korban banyak, kata Andy, disebabkan gas air mata. Meski tidak mematikan, gas air mata menurut Andy telah dilarang PBB untuk digunakan dalam mengendalikan massa.

“Aparat menembakkan gas air mata ke tribun. Di sana ada ibu-ibu dan anak-anak yang fisik rentan,” katanya.

Atas kelalaian aparat Kepolisian tersebut, Andy menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mundur atau dipecat dan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat meminta maaf mendatangi korban.

Kapolri didesak mengevaluasi SOP pengandalian massa

Andy menilai standar penanganan yang ditetapkan polisi tidak memenuhi instrumen Hak Asasi Manusia (HAM). KontraS juga meminta Kapolri untuk meninjau ulang standar operasi prosedur penanganan massa yang selama ini kerap menuai kritikan.

KontraS juga menilai Tragedi Kanjuruhan terjadi bukan karena kesalahan suporter, tapi kesalahan polisi. Menurut dia, polisi telah terlatih untuk mencegah korban dan melindungi warga namun kedua hal itu dinilai gagal dilaksanakan.

Menurut penelusuran merekaa, awalnya, tidak ada suporter Arema FC yang melakukan penyerangan terhadap polisi dan merusak stadion.  Kericuhan justru terjadi setelah polisi melepaskan gas air mata.

“Tapi setelah tembakan gas air mata, mereka melakukan panik dan marah. Korban meninggal dimana-mana. Mereka meluapkan kekecewaan,” ujarnya.

Komnas HAM dan LPSK diminta membentuk tim independen

KontraS pun menuntut keadilan bagi korban lantaran ratusan nyawa melayang sia-sia. Jumlah korban  tragedi ini, menurut dia, setara dengan korban perang, dan konflik. Selain itu, juga mendesak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk membentuk tim independen yang melibatkan Aremania, suporter Arema FC.

“Tidak ada keadilan tanpa mendengarkan suara korban,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mendesak agar Komnas HAM dan LPSK membentuk tim untuk memverifikasi data korban Tragedi Kanjuruhan.  Pasalnya, menurut penelusuran mereka, banyak korban yang tidak dibawa ke rumah sakit dan terdata pemerintah. Kontras bersama Aremania pun membuka pos pengaduan atas kerusuhan penonton di Stadion Kanjuruhan.

Akibat Tragedi Kanjuruhan ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dan 9 komandan Brimob Polda Jawa Timur. Sebanyak 28 anggota polisi pun menghadapi pemeriksaan kode etik. 

EKO WIDIANTO|ABDI PURMONO






Pelaku Bom Polsek Astana Anyar Bawa Pesan Soal RKUHP, Wakil Ketua MPR: Perlu Bukti Lebih Lanjut

6 jam lalu

Pelaku Bom Polsek Astana Anyar Bawa Pesan Soal RKUHP, Wakil Ketua MPR: Perlu Bukti Lebih Lanjut

Hidayat Nur Wahid menyatakan pelaku bom Polsek Astana Anyar memiliki keyakinan tak ada hukum yang benar selain syariah.


Kuasa Hukum Ismail Bolong Sebut Kliennya Sudah Menjadi Pemilik Tambang Ilegal Saat Masih Menjadi Anggota Polri

7 jam lalu

Kuasa Hukum Ismail Bolong Sebut Kliennya Sudah Menjadi Pemilik Tambang Ilegal Saat Masih Menjadi Anggota Polri

Ismail Bolong mengaku sudah menjadi pemilik tambang ilegal saat masih menjadi anggota Polri.


Ayah dan Istri Dody Prawiranegara Diperiksa, Beberkan Intervensi dari Teddy Minahasa

7 jam lalu

Ayah dan Istri Dody Prawiranegara Diperiksa, Beberkan Intervensi dari Teddy Minahasa

Keterangan ayah dan Istri Dody Prawiranegara sebagai saksi kasus sabu itu telah dimasukkan dalam BAP.


Liga 1: Dewa United vs Arema FC 0-2, Javier Roca: untuk Semua Keluarga Korban Aremania dan Aremanita

8 jam lalu

Liga 1: Dewa United vs Arema FC 0-2, Javier Roca: untuk Semua Keluarga Korban Aremania dan Aremanita

Arema FC berhasil mengalahkan Dewa United dengan skor 2-0 dalam pertandingan lanjutan kompetisi Liga 1.


Kuasa Hukum Ismail Bolong Sebut Kasus Kliennya Adalah Perizinan Tambang Ilegal, Bukan Suap

8 jam lalu

Kuasa Hukum Ismail Bolong Sebut Kasus Kliennya Adalah Perizinan Tambang Ilegal, Bukan Suap

Kuasa hukum Ismail Bolong menyatakan kliennya tak dijerat soal aliran dana tambang ilegal ke sejumlah perwira Polri.


Klasemen Liga 1 Pekan Ke-12: Kalahkan Dewa United, Arema FC Perbaiki Peringkat

9 jam lalu

Klasemen Liga 1 Pekan Ke-12: Kalahkan Dewa United, Arema FC Perbaiki Peringkat

Arema FC berhasil memperbaiki posisinya dalam klasemen Liga 1 setelah mengalahkan Dewa United 2-0.


Hasil Liga 1: Dewa United vs Arema FC 0-2, Rizky Dwi Febrianto dan Evan Dimas Cetak Gol

10 jam lalu

Hasil Liga 1: Dewa United vs Arema FC 0-2, Rizky Dwi Febrianto dan Evan Dimas Cetak Gol

Rizky Dwi Febrianto membuka keunggulan lewat tendangan penalti saat Dewa United vs Arema FC 0-2 di pertandingan Liga 1 pekan ke-12, Rabu, 7 Desember.


Waspada Bom Polsek Astanaanyar, Kapolres Bogor Ajak Warga Tingkatkan Keamanan dan Mitigasi Terorisme

10 jam lalu

Waspada Bom Polsek Astanaanyar, Kapolres Bogor Ajak Warga Tingkatkan Keamanan dan Mitigasi Terorisme

Pascabom Polsek Astanaanyar, masyarakat Kabupaten Bogor diminta meningkatkan deteksi dini terorisme.


Moeldoko Tanggapi Bom Polsek Astana Anyar: Tak Ada Untungnya

10 jam lalu

Moeldoko Tanggapi Bom Polsek Astana Anyar: Tak Ada Untungnya

Moeldoko menilai aksi bunuh diri seperti yang terjadi pada peristiwa bom Polsek Astana Anyar tak menguntungkan siapa pun.


Sebut Pelaku Bom Polsek Astanaanyar Pernah Ditahan di Nusakambangan, Kapolri: Masuk Kelompok Merah

11 jam lalu

Sebut Pelaku Bom Polsek Astanaanyar Pernah Ditahan di Nusakambangan, Kapolri: Masuk Kelompok Merah

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pelaku bom Polsek Astanaanyar bernama Agus Sujatna. Pernah ditangkap kasus bom Panci.