Eks Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit Jalani Sidang Etik Hari Ini

Kunjungan Kepala Kepolisian Sawah Besar, Jakarta Pusat, Ridwan R. Soplanit, di Masjid Istiqlal untuk memantau keamanan massa yang berdatangan dari berbagai daerah, Kamis Malam, 3 November 2016. TEMPO//IHSAN RELIUBUN

TEMPO.CO, Jakarta -  Mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Ridwan Soplanit akan menjalani sidang etik pada hari ini, Kamis, 29 September 2022. Ridwan disebut sebagai orang yang memerintahkan anak buahnya mendatangi kediaman Ferdy Sambo sesaat setelah peristiwa pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.  

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, menyatakan bahwa akan dilaksanakan di Gedung TNCC Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan. 

"Hari ini sidang KKEP terduga pelanggar AKBP RS akan dilaksanakan pada hari ini Kamis 29 September 2022 direncanakan pukul 10.00 WIB di ruang sidang Divpropam Polri gedung TNCC lantai 1 Mabes Polri," kata Ramadhan pada konferensi pers di Polri TV pada Kamis 29 September 2022.

Ramadhan tidak menjelaskan detil ihwal pelanggaran yang dilakukan oleh Ridwan. Ia hanya menyebut bahwa pelaku diduga tidak profesional. Selain tidak menyebut pelanggaran Ridwan, Ramadhan juga tidak menjelaskan nama para saksi pada sidang etik kali ini 

"Wujud perbuatan diduga ketidakprofesionalan dalam melaksanakan tugas," katanya.

Ramadhan menyampaikan bahwa Ridwan disangkakan Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah nomor 1 tahun 2003 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf b, Pasal 6 ayat 1 huruf  d, Pasal 10 ayat 2 huruf a perpol nomor 7 tahun 2022 tentang kode etik profesi dan komisi kode etik Polri.

Ridwan Soplanit disebut dalam BAP Ferdy Sambo

Nama Ridwan sempat disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Ferdy Sambo yang sempat dilihat Tempo. Sambo menyatakan bahwa mantan Kapolsek Sawah Besar itu merupakan salah satu anggota Polri yang dia hubungi pertama kali setelah kejadian itu.

Ridwan yang kebetulan rumah dinasnya bersebelahan dan berada di sana langsung datang ke rumah dinas Sambo. Di sana, Ridwan lantas mendapatkan penjelasan dari Sambo soal kejadian itu. 

Kepada Ridwan, Sambo mengaku menceritakan skenario palsu yang dia buat, yaitu adanya peristiwa tembak menembak antara Brigadir J dengan Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Ridwan pun menelepon anggotanya untuk melakukan olah TKP. 

Olah TKP tersebut dianggap tak profesional karena tim penyidik dari Polres Jakarta Selatan tidak menyita alat bukti dan mengamankan pada saksi kejadian itu. Alat bukti dan saksi itu justru dibawa oleh personil Biro Provos dan Biro Paminal atas perintah Ferdy Sambo.

Selain itu, TKP juga disebut buru-buru dibersihkan. Penyidik dari Polres Jakarta Selatan juga tidak memasang garis polisi di rumah dinas Sambo. 

Akibat masalah ini, sejumlah personel Polres Jakarta Selatan pun ikut terseret. Selain Ridwan Soplanit, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto, pun harus menjalani sidang kode etik. Keduanya kini telah dimutasi ke bagian Pelayanan Markas (Yanma) Polri. 

 

 

 

 






Soal Aliran Dana Tambang Ilegal Ismail Bolong, Ini Kata Wakil Ketua KPK

9 jam lalu

Soal Aliran Dana Tambang Ilegal Ismail Bolong, Ini Kata Wakil Ketua KPK

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menyatakan belum menerima laporan soal adanya aduan aliran dana Ismail Bolong ke sejumlah perwira Polri.


Kejagung Belum Terima SPDP Ismail Bolong

13 jam lalu

Kejagung Belum Terima SPDP Ismail Bolong

Kejaksaan Agung menyatakan penyidik Bareskrim Polri belum menyerahkan SPDP kasus Ismail Bolong.


Ferdy Sambo Batal Bersaksi di Sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria

14 jam lalu

Ferdy Sambo Batal Bersaksi di Sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria

Ferdy Sambo tak jadi bersaksi dalam sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria karena pemeriksaan saksi fakta belum kelar.


Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu soal Etik, Begini Respons PN Jaksel

17 jam lalu

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu soal Etik, Begini Respons PN Jaksel

Djuyamto menjelaskan pelaporan tim kuasa hukum Kuat Ma'ruf tersebut tidak akan mengganggu jalannya persidangan.


Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu ke KY: Kerap Keluarkan Pernyataan Tendensius

18 jam lalu

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu ke KY: Kerap Keluarkan Pernyataan Tendensius

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf melaporkan Ketua Majelis Hakim, Wahyu Iman Santoso, kepada Komisi Yudisial.


Kuat Ma'ruf Laporkan Majelis Hakim PN Jaksel, KY Tegaskan Tak Akan Ganggu Persidangan

19 jam lalu

Kuat Ma'ruf Laporkan Majelis Hakim PN Jaksel, KY Tegaskan Tak Akan Ganggu Persidangan

Kuasa hukum Kuat Ma'ruf menilai Ketua Majelis Hakim Wahyu kerap kali melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tendensius.


Sidang Ferdy Sambo Kemarin, Hakim Sebut Cerita Mau Main Bulutangkis Tak Masuk Akal

20 jam lalu

Sidang Ferdy Sambo Kemarin, Hakim Sebut Cerita Mau Main Bulutangkis Tak Masuk Akal

Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso memperingatkan bahwa Ferdy Sambo masih diperiksa sebagai saksi, dan belum terdakwa.


Bantah Kronologi Eksekusi versi Ferdy Sambo, Bharada E: Beliau Susun Rencana dan Ikut Nembak

1 hari lalu

Bantah Kronologi Eksekusi versi Ferdy Sambo, Bharada E: Beliau Susun Rencana dan Ikut Nembak

Richard Eliezer atau Bharada E mengatakan Ferdy Sambo tidak pernah meminta dirinya menghajar Brigadir J tapi menembak


Ferdy Sambo Keberatan Dicap Berbohong dari Hasil Tes Poligraf

1 hari lalu

Ferdy Sambo Keberatan Dicap Berbohong dari Hasil Tes Poligraf

Ferdy Sambo menyatakan hasil tes Poligraf tak bisa digunakan untuk pembuktian dalam persidangan.


Hakim Nilai Cerita Ferdy Sambo Tidak Masuk Akal Jika Disandingkan Bukti yang Ada

1 hari lalu

Hakim Nilai Cerita Ferdy Sambo Tidak Masuk Akal Jika Disandingkan Bukti yang Ada

Hakim menilai cerita Ferdy Sambo tidak masuk akal karena bertentangan dengan bukti dan keterangan saksi lainnya.