KKJ: Peretasan terhadap Redaksi Narasi Adalah Pelanggaran HAM Serius

Reporter

Ilustrasi proses peretasan di era teknologi digital. (Shutterstock)

TEMPO.CO, Jakarta - Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) menilai peretasan terhadap puluhan awak redaksi Narasi mengancam kebebasan pers. KKJ beranggapan serangan seperti itu dan kegagalan aparat hukum menemukan pelakunya merupakan bentuk pembungkaman.

“Serangan-serangan ini selalu terjadi saat jurnalis atau media menunjukkan sikap kritis terhadap tindakan atau kebijakan pihak yang berkuasa,” kata Koordinator KKJ, Erick Tanjung lewat keterangan tertulis, Senin, 26 September 2022.

Menurut Erick jika terus dibiarkan, serangan semacam ini akan membuat jurnalis dan media berpikir dual kali untuk mempublikasikan berita yang kritis dan sensitif. Serangan itu, kata dia, juga akan mengurangi akses masyarakat terhadap informasi penting.

Erick menegaskan kebebasan berpendapat dan menyampaikan informasi telah dijamin oleh berbagai instrumen hukum.

Secara internasional, hak atas kebebasan berpendapat dan menyampaikan informasi dijamin di pasal 19 di Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR) serta Komentar Umum No. 34 terhadap Pasal 19 ICCPR. Hak tersebut, kata dia, dijamin di Konstitusi Indonesia, yaitu Pasal 28E dan 28F UUD, serta pada Pasal 14 UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Desak Pemerintah bahwa kasus itu sebagai pelanggaran HAM yang serius

Dengan berulangnya serangan terhadap masyarakat sipil dan jurnalis, dia mendesak pemerintah menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan pelanggaran HAM yang serius. “Pemerintah harus secara terbuka menyatakan dan mengakui bahwa serangan, ancaman, pelecehan, dan intimidasi terhadap masyarakat sipil, termasuk jurnalis dan kantor media, merupakan pelanggaran HAM yang serius,” kata dia.

KKJ, kata dia, juga mendesak aparat hukum melakukan penyelidikan dan penyidikan dalam kasus peretasan ini. “Semua pihak harus menghormati kebebasan pers dan kebebasan berekspresi,” kata dia.

Sebelumnya, 22 awak redaksi Narasi dan sejumlah pegawai Narasi yang sudah keluar mendapatkan serangan digital. Serangan itu terjadi pada 23 September hingga 26 September 2022. Serangan digital yang dialami awak Narasi berupa upaya peretasan dan mengambil alih akun media sosial seperti Instagram dan Facebook. Serangan ini juga meliputi upaya peretasan terhadap akun WhatsApp dan Telegram.


Baca: Redaksi Narasi Alami Serangan Digital, Pemred: Peretasan Dilakukan Serentak






Komnas HAM Kecewa Atas Vonis Bebas Kasus Paniai

11 jam lalu

Komnas HAM Kecewa Atas Vonis Bebas Kasus Paniai

Komnas HAM menyatakan putusan Kasus Paniai membuat keluarga korban kehilangan harapan untuk mencari keadilan.


Hakim Vonis Bebas Terdakwa Pelanggaran HAM Kasus Paniai

16 jam lalu

Hakim Vonis Bebas Terdakwa Pelanggaran HAM Kasus Paniai

Terdakwa pelanggaran HAM kasus Paniai divonis bebas Pengadilan Negeri Makassar. Hakim menilai pelanggaran HAM tidak terbukti.


Al Jazeera Laporkan Pembunuhan Jurnalis Shireen Abu Akleh ke ICC

2 hari lalu

Al Jazeera Laporkan Pembunuhan Jurnalis Shireen Abu Akleh ke ICC

Al Jazeera mengumpulkan semua bukti saksi mata dan rekaman video serta materi baru tentang pembunuhan Shireen Abu Akleh ke ICC


Komnas HAM Pertimbangkan Tempuh Upaya Lain jika RKUHP Langgar Prinsip HAM

2 hari lalu

Komnas HAM Pertimbangkan Tempuh Upaya Lain jika RKUHP Langgar Prinsip HAM

Komnas HAM mempertimbangkan langkah atau upaya lain jika RKUHP melanggar prinsip HAM dan tetap disahkan pemerintah bersama DPR.


Komnas Sebut Ada 15 Kasus Pelanggaran HAM Berpotensi Hilang Jika RKUHP DIsahkan

3 hari lalu

Komnas Sebut Ada 15 Kasus Pelanggaran HAM Berpotensi Hilang Jika RKUHP DIsahkan

Komnas HAM mengatakan, pengesahan RKUHP bisa menyebabkan kasus pelanggaran HAM masa lalu dianggap tak pernah terjadi.


Komnas HAM Buka Peluang Selidiki Lagi Dugaan Pelanggaran HAM di Desa Wadas

3 hari lalu

Komnas HAM Buka Peluang Selidiki Lagi Dugaan Pelanggaran HAM di Desa Wadas

Komnas HAM nantinya akan difokuskan untuk menyelidiki kasus kekerasan yang dilakukan oleh aparat di Desa Wadas.


Dilecehkan dan Dikurung, Penghuni Panti Disabilitas Mental Banyak Alami Pelanggaran HAM

6 hari lalu

Dilecehkan dan Dikurung, Penghuni Panti Disabilitas Mental Banyak Alami Pelanggaran HAM

Dari pantauan PJS di beberapa panti penyandang disabilitas mental di Jakarta dan beberapa kota di Pulau Jawa, pemasungan masih banyak dilakukan.


Diretas Pegasus Spyware, Jurnalis El Salvador Tuntut NSO Group di AS

7 hari lalu

Diretas Pegasus Spyware, Jurnalis El Salvador Tuntut NSO Group di AS

Jurnalis media El Salvador, El Faro, mengajukan gugatan di pengadilan federal AS pada Rabu terhadap NSO Group karena diretas dengan Pegasus Spyware


Jurnalis Kolombia Tewas Ditembak, Korban Kedua dalam 2 Bulan

8 hari lalu

Jurnalis Kolombia Tewas Ditembak, Korban Kedua dalam 2 Bulan

Wartawan Kolombia dibunuh oleh orang tak dikenal yang menaiki sepeda motor setelah melakukan pekerjaan jurnalistik untuk stasiun televisinya.


Soal Peluang Buka Kembali Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Belum Diputuskan

11 hari lalu

Soal Peluang Buka Kembali Investigasi Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Belum Diputuskan

Komnas HAM akan menggelar rapat komisioner bulan depan untuk menentukan apakah akan membuka kembali investigasi Tragedi Kanjuruhan atau tidak.