Save the Children Dampingi 32 Kasus Kekerasan Tehadap Anak di Sumba

Manager Save and Children wilayah Sumba, David Walla saat workshop jurnalis sahabat anak NTT, Selasa, 13 September 2022. John Seo/Tempo.co

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Save the Children melakukan pendampingan terhadap 32 kasus kekerasan terhadap anak dan 28 kasus kekerarasn terhadap perempuan di di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lembaga kemanusiaan itu menyatakan bahwa tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan di kawasan NTT cukup tinggi.

"Kasus kekerasan terhadap anak didominasi kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan," kata Manager Save and Children wilayah Sumba, David Walla saat workshop jurnalis sahabat anak NTT, Selasa, 13 September 2022.

Dia menyebut terdapat dua kasus pelecahan seksual terbaru yang terjadi di Kabupaten Sumba Tengah yang sedang ditangani aparat kepolisian. Kasus kekerasan seksual terhadap anak seperti ini, menurut dia, tidak bisa ditoleransi lagi. Apalagi dengan adanya peraturan presiden terbaru.

"Pemerintah atau kepolisian sudah tidak toleransi lagi terkait kasus kekerasan seksual ini," tegasnya.

Dia berharap pelaku pelecehan seksual anak ini, kata dia, harus mendapat hukuman yang berat, sehingga bisa menjadi efek jera bagi lainnya. "Perlu langkah besar dalam tangani kasus kekerasan seksual anak ini," harapnya.

Save the Children sendiri, menurut David, membangun sistem dengan pihak sekolah yang disebut referal system. Jika terdapat kasus kekerasan terhadap anak bisa melaporkan ke aparat desa, yang selanjutnya dilaporkan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan kepolisian untuk ditindaklanjuti.

"Kasus kekerasan terhadap anak itu biasanya langsung ditekel aparat kepolisian untuk menanganinya," kata dia.

Selain mengawal kasus kekerasan terhadap anak, Save the Children, juga menyiapkan tenaga pendamping secara psikologis bagi korban kekerasan terhadap anak.

"Anak yang menjadi korban harus ditangani secara psikologis, sehingga bisa mengurangi rasa stres," katanya.

Save the Children punya program pengembangan anak remaja. Dimana, pihaknya bekerjasama dengan pihak puskesmas guna memastikan ada koseling.

"Jika ada korban yang tidak bisa dijelaskan, maka perlu dilakukan konseling atau pendampingan bagi mereka," katanya.

Terkait perlindungan bagi korban dalam melaporkan kasus itu, kata dia, Save the Children telah menbentuk kelompok peduli anak di tingkat desa yang dibangun, sehingga jika ada kasus segera dilaporkan ke KPPPA untuk ditindaklanjuti.

"Waktu pelaporan kasus paling lama 1x24 jam," tegasnya. 






Polisi Tangkap Eks Pacar yang Lemparkan Helm Plus & Melakukan Kekerasan Seksual

17 jam lalu

Polisi Tangkap Eks Pacar yang Lemparkan Helm Plus & Melakukan Kekerasan Seksual

Polres Metro Jakarta Barat menangkap seorang pria, inisial SAM (23) karena diduga melakukan kekerasan seksual terhadap mantan kekasihnya.


Jaksa Tuduh Kuasa Hukum Putri Candrawathi Paksakan Motif Pelecehan untuk Cari Simpati

21 jam lalu

Jaksa Tuduh Kuasa Hukum Putri Candrawathi Paksakan Motif Pelecehan untuk Cari Simpati

Jaksa mengatakan kuasa hukum bahkan mendukung ketidakjujuran Putri Candrawathi dan melimpahkan kesalahan kepada Yosua.


Jaksa Sebut Dalil Pemerkosaan Putri Candrawathi Khayalan untuk Bebas Jerat Hukum

21 jam lalu

Jaksa Sebut Dalil Pemerkosaan Putri Candrawathi Khayalan untuk Bebas Jerat Hukum

Jaksa mengatakan pleidoi Putri Candrawathi tidak memiliki dasar yuridis yang kuat untuk menggugurkan surat tuntutan.


Jaksa Sebut Putri Candrawathi Tak Lakukan Visum karena Berusaha Pertahankan Ketidakjujuran

22 jam lalu

Jaksa Sebut Putri Candrawathi Tak Lakukan Visum karena Berusaha Pertahankan Ketidakjujuran

Menurut jaksa keterangan ahli psikologi forensik dalam kasus Putri Candrawathi tidak relevan dijadikan alat bukti.


Jaksa Sebut Tim Kuasa Hukum Putri Candrawathi Paksakan Motif Pelecehan Tanpa Bukti Valid

23 jam lalu

Jaksa Sebut Tim Kuasa Hukum Putri Candrawathi Paksakan Motif Pelecehan Tanpa Bukti Valid

Jaksa menuding Putri Candrawathi malah tidak berkata jujur dan ketidakjujuran ini didukung oleh tim kuasa hukumnya.


Dani Alves Berada Satu Sel dengan Pengawal Ronaldinho di Penjara Brians 2 di Barcelona

1 hari lalu

Dani Alves Berada Satu Sel dengan Pengawal Ronaldinho di Penjara Brians 2 di Barcelona

Dani Alves saat ini mendekam di penjara Brians 2 di Barcelona karena kasus pelecehan seksual sejak 20 Januari lalu.


Pengacara Yakin Dani Alves Bisa Dibebaskan dari Penjara dalam Waktu Satu Bulan

1 hari lalu

Pengacara Yakin Dani Alves Bisa Dibebaskan dari Penjara dalam Waktu Satu Bulan

Tim kuasa hukum Dani Alves berencana mengajukan banding terhadap perintah penahanan sementara tanpa jaminan terhadap kliennya, Senin, 30 Januari 2023.


Gelaran ASEAN Summit 2023, PUPR Bangun Akses Labuhan Bajo - Tanamori

1 hari lalu

Gelaran ASEAN Summit 2023, PUPR Bangun Akses Labuhan Bajo - Tanamori

PUPR tengah merampungkan pembangunan akses Labuan Bajo - Tanamori di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.


Khawatir Pelecehan, Warga Minta Petugas Keamanan di Skywalk Kebayoran Lama Ditambah

2 hari lalu

Khawatir Pelecehan, Warga Minta Petugas Keamanan di Skywalk Kebayoran Lama Ditambah

Warga Jakarta, khusunya yang perempuan khawatir terjadi pelecehan seksual di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau Skywalk Kebayoran Lama


Penjabat Bupati Lembata Resmikan Patung Anto Enga Tifaona

3 hari lalu

Penjabat Bupati Lembata Resmikan Patung Anto Enga Tifaona

Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa mengatakan patung Anto Enga Tifaona ini akan dijadikan ikon warga Kota Loweleba.