Wapres Ma'ruf Amin Hadiri Perayaan Kelahiran Nabi Kongzi, Siapa Dia?

Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin melambaikan tangan kepada wartawan sebelum mengikuti upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menghadiri peringatan Hari Lahir Nasional Nabi Kong Zi ke-2573 di Pontianak, Kalimantan Barat mengingatkan masyarakat untuk tidak terpecah belah dalam merawat keberagaman di tengah perkembangan teknologi, Kamis, 22 September 2022.

Ma'ruf Amin mengingatkan agar masyarakat tak terpengaruh dan lengah dengan berbagai potensi konflik yang dapat memecah persatuan dan kesatuan.

"Dengan pesatnya kemajuan teknologi, dunia berubah sangat cepat, masa depan semakin sulit kita prediksi, ancaman berevolusi menjadi non-tradisional. Maka, kerukunan dan persatuan dalam keberagaman harus terus kita rawat, jangan sampai terpecah-belah," kata Ma'ruf Amin dalam acara peringatan Hari Lahir Nasional Nabi Kongzi ke-2573 di Pontianak Convention Center, Kalimantan Barat, Kamis, 22 September 2022.

Siapa Nabi Kongzi?

Peringatan Hari Lahir Nasional Nabi Kongzi diperingati pada tanggal 27, bulan 8, tahun 2573 Kongzili atau Imlek, atau yang tahun ini bertepatan pada 22 September 2022. Ia lahir bertepatan dengan tahun 551 SM.

Nabi Kong Zi dalam kepercayaan agama Konghucu sendiri merupakan seorang guru spiritual. Nabi Kong Zi yang memiliki nama asli Kong Qiu atau Kongfuzi dikenal sebagai orang bijak terkenal atau filsuf sosial asal Tiongkok. Karyanya terus dibukukan hingga sekarang Daan dilestarikan secara turun-temurun oleh pengikutnya.

Dilansir dari diy.kemenag.go.id, Nabi Kongzi merupakan putera kedua dari ayahnya yang bernama Kong Shu Liang He dan Ibu bernama Yan Zheng Zai. Ia mempunyai sembilan kakak perempuan dan satu abang dari lain ibu. 

Dulu ibunya sering mendaki bukit Ni untuk memanjatkan doa agar dikaruniai seorang putra. Selang tidak berapa lama pada suatu malam, dia diberi penglihatan dengan datang Malaikat Bintang Utara yang berkata, “Terimalah karunia Tuhan Yang Maha Esa, seorang putra agung nan suci, seorang nabi. Engkau akan melahirkannya di lembah Kong Sang.” 

Saat tengah mengandung, Ibu Yan didatangi seekor Qi-lin atau hewan suci bertubuh kijang, bertanduk tunggal, bersisik seperti naga, berekor seperti lembu. Dari mulutnya, menyembur keluar sebuah kitab kumala (Yu Shu) yang bertuliskan: “Putra sari air suci akan datang untuk menggantikan Dinasti Zhou yang sudah lemah, dan akan menjadi Raja tanpa mahkota”. 

Usai hamil selama 11 bulan, lahirlah Nabi Kongzi pada tanggal 27 bulan 8 tahun 551 SM, di negeri Lu, lembah Kong Sang ayah sekarang dikenal sebagai Kota Qufu, Provinsi Shandong, Tiongkok. 

Alkisah, saat kelahirannya dua ekor naga berjaga mengitari tempat kelahirannya, lima malaikat tua datang menyambut, bintang utara bersinar terang, langit bersih, bumi damai, dan terdengar musik nan merdu mengalun di angkasa.

Sungai Kuning yang biasa airnya keruh, menjadi jernih dan tenang alirannya. Sumber air hangat muncul untuk memandikan sang bayi di lantai gua Kong Sang. 

Saat usia Kong Qiu tiga tahun, ia kehilangan sosok ayah. Sejak itu, ia ikut ibunya berpindah ke dekat rumah neneknya. Saag berusia tujuh tahun, walau berada dalam kemiskinan, ibunya berupaya menyekolahkan Kong Qiu di perguruan Yan Ping Zhong dan diajari seorang cendekiawan dari Negeri Qi. 

Di sekolah ini, para murid diajarkan cara menyiram, membersihkan lantai, bertanya jawab dengan guru, juga pendidikan budi pekerti, musik, menunggang kuda, memanah, sastra dan berhitung. 

Masa kecil Kong Qiu bukanlah masa yang bahagia. Ia terbiasa mengerjakan banyak pekerjaan kasar. Namun dalam kitab Lun Yu tertulis bahwa ia seseorang yang gemar belajar hingga lupa makan dan minum. Dengan banyaknya pekerjaan kasar yang pernah dilakukan, ia memiliki banyak pengetahuan dan keterampilan, termasuk memanah dan berkuda.

Saat menginjak usia 17 tahun, ibunda tercinta pergi untuk selama-lamanya pada usia 35 tahun karena sakit setelah bekerja keras membesarkan anaknya. Kong Qiu yang bersedih menyemayamkan peti jenazah ibunya di tepi jalan kota, berharap ada orang yang mengetahui letak makam ayahnya, agar dapat dimakamkan bersama. 

Tiga hari setelah itu, datanglah seorang nenek mengaku tetangga Ibunda Yan, memberi petunjuk pada Kong Qiu tentang letak makam ayahnya. Maka terkabullah niatnya untuk menyatukan kedua orang tuanya di makam yang berdampingan.

Menurut keyakinan umat Khonghucu, Nabi Kongzi merupakan orang pertama yang menerima kelebihan spiritual, mengembangkan wahyu yang diturunkan kepada para Nabi sebelumnya. Seperti Yao, Shun, Yu, Cheng Tang (nenek moyang Nabi Kong Zi), Wen Wang dan adik keempat pendiri dinasti Zhou, Wu Wang yakni Pangeran Zhou Gong.

Disarikan dari berbagai sumber, Nabi Kongzi diberi kelebihan spiritual yang dikaruniakan Tian, beliau difirmankan sebagai Genta Rohani Tuhan YME (Tian Zhi Mu Duo), juru penerang dan penyedar rohani insan beriman Ru Jiao. Pada masanya, Nabi Besar Kong Zi memiliki 3 ribu murid yang diantaranya merupakan para pangeran Negeri Lu, namun kebanyakan muridnya adalah dari kalangan rakyat jelata.

Nabi Besar Kong Zi pernah menduduki jabatan perdana menteri dan menteri hukum di Negeri Lu, namun lebih banyak yang mengenalnya sebagai seorang suci yang berprofesi sebagai Guru Besar.

ANNISA FIRDAUSI  I  SDA

Baca: Ma'ruf Amin: Keberagaman Harus Kita Rawat jangan Terpecah Belah

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

6 jam lalu

PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

Said Abdullah, mengaku menghargai wacana duet Puan Maharani dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin pada Pilpres 2024.


Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

7 jam lalu

Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

Sekber mengajukan gugatan judicial review atas Pasal 169 huruf n UU Pemilu untuk merealisasikan agar Prabowo-Jokowi bisa maju Pilpres 2024


Mengenal Giorgia Meloni, Kandidat Kuat Perdana Menteri Italia Baru

11 jam lalu

Mengenal Giorgia Meloni, Kandidat Kuat Perdana Menteri Italia Baru

Di usia remaja, Giorgia Meloni aktivis sayap pemuda Gerakan Sosial Italia (MSI), yang dibentuk oleh pendukung diktator fasis Benito Mussolini


Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

1 hari lalu

Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

Syekh Yusuf Al Qaradawi, ulama dan cendekiawan Mesir itu wafat pada Senin, 26 September 2022. Ia pernah datang ke kantor PBNU, ini pesannya.


Poin Pertemuan Ma'ruf Amin - Fumio Kishida: Investasi USD 5,2 Miliar hingga Ekspor Tuna

1 hari lalu

Poin Pertemuan Ma'ruf Amin - Fumio Kishida: Investasi USD 5,2 Miliar hingga Ekspor Tuna

Ma'ruf Amin melaporkan sejumlah poin yang dibahas dalam pertemuannya dengan PM Jepang Fumio Kishida di Istana Akasaka, Senin, 26 September 2022.


Wapres Ma'ruf Amin dan Pemimpin Dunia Hari Ini Ikuti Pemakaman Shinzo Abe

1 hari lalu

Wapres Ma'ruf Amin dan Pemimpin Dunia Hari Ini Ikuti Pemakaman Shinzo Abe

Wakil Presiden Ma'ruf Amin hari ini akan mengikuti pemakaman kenegaraan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe yang tewas dibunuh.


Argumen Sekber Prabowo Gugat UU Pemilu Agar Jokowi Bisa Jadi Wapres

1 hari lalu

Argumen Sekber Prabowo Gugat UU Pemilu Agar Jokowi Bisa Jadi Wapres

Sekber Prabowo-Jokowi 2024-2029 mengajukan judicial review atas Pasal 169 huruf n UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu agar Jokowi bisa jadi Wapres


Terlalu Mahal, Acara Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe Jadi Kontroversi

1 hari lalu

Terlalu Mahal, Acara Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe Jadi Kontroversi

Pemakaman Kenegaraan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah memicu reaksi publik sampai ada yang bakar diri sebagai bentuk protes.


Wapres Ma'ruf Amin Bertolak ke Jepang Hadiri Pemakaman Shinzo Abe

3 hari lalu

Wapres Ma'ruf Amin Bertolak ke Jepang Hadiri Pemakaman Shinzo Abe

Senin, 26 September 2022, Ma'ruf Amin diagendakan melakukan courtesy call dengan PM Jepang Kishida Fumio di Istana Akasaka.


Batik Lasem, Batik Khas Rembang Hasil Perpaduan Kultur

4 hari lalu

Batik Lasem, Batik Khas Rembang Hasil Perpaduan Kultur

Tasini menjelaskan perbedaan batik Lasem dengan batik dari daerah lain, adalah warna merah yang biasa tampak mendominasi budaya Tiongkok.