LBH APIK Bakal Surati Kapolri soal Kasubdit Renakta PMJ Dijabat Polisi yang Diduga Bermasalah

LBH Apik (lbhapik.or.id)

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Jakarta Siti Zuma mengatakan pihaknya sedang menyiapkan keberatan ke Kapolri atas penunjukkan pejabat Kasubdit Remaja, anak dan wanita (Renakta) Polda Metro Jaya.

Keberatan ini adalah tanggapan atas mutasi Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Ratna Quratul Aini ke Polda Metro Jaya sebagai Pjs (Pejabat Sementara) Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Ia menggantikan AKBP Pujiyarto yang dicopot karena pelanggaran etik kasus Ferdy Sambo.

Akan tetapi mutasi Kompol Ratna ini ditentang LBH APIK Jakarta. Pasalnya, Kompol Ratna sebelumnya diperiksa Propam Polri terkait kasus anak buahnya, Kanitreskrim Polsek Penjaringan AKP Mohamad Fajar. Kompol Ratna disebut mengetahui pelanggaran AKP M Fajar yang diduga memerintahkan anak buahnya untuk menerima uang dari pelaku judi online.

“Kami lagi menyusun surat keberatan ke Kapolri karena Subdit Renakta Polda Metro Jaya sebagai garda terdepam dalam penanganan kasus kekerasan seksual yang dilaporkan di kepolisian,” kata Situ Zuma saat dihubungi, 26 September 2022.

Menurutnya, peran kepolisian dalam Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksuai sangat besar sekali. Ia menyangsikan kredibilitas penanganan kasus kekerasan seksual apabila polisi yang bertugas adalah polisi yang diduga bermasalah.

“Kalau Kasubdit-nya pernah terlibat masalah, bagaimana dengan korban-korban kekerasan seksual yang melaporkan kasus ke polisi? Apakah ada jaminan dia memiliki perspektif korban?,” ujar Zuma.

LBH APIK Jakarta selama ini berupaya menjalin koordinasi dengan Renakta maupun Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Zuma mengatakan banyak praktik pendampingan LBH APIK yang sudah dilakukan dalam kasus ini.

“Kami berharap Kapolri dan Kapolda Metro Jaya mendengarkan keberatan dari kami atas pengangkatan tersebut,” kata Zuma.

Anak buahnya diproses hukum

Ia meminta Polri memilih Kasubdit Renakta yang berdedikasi dan memiliki perspektif yang baik terhadap korban kekerasan perempuan, khususnya korban kekerasan seksual. Ia pun mengutip kembali pernyataan Kapolri yang mengatakan ikan busuk mulai dari kepalanya. 

“Namun anak buahnya diproses hukum, tetapi kepalanya malah dinaikan jabatan,” ujar Zuma.

Kompol Ratna Quratul Aini diangkat sebagai Pjs (Pejabat Sementara) Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggantikan AKBP Pujiyarto melalui Surat Telegram Nomor ST/436/IX/KEP/2022 tertanggal 20 September 2022. 

Sementara itu, anak buah Ratna Kanit Polsek Penjaringan AKP M Fajar dicopot dari jabatannya tertuang dalam surat telegram yang sama. Kanitreskrim Polsek Penjaringan kini dijabat oleh AKP Harry Gasgari.

Selain Fajar, dua anak buahnya yang diduga terlibat dalam penerimaan uang dari kasus judi online juga dicopot. Mereka adalah AKP Rachmat Basuki Kasubnit 1 Unitreskrim Polsek Metro Penjaringan dimutasi ke Yanma Polda Metro Jaya. Kemudian, AKP Tihar Marpaung Kasubnit 2 Unitreskrim Polsek Metro Penjaringan dimutasikan ke Yanma Polda Metro Jaya. Ketiganya dicopot dalam rangka pemeriksaan. 

Kompol Ratna Quratul Ainy pernah menjalani pemeriksaan oleh Divisi Propam Mabes Polri pada akhir Agustus lalu karena kasus anak buahnya. Kepala Bidang Humas Polda Metro Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan Kompol Ratna hanya diperiksa untuk dimintai keterangan sebagai bentuk pertanggungjawaban sebagai atasan.

Hingga berita ini diturunkan, Tempo masih berupaya meminta konfirmasi ke Kompol Ratna Quratul Aini dan Mabes Polri.

EKA YUDHA SAPUTRA | M FAIZ ZAKI

Baca: Kapolsek Penjaringan Diperiksa Polda Metro Jaya






Soal Kelanjutan Liga 1, Menpora Sebut Butuh Keselarasan Soal Keamanan Lebih Dulu

10 jam lalu

Soal Kelanjutan Liga 1, Menpora Sebut Butuh Keselarasan Soal Keamanan Lebih Dulu

Sejak tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu, kompetisi sepak bola di Indonesia, termasuk Liga 1, dihentikan dan belum ada kepastian kelanjutannya.


Tim DVI Terima 162 Kantong Korban Gempa Cianjur, Polisi: 159 Berisi Jenazah Utuh

12 jam lalu

Tim DVI Terima 162 Kantong Korban Gempa Cianjur, Polisi: 159 Berisi Jenazah Utuh

Sebanyak 146 Korban Gempa Cianjur telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polri.


Apakah Itu Call Center 110? Lapor Kejadian Kecelakaan atau Kejahatan Bisa Via Telepon

17 jam lalu

Apakah Itu Call Center 110? Lapor Kejadian Kecelakaan atau Kejahatan Bisa Via Telepon

Pengaduan warga bisa disampaikan ke kantor polisi terdekat. Tapi, laporan juga dapat dilakukan melalui telepon ke call center 110. Bagaimana caranya?


BMKG Ungkap Cuaca Buruk saat Helikopter Polairud Jatuh di Perairan Belitung Timur

20 jam lalu

BMKG Ungkap Cuaca Buruk saat Helikopter Polairud Jatuh di Perairan Belitung Timur

BMKG Pangkalpinang mengatakan awan Cumulonimbus (CB) muncul sangat banyak saat jatuhnya helikopter Polairud


Kapolri Pastikan Pencarian Kru Helikopter Polairud P-1103 Dilakukan Maksimal

20 jam lalu

Kapolri Pastikan Pencarian Kru Helikopter Polairud P-1103 Dilakukan Maksimal

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan proses pencarian kru Helikopter Polairud yang hilang di perairan Belitung dilakukan secara maksimal


BRI Proaktif Bantu Polri Ungkap Kejahatan Perbankan

21 jam lalu

BRI Proaktif Bantu Polri Ungkap Kejahatan Perbankan

Pelaku kejahatan pembuat dan pengelola Web palsu dengan menggunakan 6 domain website palsu.


Tim SAR Fokuskan Cari Helikopter Polairud di Perairan Manggar

23 jam lalu

Tim SAR Fokuskan Cari Helikopter Polairud di Perairan Manggar

Helikopter Polairud milik Baharkam Polri hilang kontak pada Ahad kemarin.


RAPBD DKI 2023 Bengkak akibat TNI & Polri Minta Hibah dan PMD, Fitra: Bisa Jadi Temuan BPK

23 jam lalu

RAPBD DKI 2023 Bengkak akibat TNI & Polri Minta Hibah dan PMD, Fitra: Bisa Jadi Temuan BPK

Sekretaris Jenderal Fitra Misbah Hasan menyatakan kenaikan RAPBD DKI akibat hibah untuk TNI & Polri bisa jadi temuan BPK.


Satu Jenazah Kru Helikopter Polairud yang Jatuh di Perairan Manggar Sudah Teridentifikasi

1 hari lalu

Satu Jenazah Kru Helikopter Polairud yang Jatuh di Perairan Manggar Sudah Teridentifikasi

Selain satu jenazah, beberapa puing helikopter Polairud yang jatuh juga ditemukan.


Nelayan Temukan Jenazah Mengapung di Pantai, Diduga Kru Helikopter Polairud

1 hari lalu

Nelayan Temukan Jenazah Mengapung di Pantai, Diduga Kru Helikopter Polairud

Maladi menambahkan pihaknya bersama dengan pihak terkait saling berkoordinasi melakukan pencarian di lokasi yang diduga jatuhnya helikopter Polairud.