Menkes soal Ratusan Meninggal di Tragedi Kanjuruhan: Karena Sesak Nafas

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Keluarga mencocokkan foto suporter korban kerusuhan pertandingan Arema Vs Persebaya di kamar jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2022. TEMPO/M Rizky

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan penyebab 129 orang tewas dalam tragedi Kanjuruhan. Penjelasan disampaikan Budi yang sudah diperintah oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk memonitor pelayanan medis bagi korban di rumah sakit.

"Sama presiden disuruh bantu, itu meninggal karena sesak nafas," kata Menkes kepada Tempo, Ahad, 2 Oktober 2022.

Dalam keterangan pers pagi tadi pukul 10.30 WIB, Jokowi melaporkan jumlah korban terwas mencapai 129 orang. Lalu beredar berbagai dugaan penyebab kematian massal ini karena tembakan gas air mata oleh polisi.

Informasi soal gas air mata ini beredar di media sosial dan juga didengar oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md. Ia mengaku membaca banyak tudingan di media sosial yang menyebut Polri tak profesional.

"Kenapa itu bisa terjadi? kenapa bisa bawa gas air mata, ini menimbulkan spekulasi jangan-jangan ada rekayasa, masa peristiwa sebesar itu enggak bisa diantisipasi," kata Mahfud merespons singkat kabar itu, saat rilis survei Indikator Politik Indonesia hari ini.

Terkait dugaan gas air mata, Budi menyebut penyebab kematian lebih karena desak-desakan di antara penonton saat kerusuhan pecah. "Saya lihatnya karena desak-desakan, ingat enggak di Mina? ada jamaah itu. Mirip karena desak-desakan itu," kata dia.

Pada 24 September 2015, terjadi insiden di Mina, Arab Saudi, yang menimpa jemaah haji. Sebanyak 769 orang meninggal dunia karena berdesak-desakan saat kegiatan lempar jumrah.

Budi pun membandingkan dua kejadian ini. "Di sana banyak seperti itu. Jadi bukan karena luka-luka, itu karena oksigen." kata dia

Saat itu, Budi menyebut peralatan oksigen hingga obat-obatan sudah dikirim ke lokasi perawatan korban. Tim dari Dinas Kesehatan pun sudah diterjukan ke lokasi. "Mudah-mudahan dirawat dan bisa ditangani dengan baik," kata dia.

Sebelumnya, pertandingan ini berlangsung Sabtu kemarin, 1 Oktober 2022. Mahfud menegaskan kalau Tragedi Kanjuruhan bukanlah bentrok antar supporter Persebaya dan Arema. 

Sebab pada pertandingan itu supporter Persebaya tidak boleh ikut menonton. Supporter di lapangan hanya dari Arema. Sebenarnya sebelum pertandingan, kata Mahfud, aparat sudah mengantisipasi melalui kordinasi dan usul-usul tenkis di lapangan. 

Misalnya, pertandingan agar dilaksanakan sore hari bukan malam hari dan jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yang mencapai 38 ribu. "Tapi usul itu tidak dilakukan oleh panitia yang tampak sangat bersemangat." 

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, YLBHI Sebut Ada Pelanggaran Penanganan Massa Oleh Polisi

"Pertandingan tetap dilangsungkan malam dan tiket yang dicetak jumlahnya 42 ribu," kata dia saat dihubungi.

Sementara pagi tadi, Jokowi sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menginvestigasi Tragedi Kanjuruhan. "Usut tuntas kasus ini," kata Jokowi dalam keterangan pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu, 2 Oktober 2022.

Jokowi juga memerintahkan Listyo, bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali dan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan untuk mengevalusi secara menyeluruh pelaksanaan pertandingan sepak bola dan prosedur pengamanan penyelenggaraannya. 

Berikutnya, Jokowi memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1. "Sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan," kata dia.






Soal Kelanjutan Liga 1, Menpora Sebut Butuh Keselarasan Soal Keamanan Lebih Dulu

46 menit lalu

Soal Kelanjutan Liga 1, Menpora Sebut Butuh Keselarasan Soal Keamanan Lebih Dulu

Sejak tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu, kompetisi sepak bola di Indonesia, termasuk Liga 1, dihentikan dan belum ada kepastian kelanjutannya.


Soal Peluang Buka Kembali Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Belum Diputuskan

1 hari lalu

Soal Peluang Buka Kembali Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Belum Diputuskan

Komnas HAM akan menggelar rapat komisioner bulan depan untuk menentukan apakah akan membuka kembali investigasi Tragedi Kanjuruhan atau tidak.


BPJS Watch: Orang Kaya Berhak Mendapat Manfaat JKN

1 hari lalu

BPJS Watch: Orang Kaya Berhak Mendapat Manfaat JKN

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyoroti konglomerat yang mendapatkan layanan kesehatan dari asuransi BPJS Kesehatan.


Menkes Kucurkan Rp 31 Trilun Agar Semua Daerah Bisa Lakukan Operasi Jantung

1 hari lalu

Menkes Kucurkan Rp 31 Trilun Agar Semua Daerah Bisa Lakukan Operasi Jantung

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin minta operasi jantung pasang ring atau pemasangan ring jantung bisa dilakukan di semua kabupaten kota


Berita Liga 1: Persis Solo, Persebaya, dan Persib Bandung Adakan Uji Coba

2 hari lalu

Berita Liga 1: Persis Solo, Persebaya, dan Persib Bandung Adakan Uji Coba

Berita Liga 1 akan ada dua uji coba yang dilakukan 4 tim. Persis Solo melawan Persebaya dan Persib Bandung bertemu Persikabo 1973.


Soroti Mafia Hukum, Mahfud Md Sitir Hadits: Negara Akan Hancur Jika Diperintah dengan Tidak Benar

2 hari lalu

Soroti Mafia Hukum, Mahfud Md Sitir Hadits: Negara Akan Hancur Jika Diperintah dengan Tidak Benar

Menkopolhukam Mahfud Md menyoroti keberadaan mafia hukum di negeri ini. Kemudian dia menyitir soal pesan Nabi tentang mengurus negara.


Menkes Bandingkan Biaya Kesehatan Paling Efisien di RI, Malaysia, Singapura, Jepang dan AS

2 hari lalu

Menkes Bandingkan Biaya Kesehatan Paling Efisien di RI, Malaysia, Singapura, Jepang dan AS

Menkes membandingkan biaya kesehatan di sejumlah negara seperti Indonesia, Singapura, Jepang dan Amerika Serikat. Mana yang paling efisien?


Menkes Kritik Orang Kaya Pakai BPJS Kesehatan, Sebenarnya Boleh atau Tidak?

2 hari lalu

Menkes Kritik Orang Kaya Pakai BPJS Kesehatan, Sebenarnya Boleh atau Tidak?

DJSN menanggapi kritik Menkes soal orang kaya yang memanfaatkan BPJS Kesehatan hingga akhirnya membebani negara menuai respons banyak pihak.


Mahfud MD Hadiri Konferensi Kerukunan Beragama di India

2 hari lalu

Mahfud MD Hadiri Konferensi Kerukunan Beragama di India

Mahfud MD bersama sejumlah ulama berpengaruh di Indonesia akan menghadiri konferensi mengenai kerukunan antaragama di India.


IPW Minta Kapolri Tak Keluarkan Izin Pertandingan Liga 1 Sebelum Ada KLB PSSI

2 hari lalu

IPW Minta Kapolri Tak Keluarkan Izin Pertandingan Liga 1 Sebelum Ada KLB PSSI

IPW berharap Kapolri patuh terhadap Peraturan Polri yang mengatur tentang sepak bola atau kompetisi Liga 1.