AKBP Raindra Ramadhan Syah Jalani Sidang Etik Hari ini dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah saat menyampaikan perkembangan terbaru sidang kode etik penanganan kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta Selatan, 7 September 2022 [Tempo/Eka Yudha Saputra]

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Kode Etik Polri menggelar sidang etik terhadap AKBP Raindra Ramadhan Syah hari ini, Selasa, 27 September 2022 dalam kaitan dengan pelanggaran etik dalam penanganan perkara pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Nurul Azizah mengatakan sidang etik Raindra digelar pukul 10.00 WIB di Gedung Trans-National Crime Center (TNCC) Mabes Polri.

“Sidang KKEP hari ini adalah terduga pelanggar AKBP RRS yang digelar di ruang sidang Divisi Propam Polri,” kata Nurul dalam keterangan resminya, Selasa, 27 September 2022.

Adapun saksi yang dihadirkan sebanyak lima orang, antara lain AKBP Jerry Raymond Siagian, AKBP Handik Zusen, AKBP HSH, Kompol Dermawan Kristianus Zendrato, dan AKP Bhayu Vhishesha. 

Raindra disangkakan bersalah melanggar Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 5 ayat 1 huruf c dan/atau Pasal 6 ayat 1 huruf d dan/atau Pasal 11 ayat 1 huruf a Perpol Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

“Adapun wujud perbuatannya adalah ketidakprofesionalan dalam melaksanakan tugas,” ujar Nurul.

Sidang etik Raindra dipimpin oleh Kombes Rahmat Pamudji sebagai ketua komisi sidang. Kemudian, Kombes Sakeus Ginting sebagai wakil ketua dan Kombes Pitra Andreas Ratulangi selaku anggota komisi sidang. 

AKBP Raindra Ramadhan Syah dicopot dari jabatan Kasubdit 1 Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berdasarkan Surat Telegram Nomor ST/1751/VIII/KEP/2022 tertanggal 22 Agustus 2022. Ia dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri.

Arsyad Daiva dikenai sanksi demosi dan minta maaf

Sebelumnya, Komisi Kode Etik Polri menjatuhkan sanksi kepada Inspektur Polisi Dua (Ipda) Arsyad Daiva Gunawan dengan sanksi demosi selama tiga tahun dalam sidang lanjutan kemarin, Senin, 26 September 2022.

Ia juga diwajibkan meminta maaf secara lisan di hadapan sidang KKEP dan tertulis kepada pimpinan Polri serta pihak yang dirugikan. Selain itu, ia juga wajib mengikuti pembinaan mental kepribadian, kejiwaan, keagamaan, dan pengetahuan profesi selama sebulan. “Atas putusan sidang KKEP tersebut pelanggar menyatakan tidak banding,” ujar Nurul.

Baca: Selain Sanksi Demosi 3 Tahun, Ipda Arsyad Daiva Gunawan juga Wajib Minta Maaf






JPU Putar Rekaman CCTV Detik-detik Ferdy Sambo Tiba di Rumah Dinas dan Jatuhkan Pistol

27 menit lalu

JPU Putar Rekaman CCTV Detik-detik Ferdy Sambo Tiba di Rumah Dinas dan Jatuhkan Pistol

Rekaman CCTV pos satuan pengamanan Kompleks Polri Duren Tiga yang memperlihatkan Ferdy Sambo tiba di rumah dinasnya diputar di persidangan


Sembuh dari Covid-19, Putri Candrawathi Hadir Langsung di Sidang Hari Ini

3 jam lalu

Sembuh dari Covid-19, Putri Candrawathi Hadir Langsung di Sidang Hari Ini

Putri Candrawathi tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sekitar pukul 8.35 WIB. Ia kembali hadir di persidangan setelah sembuh dari Covid-19


Richard Eliezer hingga Kuat Ma'ruf Minta Maaf ke 4 Terdakwa Obstruction of Justice, Ini Sebabnya

3 jam lalu

Richard Eliezer hingga Kuat Ma'ruf Minta Maaf ke 4 Terdakwa Obstruction of Justice, Ini Sebabnya

Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf meminta maaf kepada empat terdakwa obstruction of justice saat menjadi saksi di PN Jaksel


Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Penguji Balistik Polri Temukan 12 Butir peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKP

13 jam lalu

Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua, Penguji Balistik Polri Temukan 12 Butir peluru dari 3 Jenis yang Berbeda di TKP

Penguji Balistik Polri menyatakan menemukan 12 butir peluru dari 3 jenis yang berbeda di TKP pembunuhan Brigadir Yosua.


Sadar Dibohongi, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Umpat Ferdy Sambo

16 jam lalu

Sadar Dibohongi, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Umpat Ferdy Sambo

Agus Nur Patria mengumpat setelah ia dan Hendra Kurniawan sadar telah dibohongi Ferdy Sambo soal kematian Brigadir J.


Chuck Sebut Uang Rp 150 Juta Brigadir J Dikembalikan ke Keluarga Atas Izin Ferdy Sambo

17 jam lalu

Chuck Sebut Uang Rp 150 Juta Brigadir J Dikembalikan ke Keluarga Atas Izin Ferdy Sambo

Chuck Putranto mengatakan ia menyerahkan barang pribadi milik almarhum Brigadir J, termasuk uang tunai Rp 150 juta ke keluarga atas izin Ferdy Sambo


Ferdy Sambo Perintahkan Yanma Keluarkan Izin Pistol Glock Eliezer Meski Tanpa Tes Psikologi

17 jam lalu

Ferdy Sambo Perintahkan Yanma Keluarkan Izin Pistol Glock Eliezer Meski Tanpa Tes Psikologi

Kaur Logistik Yanma Polri Lingganom Parasian bersaksi bahwa surat izin senjata api Yosua dan Eliezer dikeluarkan atas perintah Ferdy Sambo.


Ferdy Sambo Perintahkan Arif Rachman Agar Polres Jaksel Periksa Putri Candrawathi di Rumah Saguling

18 jam lalu

Ferdy Sambo Perintahkan Arif Rachman Agar Polres Jaksel Periksa Putri Candrawathi di Rumah Saguling

Arif Rachman Arifin, mengatakan Ferdy Sambo meminta penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk memeriksa Putri Candrawathi di rumah pribadi


Tidak Tahu soal Peristiwa di Duren Tiga, Ferdy Sambo Marahi Arif Rachman Arifin: Apatis

20 jam lalu

Tidak Tahu soal Peristiwa di Duren Tiga, Ferdy Sambo Marahi Arif Rachman Arifin: Apatis

Arif Rachman Arifin sempat disindir Ferdy Sambo karena tidak tahu-menahu soal peristiwa kematian Brigadir J


Disuruh Bawa Senjata Laras Panjang ke Rumah Ferdy Sambo, Anggota Provos Mengira Ada Teroris

20 jam lalu

Disuruh Bawa Senjata Laras Panjang ke Rumah Ferdy Sambo, Anggota Provos Mengira Ada Teroris

Susanto Haris mengira ada teroris ketika ia diperintah atasannya, Ferdy Sambo, untuk datang ke rumahnya bawa senjata laras panjang