Jenderal Dudung Klaim Tak Dapat Pesan Permintaan Maaf dari Effendi Simbolon

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan sambutannya dalam apel gelar pasukan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa, 25 Januari 2022. Dalam apel tersebut, KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman menekankan tujuh pedoman harian yang harus diterapkan para prajurit TNI AD salah satunya implementasi sapta marga sumpah prajurit dan 8 wajib TNI di mana pun berada. TEMPO/Ridho Fadilla

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman mengklaim dirinya tidak menerima pesan permohonan maaf dari anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon. Sebelumnya, Effendi mengklaim sudah meminta maaf kepada Dudung lewan pesan singkat, namun belum mendapat respons. 

"Di handphone saya belum ada SMS, belum ada telepon. Kalau beliau mau datang, saya terima dengan baik. Tidak ada masalah," kata Dudung dalam keterangannya, Jumat, 16 September 2022. 

Dudung bahkan menyambut baik usulan Majelis Kehormatan Dewan (MKD) yang memintanya hadir ke DPR dan bertemu Effendi.

"Mau dipanggil MKD, saya juga tidak ada masalah, kapan? Cuma belum ada panggilannya. Kalau Pak Effendi mau ke sini, silakan. Saya kenal baik, kan temannya mertua saya itu. Teman dekat banget sama saya," kata Dudung. 

Sebelumnya, Effendi mengatakan langsung mengirim pesan permohonan maaf ke Dudung setelah ucapannya soal TNI seperti gerombolan dan ormas, menuai kecaman dari banyak pihak. Namun, ia mengklaim pesan tersebut tidak ditanggapi oleh Dudung. Ia berencana menemui langsung Dudung untuk meminta maaf. 

"Pak Dudung belum respons, saya sudah minta waktu saya akan hadir sendiri, saya bertanggungjawab apa yang saya sampaikan saya bertanggungjawab apa yang menjadi sikap, apa yang saya sampaikan," kata politikus PDIP itu.

Sebelumnya dalam rapat Komisi I dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Effendi Simbolon mempertanyakan ketidakhadiran KSAD Jenderal Dudung Abdurachman di rapat tersebut.

Effendi kemudian mengatakan bahwa ada disharmoni hubungan antara Andika dengan Dudung. Dia bahkan mengatakan sikap TNI melebihi ormas. "Jadi tidak ada kepatuhan," kata Effendi.

Effendi beranggapan jika memang Andika Perkasa dengan Dudung Abdurrachman masih mementingkan ego masing-masing, ia mengusulkan kepada keduanya agar berhenti manggung untuk menjadi Capres dan Cawapres.

 Baca juga: Tak Hanya ke TNI, Effendi Simbolon Didesak Minta Maaf ke Ormas

M JULNIS FIRMANSYAH 






PPAD Lakukan Kolaborasi Bakti Sosial Operasi Katarak di Puncak Jaya Papua Tengah

5 hari lalu

PPAD Lakukan Kolaborasi Bakti Sosial Operasi Katarak di Puncak Jaya Papua Tengah

Banyaknya pengidap katarak di Puncak Jaya, Papua Tengah, PPAD lakukan kolaborasi bakti sosial operasi katarak. Ini kata Doni Monardi, Ketua Umum PPAD.


Rapat dengan Panglima TNI, DPR Pertanyakan Absennya KSAD Jenderal Dudung Abdurachman

6 hari lalu

Rapat dengan Panglima TNI, DPR Pertanyakan Absennya KSAD Jenderal Dudung Abdurachman

Dalam rapat antara DPR dan Panglima TNI hari ini, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman absen. Meutya Hafid mempertanyakannya.


Terdakwa Kasus Korupsi Dana Tabungan Perumahan TNI AD Divonis 16 Tahun Penjara

7 hari lalu

Terdakwa Kasus Korupsi Dana Tabungan Perumahan TNI AD Divonis 16 Tahun Penjara

Terdakwa kasus korupsi dana Tabungan Wajib Perumahan TNI AD Brigadir Jenderal TNI Yus Adi Kamrullah dan Ni Putu Purnamasari, divonis 16 tahun


Dugaan Korupsi Dana Tabungan Wajib Perumahan AD, 180 Aset Tanah dan Bangunan Disita

15 hari lalu

Dugaan Korupsi Dana Tabungan Wajib Perumahan AD, 180 Aset Tanah dan Bangunan Disita

Tim Koneksitas yang terdiri dari jaksa, oditur, dan penyidik Pusat Polisi Militer TNI AD telah menyita 180 aset tanah dan bangunan terkait kasus dugaan korupsi dana tabungan wajib perumahan (TWP) Angkatan Darat (AD).


2 Terdakwa Korupsi Dana Tabungan Wajib Perumahan TNI AD akan Divonis Akhir Januari

16 hari lalu

2 Terdakwa Korupsi Dana Tabungan Wajib Perumahan TNI AD akan Divonis Akhir Januari

Dua terdakwa korupsi dana Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat 2013-2020 yang merugikan negara hingga Rp 133 miliar divonis 31 Januari


Satpol PP Beri Dana Hibah Rp11 Miliar untuk Kendaraan Mewah Pejabat Kodam Jaya

22 hari lalu

Satpol PP Beri Dana Hibah Rp11 Miliar untuk Kendaraan Mewah Pejabat Kodam Jaya

Dana hibah dari Satpol PP DKI digunakan Kodam Jaya untuk membeli mobil dinas merek Innova, Fortuner, hingga Land Cruiser


Panglima TNI, 3 Kepala Staf Angkatan dan Kapolri Main Wayang Orang Lakon Pandawa Boyong

24 hari lalu

Panglima TNI, 3 Kepala Staf Angkatan dan Kapolri Main Wayang Orang Lakon Pandawa Boyong

Panglima TNI bersama para Kepala Staf TNI dan Kapolri akan memainkan teater wayang orang dengan lakon Pandawa Boyong di Taman Ismail Marzuki.


Aprilio Perkasa Manganang Menikah, Jalan Hidup Aprilia Manganang dan Nama Pemberian Andika Perkasa

33 hari lalu

Aprilio Perkasa Manganang Menikah, Jalan Hidup Aprilia Manganang dan Nama Pemberian Andika Perkasa

Semula bernama Aprilia Manganang, Andika Perkasa memberinya nama setelah jenis kelaminnya dipastikan secara hukum sebagai Aprilio Perkasa Manganang.


Segini Prakiraan Gaji Pensiun Jenderal Andika Perkasa Usai Purnatugas 21 Desember 2022

50 hari lalu

Segini Prakiraan Gaji Pensiun Jenderal Andika Perkasa Usai Purnatugas 21 Desember 2022

Jenderal Andika Perkasa purnatugas 21 Desember 2022. Berapa kira-kira gaji pensiunnya sebagai perwira tinggi purnawirawan TNI?


Deddy Corbuzier Tak Akan Ambil Gaji Tunjangan sebagai Letkol Tituler, Berapa Besarannya?

53 hari lalu

Deddy Corbuzier Tak Akan Ambil Gaji Tunjangan sebagai Letkol Tituler, Berapa Besarannya?

Meskipun berhak mendapatkan gaji dan tunjangan sebagai Letkol Tituler, Deddy Corbuzier menyatakan bahwa ia tidak akan mengambilnya. Ini Alasannya.