AJI Desak Polisi Usut Tuntas Peretasan Terhadap Narasi

Tim hukum Narasi bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Safenet, telah melaporkan serangan digital ke Mabes Polri, Jakarta, pada Jumat 30 September 2022. TEMPO/Eka Yudha Saputra

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen, Sasmito Madrim, mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas upaya peretasan dan serangan yang dialami media daring Narasi. Sasmito menilai ada upaya sistematis untuk membungkam media yang digawangi oleh Najwa Shihab tersebut. 

“Karena ini semakin membuktikan ada intensi tidak baik (terhadap pers dan publik),” kata Sasmito pada siaran pers yang dibagikan, Jumat 30 September 2022.

Peretasan tersebut, menurut Sasmito, menjadi bukti baru adanya upaya sistematis lanjutan untuk membungkam Narasi. Hal itu pun bertujuan agar publik tidak dapat mengakses konten jurnalistik di media tersebut.

Sasmito menilai aktor-aktor yang terlibat dalam serangan itu harus diadili hingga ke pengadilan agar memberikan efek jera, sehingga peristiwa serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. 

Tim kuasa hukum Narasi telah melaporkan dugaan serangan DDoS (Distributed Denial of Service) atau Penolakan Layanan secara terdistribusi yang menimpa portal medianya ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta pasa Jumat, 30 September 2022. Laporan telah diterima dengan Nomor: STTL/365/IX/2022/BARESKRIM.

Serangan DDoS ini merupakan rangkaian dari serangan digital yang dialami mereka sejak Sabtu 24 September 2022. Sejumlah aset-aset digital milik 37 kru redaksi dan mantan redaksi pun mengalami peretasan.

Melanggar UU ITE dan UU Pers

Serangan DDoS tersebut merupakan tindak kejahatan digital yang melanggar Pasal 30, Pasal 32 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Peretasan ini menyebabkan terganggunya kegiatan jurnalistik dari tim redaksi Narasi.

Bermacam bentuk perbuatan menghalang-halangi kegiatan jurnalistik juga merupakan bentuk pelanggaran akan Pasal 18 ayat 1 Undang-Undang Pers. 

Direktur Eksekutif LBH Pers, Ade Wahyudin menyampaikan penggunaan tiga pasal pada laporan polisi ini berkaitan dengan adanya perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan terganggunya sistem elektronik. 

“Gangguan tersebut mengakibatkan tim Narasi tidak bisa mengunggah konten dan juga publik tidak bisa mengaksesnya,” kata Ade yang mendampingi tim Narasi saat melapor ke Mabes Polri. 

Pasal 30 dan Pasal 32 UU ITE mengatur tentang tindak pidana mengakses secara tidak sah dan atau kejahatan terhadap setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan informasi elektronik milik orang lain atau publik.

Sementara pasal 18 UU Pers berkaitan dengan setiap orang yang secara melarang hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers. 

Sebelumnya, AJI Indonesia menyebarkan petisi daring guna menjaring dukungan publik terkait dugaan peretasan sistematis terhadap sedikitnya 37 karyawan dan eks karyawan Narasi pada akun Whatsapp, Telegram, Instagram, Facebook, hingga Twitter sejak 23 September 2022. Petisi daring yang termuat pada laman Change.org ini sudah mendapatkan dukungan dari setidaknya 9.414 orang. 

Dampak peretasan itu mengakibatkan kru Narasi tidak dapat bekerja nyaman guna memproduksi konten jurnalistik yang berdampak. Mereka pun merasa “dimata-matai” oleh pihak tertentu. Mereka juga terpaksa menutup seluruh email redaksi sehingga mengganggu koordinasi dan komunikasi internal, hingga tidak dapat menerima informasi dari publik.

 






Pemerintah Umumkan Pasal Pencemaran Nama Baik Dihapus dari UU ITE

17 jam lalu

Pemerintah Umumkan Pasal Pencemaran Nama Baik Dihapus dari UU ITE

Pemerintah mengumumkan pasal pencemaran nama baik dan penghinaan di dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) akan dihapus lewat RKUHP.


Najwa Shihab Bangga Berakting di FIlm di Sri Asih dan Ungkap Harapannya

5 hari lalu

Najwa Shihab Bangga Berakting di FIlm di Sri Asih dan Ungkap Harapannya

Najwa Shihab mengungkapkan alasannya memilih terlibat sepenuhnya dalam film Sri Asih meski adegan yang menampilkan dirinya hanya sedikit.


Rima Melati Terima Penghargaan Lifetime Achievement di FFI 2022, Widyawati: Seharusnya Terima 10 Tahun Lalu

6 hari lalu

Rima Melati Terima Penghargaan Lifetime Achievement di FFI 2022, Widyawati: Seharusnya Terima 10 Tahun Lalu

Widyawati yang menerima penghargaan itu bersama Ai Tumbuan dan Keke Tumbuan, anak Rima Melati, tak kuasa menahan air mata harunya.


Najwa Shihab Diumumkan sebagai Nani Wijaya di Film Sri Asih, Netizen Kecewa Kena Spoiler

8 hari lalu

Najwa Shihab Diumumkan sebagai Nani Wijaya di Film Sri Asih, Netizen Kecewa Kena Spoiler

Pengungkapan Najwa Shihab sebagai Nani Wijaya di film Sri Asih yang baru tayang 3 hari di bioskop menuai kritik karena dianggap spoiler.


Dewi Perssik Kembali Polisikan Haters di Polres Metro Depok

10 hari lalu

Dewi Perssik Kembali Polisikan Haters di Polres Metro Depok

Alasan Dewi Perssik melaporkan haters atau orang-orang yang membencinya tersebut karena kontrak kerjanya terganggu akibat kegaduhan di medsos.


Survei: Mayoritas Publik Ingin Erick Thohir Jadi Ketum PSSI, Disusul Najwa Shihab

15 hari lalu

Survei: Mayoritas Publik Ingin Erick Thohir Jadi Ketum PSSI, Disusul Najwa Shihab

Masyarakat yang menginginkan Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI mencapai 24,1 persen.


Namanya Dicatut Pi Network, Wamendag Bakal Ambil Langkah Hukum

18 hari lalu

Namanya Dicatut Pi Network, Wamendag Bakal Ambil Langkah Hukum

Aset kripto Pi Network belum terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).


Namanya Dicatut untuk Promosikan Kripto Ilegal Pi Network, Wamendag: Info Tidak Benar

18 hari lalu

Namanya Dicatut untuk Promosikan Kripto Ilegal Pi Network, Wamendag: Info Tidak Benar

Wamendag menanggapi beredarnya rekaman video yang mengatasnamakan dirinya mempromosikan perusahaan penyelenggara aset kripto Pi Network.


Selain ke Polda Metro Jaya, Faizal Assegaf Juga Dilaporkan ke Polda DIY

19 hari lalu

Selain ke Polda Metro Jaya, Faizal Assegaf Juga Dilaporkan ke Polda DIY

Faizal Assegaf juga dilaporkan ke Polda DIY soal cuitannya yang menyinggung Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.


Dewi Perssik Laporkan Akun Penggemar Lesti Kejora Rizky Billar ke Polres Metro Jakarta Selatan

28 hari lalu

Dewi Perssik Laporkan Akun Penggemar Lesti Kejora Rizky Billar ke Polres Metro Jakarta Selatan

Dewi Perssik merasa dirinya diserang oleh sejumlah penggemar Lesti Kejora dan Rizky Billar dalam soal kasus KDRT.