Eks Jubir KPK Jadi Pengacara Putri Candrawathi, Kuasa Hukum Brigadir J Ragukan Bisa Objektif

Tim kuasa hukum dan Keluarga Brigadir Yosua memberikan keterangan terkait kasus polisi tembak polisi di Duren tiga, Slipi, Jakarta. Kamis 29 September 2022. Pihak keluarga Brigadir J meminta pelaku di hukum secara berat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, sementara Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua dengan tersangka Ferdy Sambo segera disidang. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Tim kuasa hukum keluarga Nofriansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengkritisi eks juru bicara KPK, Febri Diansyah yang menjadi penasehat hukum Putri Candrawathi alias PC dan Rasamala Aritonang yang menjadi penasehat Ferdy Sambo. 

Kuasa hukum keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjutak menyampaikan bahwa Febri dan Aritonang selaku Mantan Pegawai KPK semestinya mengetahui bahwa kedua tersangka tersebut pernah berusaha menyuap LPSK dan juga lembaga lainnya.

"Ada eks pegawai KPK Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang jadi pengacara PC dan Ferdy Sambo, mereka menyatakan akan objektif bagaimana?," kata Kamaruddin saat di Hotel Santika, Slipi, Kamis 29 September 2022.

Selaku kuasa hukum tersangka, Kamaruddin menyampaikan bahwa mereka akan kesulitan untuk objektif. Apalagi mereka dibayar oleh para tersangka.

"Waktu akan membuktikan, kalau objektif akan teruji nanti di persidangan. Sama seperti saya toh saya bilang pembunuhan terencana, dan ternyata terbukti waktu membuktikan dalam tiga bulan," katanya.

Kamaruddin menyampaikan bahwa selaku penasehat hukum, Febri dan Aritonang mestinya membimbing kliennya untk berkata yang benar.

"Bimbing ke jalan yang benar karena kalau penasihat hukum mengajari kliennya berdosa maka dosa kliennya itu ditanggung oleh penasihat hukumnya," ujarnya.

KPK diminta telusuri soal duit Ferdy Sambo

Irma selaku bagian tim kuasa hukum keluarga Yosua dan mantan pendiri KPK sejak 2001 mengungkapkan dalam hal ini KPK itu harus turun. Apalagi diketahui PC dan Ferdy yang pernah memberi uang ratusan rupiah kepada para ajudannya.

"Ketika PC dan Ferdy mengakui memberikan uang Rp 1 miliar kepada Bharada E lalu Rp 500 juta kepada Kuat Maruf dan Rp 500 juta kepada Bripka RR itu ada Rp 2 miliar.  Uang 2 miliar itu uang yang besar. Ferdy Sambo itu gajinya Rp 3,9 juta plus Rp 21 juta kurang lebih Rp 30 jutalah apakah mungkin kalau gaji kalian Rp 30 juta bisa kasih uang Rp 2 miliar itu?," kata Irma.

Ditambah lagi gaya hidup hedon yang dilakukan oleh Ferdy Sambo. Irma mengungkapkan bahwa kalau mau memeriksa korupsi itu biasanya organize crime yang sulit banget diperiksa.

"Tapi karna polisi ini hidupnya hedon itu mobil yang harganya Rp 4 miliar, dia punya dua. Ada mobil yang harganya Rp 5 miliar ini kan kita sebetulnya tidak perlu investigasi dimulai dari situ saja," kata Irma.

"Nah, kalau Febri Diansyah ini betul masih paham soal ketika seorang Pegawai Negeri Sipil itu Polisi ASN lo, yang jelas gajinya dan hidup tidak sesuai dengan gajinya itu langsung diperiksa. Karena orang korupsi itu untuk lifestyle," tambahnya.

Irma berpesan kepada Febri Diansyah kalau masih tahu bahwa dalam KPK itu yang menyalahgunakan power atau kekuasaan untuk mendapatkan uang untuk pribadi dan keluarga.

"Jadi ada dua hal di depan mata itu. Dorongan amplop Rp 2 miliar itu. Dia musti kerja berapa tahun, Rp 300 juta itu satu tahun, kalau 10 tahun Rp 3 miliar. Jadi Febri dibayar berapa saya mau tanya. Kalau yang nembak itu didorong-dorong, Febri mesti buka dong," kata Irma.

Baca: Kekasih Brigadir J Vera Simanjuntak Tampil ke Publik, Minta Pelaku Dihukum Seadil-adilnya






Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Penguji Balistik Polri Temukan 12 Butir peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKP

1 jam lalu

Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Penguji Balistik Polri Temukan 12 Butir peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKP

Penguji Balistik Polri menyatakan menemukan 12 butir peluru dari 3 jenis yang berbeda di TKP pembunuhan Brigadir Yosua.


Sadar Dibohongi, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Umpat Ferdy Sambo

4 jam lalu

Sadar Dibohongi, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Umpat Ferdy Sambo

Agus Nur Patria mengumpat setelah ia dan Hendra Kurniawan sadar telah dibohongi Ferdy Sambo soal kematian Brigadir J.


Chuck Sebut Uang Rp 150 Juta Brigadir J Dikembalikan ke Keluarga Atas Izin Ferdy Sambo

6 jam lalu

Chuck Sebut Uang Rp 150 Juta Brigadir J Dikembalikan ke Keluarga Atas Izin Ferdy Sambo

Chuck Putranto mengatakan ia menyerahkan barang pribadi milik almarhum Brigadir J, termasuk uang tunai Rp 150 juta ke keluarga atas izin Ferdy Sambo


Ferdy Sambo Perintahkan Yanma Keluarkan Izin Pistol Glock Eliezer Meski Tanpa Tes Psikologi

6 jam lalu

Ferdy Sambo Perintahkan Yanma Keluarkan Izin Pistol Glock Eliezer Meski Tanpa Tes Psikologi

Kaur Logistik Yanma Polri Lingganom Parasian bersaksi bahwa surat izin senjata api Yosua dan Eliezer dikeluarkan atas perintah Ferdy Sambo.


Ferdy Sambo Perintahkan Arif Rachman Agar Polres Jaksel Periksa Putri Candrawathi di Rumah Saguling

7 jam lalu

Ferdy Sambo Perintahkan Arif Rachman Agar Polres Jaksel Periksa Putri Candrawathi di Rumah Saguling

Arif Rachman Arifin, mengatakan Ferdy Sambo meminta penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk memeriksa Putri Candrawathi di rumah pribadi


Tidak Tahu soal Peristiwa di Duren Tiga, Ferdy Sambo Marahi Arif Rachman Arifin: Apatis

8 jam lalu

Tidak Tahu soal Peristiwa di Duren Tiga, Ferdy Sambo Marahi Arif Rachman Arifin: Apatis

Arif Rachman Arifin sempat disindir Ferdy Sambo karena tidak tahu-menahu soal peristiwa kematian Brigadir J


Disuruh Bawa Senjata Laras Panjang ke Rumah Ferdy Sambo, Anggota Provos Mengira Ada Teroris

9 jam lalu

Disuruh Bawa Senjata Laras Panjang ke Rumah Ferdy Sambo, Anggota Provos Mengira Ada Teroris

Susanto Haris mengira ada teroris ketika ia diperintah atasannya, Ferdy Sambo, untuk datang ke rumahnya bawa senjata laras panjang


Arif Rachman Arifin Sebut Ditegur Ferdy Sambo karena Lirik CCTV di Rumah Dinasnya

9 jam lalu

Arif Rachman Arifin Sebut Ditegur Ferdy Sambo karena Lirik CCTV di Rumah Dinasnya

Ferdy Sambo memarahi Arif Rachman Arifin karena melihat-lihat CCTV saat tiba di rumah dinasnya di Duren Tiga ketika olah TKP pembunuhan Brigadir J


Arif Rachman Mengaku Disuruh Anak Buah Ferdy Sambo Hapus Foto Hasil Autopsi Brigadir Yosua

11 jam lalu

Arif Rachman Mengaku Disuruh Anak Buah Ferdy Sambo Hapus Foto Hasil Autopsi Brigadir Yosua

Arif Rachman Arifin menceritakan kronologi dia diminta hapus foto hasil autopsi dan peti mati Bragadir Yosua oleh anak buah Ferdy Sambo.


Bareskrim Polri Panggil Lagi Ismail Bolong Besok

12 jam lalu

Bareskrim Polri Panggil Lagi Ismail Bolong Besok

Mabes Polri telah memanggil Ismail Bolong. Namun mantan anggota kepolisian berpangkat Ajun Inspektur Satu itu tidak datang.