Dituding Lindungi Kombes Anton Setiawan, Ini Kata Kabareskrim

Editor

Febriyan

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto memberikan keterangan pers terkait kasus kematian Brigadir J, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022. Agus Andrianto mengatakan bahwa Ferdy Sambo menyuruh melakukan dan membuat skenario peristiwa seolah-olah terjadi peristiwa tembak-menembak di rumah dinas Ferdy di Duren Tiga. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Komisaris Jenderal Agus Andrianto menanggapi tudingan bahwa pihaknya sengaja melindungi Kombes Anton Setiawan yang disebut terlibat dalam kasus gratifikasi proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, pada 2019. Tudingan itu datang dari Indonesia Police Watch (IPW). 

Agus menyatakan bahwa keterlibatan Anton Setiawan  dalam kasus itu tengah didalami oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. 

“Masih didalami Propam,” kata Agus Andrianto saat dihubungi, 12 September 2022.

Agus Andrianto mengatakan saat ini Kombes Anton Setiawan menjabat Kasubdit Direktorat Tindak Pidana Terorisme (Dittipidter) Bareskrim Polri.

Anton terseret kasus gratifikasi yang menjerat mantan mantan Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatra Selatan, AKBP Dalizon, yang kini tengah menjalani persidangan. Anton merupakan mantan Direktur Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumatera Selatan

Dalam dakwaan Dalizon, Anton disebut menerima dana sebesar Rp 4,75 miliar yang diberikan pihak PUPR Oku untuk menghentikan perkara tersebut. Dalizon total menerima Rp 10 miliar untuk menghentikan kasus itu. 

Setoran kepada Anton itu kembali ditegaskan oleh Dalizon dalam kesaksiannya di sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang, Sumsel, Rabu, 7 Septembet 2022. Selain Rp 4,75 miliar, Dalizon mengaku kerap memberikan setoran kepada Anton setiap bulannya. Besarnya, sekitar Rp 300 juta hingga Rp 500 juta per bulan. Pengakuan Dalizon ini viral di media sosial. 

Dalam persidangan kasus gratifikasi dan pemerasan Proyek Pembangunan Infrastruktur Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2019 sendiri, Kombes Anton Setiawan tidak pernah hadir. Pasalnya, JPU tidak pernah memaksa Kombes Anton Setiawan untuk menjadi saksi di persidangan. 

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso dalam keterangannya Sabtu lalu, 10 September 2022, menilai ada kesan melindungi Kombes Anton Setiawan karena Polri memutasinya ke Bareskrim.

“Apakah Bareskrim memang sengaja melindungi koruptor di kandangnya sendiri. Pasalnya, Anton Setiawan setelah dimutasi dari Dirkrimsus Polda Sumsel bertugas di Ditipidter Bareskrim Polri,” kata Sugeng, dalam keterangan tertulis 10 September lalu.

IPW juga menemukan keanehan lain. Misalnya, dalam penanganan kasus AKBP Dalizon tersebut, Bareskrim Polri tidak mengenakan Undang-Undang 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).  Akibatnya, Kombes Anton Setiawan menjadi tidak tersentuh oleh aliran uang dari AKBP Dalizon. 

Padahal, apabila masyarakat biasa melakukan dugaan tindak pidana, pihak Bareskrim Polri langsung menyematkan pasal TPPU dengan mengorek semua aliran keuangan, termasuk memblokir rekening bank terduga pelaku tindak pidana dan orang-orang yang mendapat aliran dananya. 

“Kenapa UU TPPU itu tidak diterapkan bagi anggota Polri?” tanya Sugeng.

IPW pun mendesak Kabareskrim Komjen Agus Adrianto untuk segera mengambil langkah bersih-bersih terhadap jajarannya. Sugeng menilai hal itu bisa diawali dengan menuntaskan kasus gratifikasi dan pemerasan Proyek Pembangunan Infrastruktur Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin 2019 sampai menyentuh ke atasan dan bawahan AKBP Dalizon, termasuk Kombes Anton Setiawan. 






Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK, Apa Koleksi Mobilnya

6 jam lalu

Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK, Apa Koleksi Mobilnya

Dalam LHKPN, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto memilki 1 mobil pada 2011 dan memiliki 2 mobil di LHKPN 2008.


Kementerian PUPR Sebut 1.400 Hektar Lahan IKN Diminati Investor

7 jam lalu

Kementerian PUPR Sebut 1.400 Hektar Lahan IKN Diminati Investor

Kementerian PUPR menyatakan peningkatan minat investasi di IKN mencapai 40 kali lipat sejak dilakukan jajak pasar pada 18 Agustus dan 22 Oktober 2022.


Keluarga Ismail Bolong Beserta Pengacara Telah Hadir di Bareskrim Untuk Jalani Pemeriksaan Hari Ini

7 jam lalu

Keluarga Ismail Bolong Beserta Pengacara Telah Hadir di Bareskrim Untuk Jalani Pemeriksaan Hari Ini

Keluarga Ismail Bolong dipastikan telah hadir dalam pemeriksaan di Bareskrim Polri pada hari ini.


Soal Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong Cs, Polri Tetapkan Tersangka Hari Ini

7 jam lalu

Soal Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong Cs, Polri Tetapkan Tersangka Hari Ini

Penyidik menyatakan telah menaikkan kasus tambang ilegal Ismail Bolong cs ke tahap penyidikan.


Kuasa Hukum Hendra Kurniawan Minta Kapolri Lindungi Ismail Bolong: Jangan Dihilangkan

9 jam lalu

Kuasa Hukum Hendra Kurniawan Minta Kapolri Lindungi Ismail Bolong: Jangan Dihilangkan

Ferdy Sambo mengatakan ia sudah menyampaikan laporan hasil penyelidikan secara resmi ke pimpinan soal penyelidikan kasus Ismail Bolong.


Kuasa Hukum Hendra Kurniawan Benarkan Ada BAP Kabareskrim dalam Penyelidikan Kasus Ismail Bolong

9 jam lalu

Kuasa Hukum Hendra Kurniawan Benarkan Ada BAP Kabareskrim dalam Penyelidikan Kasus Ismail Bolong

Kuasa hukum Hendra Kurniawan, Henry Yosodiningrat bicara soal BAP Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dalam kasus Ismail Bolong.


PUPR Bakal Bangun Rumah Bagi Korban Gempa Cianjur di Lahan 2,5 Hektare

10 jam lalu

PUPR Bakal Bangun Rumah Bagi Korban Gempa Cianjur di Lahan 2,5 Hektare

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membangun rumah bagi korban gempa Cianjur di atas lahan seluas 2,5 hektare.


Menteri PUPR: 200-an Investor Malaysia Berminat Investasi di IKN

11 jam lalu

Menteri PUPR: 200-an Investor Malaysia Berminat Investasi di IKN

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa 200-an investor Malaysia telah menyatakan minatnya menanamkan investasi di IKN.


Polri Pastikan Anak dan Istri Ismail Bolong Hadiri Pemeriksaan di Bareskrim Hari Ini

12 jam lalu

Polri Pastikan Anak dan Istri Ismail Bolong Hadiri Pemeriksaan di Bareskrim Hari Ini

Anak dan istri Ismail Bolong dipastikan hari ini akan menghadiri pemeriksaan dalam kasus tambang ilegal di Bareskrim.


Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

1 hari lalu

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK membawa sejumlah alat bukti.