Kerabat Sultan Deli Temui Yusril Ihza Mahendra Bahas Sengketa Tanah Kesultanan Deli Vs Pemerintah RI

Kerabat Sultan Deli yang dipimpin Kepala Pertanahan Kesultanan Deli Prof Dr OK Saidin SH, M.Hum mengadakan pertemuan khusus dengan Yusril Ihza Mahendra, Kamis 22 September 2022. Foto dok.: Asro Kamal Rokan

TEMPO.CO, JakartaOrganisasi Kerabat Sultan Deli mengadakan pertemuan khusus dengan mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra  untuk membahas permasalahan Tanah Kesultanan di Sumatera Utara pada Kamis, 22 September 2022.

Perwakilan Kerabat Sultan Deli yang terdiri dari Datuk Empat Suku, Datuk Adil Freddy Haberham, dan Pangeran Bendahara Deli Tengku Fauziddin. Pertemuan ini pun dipimpin langsung oleh Kepala Pertanahan Kesultanan Deli Prof. Dr. OK. Saidin, SH., M.Hum.

Duduk Perkara Tanah Kesultanan di Sumatera Utara

Menurut siaran pers Kerabat Sultan Deli yang diterima Tempo.co, permasalahan Tanah Kesultanan Deli di Sumatera Utara atau Sumut bermula sejak tahun 1958 ketika Pemerintah Indonesia mengeluarkan UU Nomor 86 Tahun 1958 tentang Nasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Milik Belanda.

Nasionalisasi ini termasuk menasionalisasikan lahan-lahan yang dikira oleh Pemerintah Indonesia dimiliki oleh Perusahaan Belanda. Padahal, berdasarkan naskah asli perjanjian sewa tanah di Sumut yang disimpan di Belanda dan diambil oleh Kepala Pertanahan Kesultanan Deli Saidin menunjukkan bahwa lahan-lahan tersebut masih dimiliki oleh Sultan Deli dan hanya disewakan sewaktu Belanda menjajah Indonesia.

Lahan-lahan yang dimaksud adalah tanah bekas Bandara Polonia, tanah bekas Deli Spoorweg Maatschappij yang sekarang dikuasai oleh PT KAI, tanah bekas Telefonken Maatschappij yang dikuasai oleh PT Telkom, dan tanah Bataviasche Petroleum Maastchappij yang dikuasai PT Pertamina.

Bahkan, belakangan ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara alias BUMN Erick Thohir dikabarkan akan menghibahkan lahan milik Sultan Deli seluas 1.100 hektare di Hamparan Perak, Deli Serdang, kepada pihak Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara alias TNI AU.

Kabarnya, tanah seluas itu akan digunakan untuk memindahkan Landasan Udara Soewondo yang juga menjadi bagian dari Bandara Polonia.

Yusril Ihza Mahendra Mengutamakan Upaya Negosiasi

Sengketa tanah antara Sultan Deli dan pemerintah Indonesia itu lah yang menjadikan Kerabat Sultan Deli mengajak berdiskusi mantan Menteri Sekretaris Negara atau Mensesneg Yusril Ihza Mahendra beberapa hari lalu.

Merujuk siaran pers tersebut, lahan-lahan itu  diklaim dulunya digunakan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat Sumut. Misalnya, digunakan untuk pembangunan infrastruktur, perkeretaapian, telepon, pengairan air bersih, perkantoran, pemukiman, dan lahan perkebunan.

Yusril juga menilai bahwa persoalan tanah yang melibatkan instansi TNI, BUMN, dan Kesultanan di Sumut ini merupakan permasalahan yang serius. Ia mengaku akan mendalami dulu dokumen otentik perjanjian sewa milik Belanda dan menempuh cara-cara negosiasi damai terlebih dahulu kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Pemangku Sultan Deli XIV, Tengku Hamdy Osman Delikhan Al Haj Gelar Tengku Raja Muda Deli juga mengatakan bahwa pihaknya bersedia mencari penyelesaian masalah bersama Pemerintah RI dengan damai dan bermartabat. 

Kendati demikian, bila jalur musyawarah dan negosiasi damai tidak dapat menghasilkan resolusi, Kerabat Sultan Deli akan memberikan kuasa kepada Yusril Ihza Mahendra beserta timnya untuk menggugat Pemerintah RI di pengadilan.

ACHMAD HANIF IMADUDDIN 

Baca: Pemalsu Surat Tanah Kerabat Sultan Deli Dibebaskan

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Gempa Tapanuli, Warga Desa Simangumban Data Rumah Warga yang Rusak

1 hari lalu

Gempa Tapanuli, Warga Desa Simangumban Data Rumah Warga yang Rusak

Sejumlah rumah warga di Desa Simangumban dikabarkan rusak akibat Gempa Tapanuli yang terjadi Sabtu dini hari tadi.


Bos INKA Curhat Ribuan Kereta Uzur: Angkutan Penumpang Biasanya Kurang Feasible

1 hari lalu

Bos INKA Curhat Ribuan Kereta Uzur: Angkutan Penumpang Biasanya Kurang Feasible

Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA Budi Noviantoro menceritakan saat ini ada ribuan kereta yang umurnya terlampau tua atau uzur


Tidak Perlu Lagi Pakai KTP, PT KAI Uji Coba Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung

1 hari lalu

Tidak Perlu Lagi Pakai KTP, PT KAI Uji Coba Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung

PT KAI melakukan uji coba face recognition boarding gate untuk memudahkan dan memangkas antrean penumpang.


Jokowi Pimpin HUT TNI 5 Oktober: Kendaraan Tempur Tampil di Bundaran HI

1 hari lalu

Jokowi Pimpin HUT TNI 5 Oktober: Kendaraan Tempur Tampil di Bundaran HI

Presiden Jokowi akan memimpin upacara HUT ke-77 TNI pada 5 Oktober 2022 di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Ada fly pass pesawat tempur TNI AU.


TNI AU Usut Pemilik Granat Asap dan Ratusan Peluru di Pondok Gede

4 hari lalu

TNI AU Usut Pemilik Granat Asap dan Ratusan Peluru di Pondok Gede

TNI AU masih usut kepemilikan dan asal-muasal granat asap dan peluru di rumah kontrakan.


Berusia 63 Tahun, Bos KFC Ricardo Gelael Juara 3 Danau Toba Rally 2022

4 hari lalu

Berusia 63 Tahun, Bos KFC Ricardo Gelael Juara 3 Danau Toba Rally 2022

Pereli senior Ricardo Gelael, usia bukanlah batasan. Dalam usia 63 tahun ia meraih juara ketiga Danau Toba Rally 2022. Ini profil bos KFC Indonesia.


KAI Siapkan Duit Rp 20 Miliar untuk Pasang Solar Panel di 40 Stasiun

5 hari lalu

KAI Siapkan Duit Rp 20 Miliar untuk Pasang Solar Panel di 40 Stasiun

KAI meresmikan penggunaan pembangkit solar panel di Stasiun Gambir dengan daya 40,5 kWp dan gedung Jakarta Railway Center (JRC) dengan daya 40 kWp.


Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC, KAI Klaim Hemat Biaya Listrik 10 Persen

5 hari lalu

Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC, KAI Klaim Hemat Biaya Listrik 10 Persen

KAI menggelontorkan Rp 1 miliar untuk memasang solar panel di dua tempat.


KAI Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC

5 hari lalu

KAI Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Pasang Solar Panel di Gambir dan Gedung JRC

Pemasangan solar panel itu merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-77 KAI


Saat Aroma Kopi dari Loko Coffee Pikat Pengunjung Malioboro

8 hari lalu

Saat Aroma Kopi dari Loko Coffee Pikat Pengunjung Malioboro

Loko Coffee Roastary itu saat ini sudah beroperasi penuh setelah sempat vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.