HMI Minta Polri Ungkap Tuntas Kasus Brigadir J Demi Kepercayaan Publik

Mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo beserta istri Putri Candrawathi saat mengikuti rekonstruksi terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Yosua Hutabarat di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2022. Proses rekonstruksi atau reka ulang pembunuhan terhadap Brigadir J yang melibatkan 5 orang tersangka ini merekaulang sebanyak 74 adegan. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Badan Koordinasi Nasional Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Himpunan Mahasiswa Islam atau Bakornas LKBHMI, Syamsurmalin meminta Polri mengusut tuntas kasus pembunuhan Nofriyansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Kita melihat dari rentetan perjalanan kasus yang terjadi di Duren Tiga itu harus menjadi perhatian bersama bangsa ini. Karena apa? Institusi Polri yang selama ini memiliki tupoksi berdasarkan konstitusi kita yang diatur dalam pasal 30 UUD yaitu memiliki tugas menjaga ketertiban, melayani masyarakat, dan menegakan hukum," kata Syamsumarlin dalam diskusi di Sekretariat PB HMI, Jalan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 10 September 2022.

Pada diskusi “Extra Judicial Killing, Obstruction of Justice, dan Urgensi Reformasi Institusi Polri dalam Pusaran Tragedi Duren Tiga” ini, Syamsumarlin mengungkapkan bahwa munculnya slogan di media sosial yang berbunyi "No Viral, No Justice” menjadi bukti nyata akan keresahan yang dihadapi masyarakat terhadap ketidakprofesionalan Polri.

Ia berujar bahwa masyarakat beranggapan bahwa masalah yang terjadi akan segera ditangani oleh kepolisian jika sudah viral di media sosial. 

Seperti kasus Brigadir J yang awal mulanya viral karena diduga polisi saling tembak menembak menjadi kasus pembunuhan berencana yang masih belum ada ujungnya. Dari kasus Brigadir J yang belum juga selesai merupakan contoh bukti nyata bahwa adanya ketidakprofesionalan polri dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penegak hukum. 


“Kalau terbukti ada pejabat Polri atau siapa saja yang merintangi proses hukum tidak hanya berakhir di sidang etik, tetapi juga di sidang pidana,” ucapnya.


Menurutnya, menindak tegas pelaku perintangan penyidikan akan membuktikan bagaimana Polri menegakkan hukum. Publik menilai terjadi ketidakwajaran di Polri sejak terkuaknya pembunuhan Brigadir J dengan tersangka utama Ferdy Sambo. Sebanyak 97 polisi yang diperiksa menjadi bukti adanya masalah di kepolisian.


"Kami melihat kasus ini adalah kejahatan yang terstruktur dan sistematis,” ujarnya.


Syamsumarlin juga menyarankan pentingnya Polri melakukan klasifikasi antara anggota yang sengaja melakukan obstruction of justice dalam pembunuhan Brigadir J dan yang tidak sengaja terjebak dalam skenario Ferdy Sambo. Klarifikasi itu disampaikan kepada publik sebagai bentuk keterbukaan dan akuntabilitas Polri.

"Ini kemudian yang jadi tanda tanya kita bahwa perbuatan para terduga ini yang melakukan obstruction of justice ini tidak diungkap secara gamblang, hanya saja yang menjadi sorotan hanyalah sanksi yang diberikan. Kita harus beri atensi," ungkapnya.

 

Dinda Nataya Begjani

Baca: PB HMI Desak Pelaku Obstruction of Justice Pembunuhan Brigadir J Dibawa ke Sidang Pidana






Viral Video Curhat Dugaan Praktik KKN di Polri, Polda Sulsel: Sudah Diklarifikasi, Semua Tak Benar

2 jam lalu

Viral Video Curhat Dugaan Praktik KKN di Polri, Polda Sulsel: Sudah Diklarifikasi, Semua Tak Benar

Polda Sulsel memberikan penjelasan soal video anggota Polres Tana Toraja yang meminta Kapolri menindak tegas dugaan praktik KKN di institusi Polri.


WNA Tidak Bayar Denda Tilang Elektronik, Polda Kepri Punya Penangkalnya

3 jam lalu

WNA Tidak Bayar Denda Tilang Elektronik, Polda Kepri Punya Penangkalnya

Integrasi data Polri dan Imigrasi dapat mencegah WNA yang kena tilang elektronik tapi mangkir dari kewajiban membayar denda.


Sidang Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Pekan Depan, Ini Jadwalnya

5 jam lalu

Sidang Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Pekan Depan, Ini Jadwalnya

Sidang kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice dengan terdakwa Ferdy Sambo cs kembali digelar pekan depan.


Kasus Brigadir J, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Ketua RT Kompleks Duren Tiga Secara Daring

6 jam lalu

Kasus Brigadir J, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Ketua RT Kompleks Duren Tiga Secara Daring

Majelis hakim memerintahkan JPU menghadirkan Ketua RT 5 Kompleks Polri Duren Tiga, yakni Seno Sukarto pada sidang perintangan penyidikan kasus Brigadir J


Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

9 jam lalu

Alasan Kepolisian Belum Beri Sinyal Kelanjutan Liga Indonesia

Asops Kapolri, Irjen. Agung Setya Imam Effendi mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan penilaian resiko untuk kelanjutan liga Indonesia.


BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

18 jam lalu

BRI Liga 1 Belum Pasti Bergulir Bulan Ini, Polisi Tunggu Hasil Penilaian Resiko

Polisi masih menunggu hasil penilaian resiko yang dibuat Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan untuk memberikan izin BRI Liga 1 kembali bergulir.


Saksi Sebut Arif Rachman Arifin Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Rekayasa BAP

1 hari lalu

Saksi Sebut Arif Rachman Arifin Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Rekayasa BAP

Terdakwa kasus obstruction of justice, Arif Rachman Arifin pernah memerintahkan penyidik Polres Jakarta Selatan untuk merekayasa berita acara pemeriksaan (BAP).


Jamin TNI-Polri Solid Jika Terpilih Jadi Panglima, Yudo Margono: Istri Saya Saja Polri

1 hari lalu

Jamin TNI-Polri Solid Jika Terpilih Jadi Panglima, Yudo Margono: Istri Saya Saja Polri

Laksamana Yudo Margono menjamin hubungan TNI-Polri bakal tetap solid jika dirinya terpilih menjadi Panglima TNI.


Polri Ungkap Peran Anak dan Istri Ismail Bolong di Perusahaan Tambang Ilegal

1 hari lalu

Polri Ungkap Peran Anak dan Istri Ismail Bolong di Perusahaan Tambang Ilegal

Bareskrim Polri telah memeriksa istri dan anak Ismail Bolong ihwal kasus dugaan tambang ilegal batu bara di Kalimantan Timur.


Bharada E Sebut Perempuan Menangis di Rumah Sambo, LPSK: Ia Berkata Jujur

1 hari lalu

Bharada E Sebut Perempuan Menangis di Rumah Sambo, LPSK: Ia Berkata Jujur

LPSK memberikan tanggapan mengenai pernyataan penasihat hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis yang menyebut Bharada E memberikan kesaksian bohong di persidangan.