Polri Serahkan 11 Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J ke JPU Senin Pekan Depan

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo memberikan pernyataan usai sidang Komisi Kode Etik Polisi (KKEP) yang menetapkan Irjen Ferdy Sambo melanggar kode etik kepolisian di Markas Besar Polri pada Jumat dini hari, 26 Agustus 2022. Tempo/Hendartyo Hanggi

TEMPO.CO, Jakarta - Polri akan menyerahkan 11 tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J ke Jaksa Penuntut Umum pada Senin pekan depan.

“Insya Allah untuk rencana pelimpahan tahap dua akan dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti pada Senin, 3 Oktober 2022,” kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu, 28 September 2022.

Jenderal bintang dua ini mengatakan, tempat penyerahan akan dilakukan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Penyerahan tersangka dan barang bukti ini meliputi lima berkas perkara pembunuhan berencana dan tujuh berkas perkara obstruction of justice.

“Jadi semuanya akan diserahkan Senin besok,” ujarnya.

Penyerahan tersangka dan bukti tersebut menyusul penetapan Kejaksaan Agung bahwa berkas kasus yang menjerat Ferdy Sambo Cs itu telah lengkap atau P21.

Perkara yang menjerat Ferdy Sambo ini terdiri dari dua kasus. Yang pertama adalah pembunuhan berencana dengan tersangka Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf. Mereka dijerat pasal 338 juncto 55 dan 56 KUHP.

Sedangkan kasus kedua adalah penghalangan penyidikan pembunuhan Brigadir J atau obstruction of justice. Dalam kasus ini tim khusus Polri telah menetapkan tujuh tersangka dari anggota kepolisian yaitu Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan,  Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto. 

Mereka dijerat dengan Pasal 32 dan 33 jo 48 dan jo 49 Undang-undang ITE Tahun 2016 karena merusak barang bukti elektronik dalam kasus ini.

Dari dua belas tersangka tersebut, hanya Putri Candrawathi yang belum ditahan. Sedangkan sebelas lainnya sudah ditahan.

Mengenai penahanan Putri, sebelumnya Dedi mengatakan akan diserahkan kepada jaksa penuntut umum.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum atau Jampidum Fadil Zumhana mengatakan penahanan Putri Candrawathi tergantung alasan subjektif dan objektif Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Fadil mengatakan JPU berwenang melakukan penahanan selama 20 hari dan dapat diperpanjang sesuai dengan perundang-undangan. Penahanan juga bisa diperpanjang 2 x 30 hari karena ancaman pidana di atas 9 tahun.

“Tetapi tentang ditahan atau tidaknya seseorang itu tentu ada alasan objektif dan subjektif. Itu kewenangan sepenuhnya Jaksa Penuntut Umum,” kata Fadil Zumhana di Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, 28 September 2022.

Baca juga: Soal Penahanan Putri Candrawathi, Jampidum: Kewenangan Jaksa Penuntut Umum






LPSK Layangkan Surat Rekomendasi ke Jaksa agar Tuntutan Bharada E Diringankan

10 jam lalu

LPSK Layangkan Surat Rekomendasi ke Jaksa agar Tuntutan Bharada E Diringankan

LPSK mengirimkan surat rekomendasi kepada Kejaksaan Agung agar penuntut umum menuntut ringan Bharada E atau Richard Eliezer.


Eksklusif Pengakuan Putri Candrawathi, Mengampuni Setelah Yosua Melecehkannya

12 jam lalu

Eksklusif Pengakuan Putri Candrawathi, Mengampuni Setelah Yosua Melecehkannya

Sebelum pernyataan mengampuni dan meminta Brigadir J resign, Putri Candrawathi menceritakan tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan Yosua.


Eksklusif Pengakuan Konfrontir: Ferdy Sambo Perintahkan Ajudannya Pindahkan SIM Card ke iPhone

15 jam lalu

Eksklusif Pengakuan Konfrontir: Ferdy Sambo Perintahkan Ajudannya Pindahkan SIM Card ke iPhone

Di lantai dua rumah itu, Ferdy Sambo menyodorkan amplop putih berisi uang kepada ketiga terdakwa.


Eksklusif Pengakuan Putri Candrawathi, Minta Yosua Resign setelah Melecehkannya

16 jam lalu

Eksklusif Pengakuan Putri Candrawathi, Minta Yosua Resign setelah Melecehkannya

Setelah Ricky dan Yosua naik ke kamar di lantai 2, kata Putri Candrawathi, dia menenangkan Yosua agar tidak terjadi keributan.


Eksklusif Pengakuan Putri Candrawathi soal Peristiwa Magelang: Kejam Kamu Yos!

17 jam lalu

Eksklusif Pengakuan Putri Candrawathi soal Peristiwa Magelang: Kejam Kamu Yos!

Sejurus kemudian, menurut Putri Candrawathi, terjadilah adegan-adegan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J.


Eksklusif: Misteri Noda Darah di Kasur Kamar Putri Candrawathi

18 jam lalu

Eksklusif: Misteri Noda Darah di Kasur Kamar Putri Candrawathi

Dari olah tempat kejadian perkara, ditemukan adanya noda darah di kamar utama. Padahal Putri Candrawathi tidak sedang menstruasi.


Sidang Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Pekan Depan, Ini Jadwalnya

1 hari lalu

Sidang Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Pekan Depan, Ini Jadwalnya

Sidang kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice dengan terdakwa Ferdy Sambo cs kembali digelar pekan depan.


Kasus Brigadir J, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Ketua RT Kompleks Duren Tiga Secara Daring

1 hari lalu

Kasus Brigadir J, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Ketua RT Kompleks Duren Tiga Secara Daring

Majelis hakim memerintahkan JPU menghadirkan Ketua RT 5 Kompleks Polri Duren Tiga, yakni Seno Sukarto pada sidang perintangan penyidikan kasus Brigadir J


Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

1 hari lalu

Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi mengungkapkan pernyataan Richard Eliezer atau Bharada E soal wanita menangis di rumah Ferdy Sambo adalah jujur.


Soal Keberadaan Ismail Bolong, Ini Kata Kapolri

2 hari lalu

Soal Keberadaan Ismail Bolong, Ini Kata Kapolri

Kapolri menyatakan akan ada progres soal pencarian Ismail Bolong setelah mereka memeriksa anak dan istrinya pada Kamis kemarin.