Kejar Target Kejaksaan Agung Teliti Kelengkapan Berkas Ferdy Sambo

Ekspresi Ferdy Sambo saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinasnya di Jalan Duren Tiga Barat, Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2022. Ferdy Sambo tampak mengenakan baju tahanan dengan tangan yang diikat. TEMPO/Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung sedang mengejar target untuk menyelesaikan pemeriksaan tentang kelengkapan berkas mantan Kepala Divisi Propam Polri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo di kasus pembunuhan Brigadir Nopryansah Hutabarat atau Brigadir J.

Kejaksaan menargetkan kesimpulan tentang kelengkapan berkas itu akan selesai pekan ini. “Tunggu sampai akhir minggu ini, ya,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana, Senin, 26 September 2022.

Ketut mengatakan pihak kejaksaan akan mengumumkan apakah berkas tersebut dinyatakan lengkap alias P21 atau tidak pada Kamis, 29 September 2022.

Berikut adalah kronologis penanganan berkas Sambo dkk antara Kejaksaan Agung dan Badan Reserse Kriminal Polri:

19 Agustus

Bareskrim melimpahkan berkas Ferdy Sambo ke Kejaksaan Agung untuk pertama kalinya. Selain Sambo, berkas itu juga untuk tiga tersangka lainnya, yakni Bhayangkara Dua Richard Eliezer Lumiu atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf. Mereka didakwa dengan pasal pembunuhan berencana.

1 September

Kejaksaan Agung mengembalikan berkas perkara 4 tersangka itu ke Bareskrim. Jaksa peneliti menilai berkas perkara itu belum lengkap. “Jaksa penelti pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum mengembalikan berkas untuk dilengkapi,” kata Ketut.

Ketut mengatakan tim jaksa peneliti menilai berkas itu belum lengkap secara formil dan materil.

9 September

Setelah dikembalikan dari Kejaksaan Agung, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Barskrim berupaya melengkapi berkas perkara tersebut. “Sampai dengan hari ini saya coba koordinasi dengan pak Dirtipidum untuk berkas tetap masih proses,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, 9 September 2022.

16 September

Kejaksaan Agung menyatakan masih meneliti berkas perkara Ferdy Sambo yang diserahkan oleh Bareskrim. “Dalam proses penelitian berkas perkara,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana, Jumat, 16 September 2022.

Ketut mengatakan berkas hasil perbaikan itu baru diterima kejaksaan sekitar dua hari lalu. Menurut Ketut, jaksa dan penyidik Bareskrim telah berkomunikasi secara intensif membahas kasus ini. Dia berharap tak perlu ada lagi pengembalian berkas ke penyidik.

22 September

Kejaksaan Agung menyatakan tak ingin berkas Sambo bolak-balik untuk dilengkapi. Kejaksaan berkomitmen agar berkas itu hanya sekali dikembalikan. Untuk itu, Ketut Sumedana mengatakan lembaganya melakukan koordinasi yang intens dengan Bareskrim.

"Khusus untuk perkara yang sangat menarik perhatian masyarakat, sudah ada komitmen pengembaliannya hanya sekali,” kata Ketut, 22 September 2022.

ROSSENO AJI | HAMDAN CHOLIFUDIN ISMAIL

Baca juga: Banding Ferdy Sambo Ditolak, Sekum Muhammadiyah: Momentum Perbaiki CItra Polri






Soal Aliran Dana Tambang Ilegal Ismail Bolong, Ini Kata Wakil Ketua KPK

8 jam lalu

Soal Aliran Dana Tambang Ilegal Ismail Bolong, Ini Kata Wakil Ketua KPK

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menyatakan belum menerima laporan soal adanya aduan aliran dana Ismail Bolong ke sejumlah perwira Polri.


Kejagung Belum Terima SPDP Ismail Bolong

11 jam lalu

Kejagung Belum Terima SPDP Ismail Bolong

Kejaksaan Agung menyatakan penyidik Bareskrim Polri belum menyerahkan SPDP kasus Ismail Bolong.


Ferdy Sambo Batal Bersaksi di Sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria

13 jam lalu

Ferdy Sambo Batal Bersaksi di Sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria

Ferdy Sambo tak jadi bersaksi dalam sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria karena pemeriksaan saksi fakta belum kelar.


Jumlah Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut yang Ikut Gugatan Class Action Bertambah

13 jam lalu

Jumlah Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut yang Ikut Gugatan Class Action Bertambah

Pemerintah dinilai lepas tangan terhadap kondisi pasien gagal ginjal akut yang mengalami masalah otak hingga kelumpuhan.


Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu soal Etik, Begini Respons PN Jaksel

15 jam lalu

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu soal Etik, Begini Respons PN Jaksel

Djuyamto menjelaskan pelaporan tim kuasa hukum Kuat Ma'ruf tersebut tidak akan mengganggu jalannya persidangan.


Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal, Ini Peran Ismail Bolong dan Dua Orang Lainnya

16 jam lalu

Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal, Ini Peran Ismail Bolong dan Dua Orang Lainnya

Bareskrim Polri telah resmi menetapkan Ismail Bolong dan dua orang lainnya sebagai tersangka pada kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur.


Selain Ismail Bolong, Bareskrim Tetapkan 2 Orang Lain sebagai Tersangka Tambang Ilegal

16 jam lalu

Selain Ismail Bolong, Bareskrim Tetapkan 2 Orang Lain sebagai Tersangka Tambang Ilegal

Ismail Bolong telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tambang ilegal. Selain itu, Bareskrim Polri juga telah menetapkan dua tersangka lain.


Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu ke KY: Kerap Keluarkan Pernyataan Tendensius

17 jam lalu

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu ke KY: Kerap Keluarkan Pernyataan Tendensius

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf melaporkan Ketua Majelis Hakim, Wahyu Iman Santoso, kepada Komisi Yudisial.


Kuat Ma'ruf Laporkan Majelis Hakim PN Jaksel, KY Tegaskan Tak Akan Ganggu Persidangan

17 jam lalu

Kuat Ma'ruf Laporkan Majelis Hakim PN Jaksel, KY Tegaskan Tak Akan Ganggu Persidangan

Kuasa hukum Kuat Ma'ruf menilai Ketua Majelis Hakim Wahyu kerap kali melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tendensius.


Sidang Ferdy Sambo Kemarin, Hakim Sebut Cerita Mau Main Bulutangkis Tak Masuk Akal

19 jam lalu

Sidang Ferdy Sambo Kemarin, Hakim Sebut Cerita Mau Main Bulutangkis Tak Masuk Akal

Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso memperingatkan bahwa Ferdy Sambo masih diperiksa sebagai saksi, dan belum terdakwa.