Keluarga Bantah Korban Mutilasi di Papua Ada Kaitan dengan KKB, Ini Kronologi versi Mereka

Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com

TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga dari empat korban pembunuhan disertai mutilasi yang terjadi di Papua menceritakan detail kronologi kejadian nahas tersebut.

Menurut cerita versi keluarga, kasus pembunuhan ini berawal pada 22 Agustus 2022 pukul 19.00 waktu setempat. Saat itu, kedua korban atas nama Irian Nirigi dan Arnold Lokbere meninggalkan rumah mereka dengan menggunakan Toyota Avanza hitam bernomor polisi PA 1082 WR. Di tengah perjalanan, kedua korban mengganti kendaraan dengan Toyota Calya karena mobil sebelumnya hendak digunakan untuk keperluan keluarga.

"Selanjutnya setelah mengganti mobil, keduanya menjemput Atis Tini di Kilo 11 Kampung Kadun Jaya sekitar pukul 19:45 WIT dan selanjutnya mobil menjemput salah satu korban lainnya," dalam keterangan pihak keluarga korban yang diterima Tempo, Sabtu, 3 September 2022.

Keempat korban atas nama Arnold Lokbere, Irian Nirigi, Lemanion Nirigi, dan Atis Tini selanjutnya pergi ke area Kampung Kamoro Jaya Distrik Wania SP 1 Timika Papua. Setelah mereka berangkat, pihak keluarga tidak mendapat kabar apapun lagi dari para korban.

Hingga pada Jumat, 26 Agustus 2022, pihak keluarga baru mendapatkan kabar penemuan satu jasad korban atas nama Lemaniol Nirigi dalam kondisi termutilasi di RSUD Timika. Jasad ketiga korban lainnya baru ditemukan setelah pihak keluarga dan warga melakukan pencarian di Sungai Lopong Iwaka, Timika, Papua.

"Sehingga kami keluarga korban membenarkan adanya dugaan pembunuhann terjadi di SP sebagaimana yang disampaikan pada beberapa media," bunyi siaran pers tersebut.



Keluarga menyebut para korban akan membeli bahan bangunan

Dalam versi kepolisian, keempat korban ini dibunuh oleh enam anggota TNI setelah dijebak untuk melakukan transaksi pembelian senjata api. Para korban dibunuh karena diduga simpatisan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Namun, pihak keluarga membantah klaim tersebut. Menurut mereka, para korban merupakan warga sipil dan sudah dibenarkan oleh Bupati Nduga. Mengenai aktivitas mereka pada malam itu, pihak keluarga juga membantah bahwa keempatnya hendak membeli senjata.

Menurut keluarga, para korban saat itu hendak membeli barang-barang bangunan. "Kami keluarga korban merasa informasi tersebut adalah tidak benar dan secara tegas Bapak Bupati Nduga menyampaikan secara tegas bahwa keempat korban adalah benar-benar warga saya dan merupakan warga sipil," bunyi siaran pers tersebut.

Hingga saat ini, sudah ada 8 anggota TNI AD dari Brigif 20 Para Rider bagian dari Divisi 3 Kostrad yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Selain membunuh, para tersangka juga merampas uang milik para korban sebanyak Rp250 juta.

M JULNIS FIRMANSYAH

Baca: Polda Papua Selidiki Dugaan Keterlibatan Korban Mutilasi dengan KKB

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Tunggu Hasil Autopsi, Keluarga Minta Kematian Prada Indra Wijaya Diusut

23 jam lalu

Tunggu Hasil Autopsi, Keluarga Minta Kematian Prada Indra Wijaya Diusut

Prajurit TNI AU, Prada Indra Wijaya meninggal dunia di Markas Komando Operasi Udara III, Biak, Papua. Korban diduga sempat mengalami tindak kekerasan


Bulan Depan Panglima TNI Andika Perkasa Pensiun, Berikut Batas Umur Pensiun TNI dan Gajinya

23 jam lalu

Bulan Depan Panglima TNI Andika Perkasa Pensiun, Berikut Batas Umur Pensiun TNI dan Gajinya

Panglima TNI Andika Perkasa bulan depan pensiun. Berapakah batas usia pensiun prajurit TNI, dan berapa besaran gajinya?


Prajurit Tewas Diduga Alami Kekerasan di Makoopsud III Biak, TNI AU Tahan 4 Anggota

3 hari lalu

Prajurit Tewas Diduga Alami Kekerasan di Makoopsud III Biak, TNI AU Tahan 4 Anggota

TNI AU telah menahan empat orang prajurit untuk mendalami dugaan kekerasan yang menewaskan Prada Muhammad Indra Wijaya di Makoopsud III, Biak


USAID dan Bappenas Kerja Sama untuk Bantu Percepatan Pembangunan di Papua

3 hari lalu

USAID dan Bappenas Kerja Sama untuk Bantu Percepatan Pembangunan di Papua

Papua Collaborative Governance Indonesia (USAID Kolaborasi) adalah inisiatif baru yang akan membantu mempercepat pembangunan di Papua


RUU Provinsi Papua Barat Daya Disahkan, Tito: Target Perppu Pemilu Tuntas Akhir Bulan

8 hari lalu

RUU Provinsi Papua Barat Daya Disahkan, Tito: Target Perppu Pemilu Tuntas Akhir Bulan

Pascadiundangkan, kata Tito, Kementerian Dalam Negeri bakal mencari penjabat Gubernur Papua Barat Daya.


DPR Resmi Sahkan RUU Papua Barat Daya Jadi Undang-Undang

9 hari lalu

DPR Resmi Sahkan RUU Papua Barat Daya Jadi Undang-Undang

DPR resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya atau RUU Papua Barat Daya menjadi Undang-Undang


Setelah Solo, Anies Baswedan Bakal ke Jabar hingga Hadiri Perayaan Natal di Papua

10 hari lalu

Setelah Solo, Anies Baswedan Bakal ke Jabar hingga Hadiri Perayaan Natal di Papua

Menurut Ali, kehadiran Anies Baswedan pada perayaan Natal di Papua sebagai bentuk sikap toleran ini bertahun-tahun kala menjadi Gubernur DKI Jakarta


Profil Nikolaus Kondomo Pj Gubernur Papua Pegunungan, Pengalaman Malang Melintang di Kejati

11 hari lalu

Profil Nikolaus Kondomo Pj Gubernur Papua Pegunungan, Pengalaman Malang Melintang di Kejati

Mendagri Tito Karnavian menunjuk Nikolaus Kondomo menjadi Pj Provinsi Papua Pegunungan. Kariernya di beberapa Kejati, bertemu istri di Sleman.


Dua Pleton Brimob Dikirim ke Dogiyai Papua Perketat Keamanan Pasca Kerusuhan

12 hari lalu

Dua Pleton Brimob Dikirim ke Dogiyai Papua Perketat Keamanan Pasca Kerusuhan

Kerusuhan di Dogiyai terjadi sesaat setelah adanya kecelakaan lalu lintas yang menewaskan bocah berusia lima tahun.


Sah, Indonesia Miliki 37 Provinsi Termasuk 3 DOB Papua, Apa Saja Provinsi Baru Ini?

13 hari lalu

Sah, Indonesia Miliki 37 Provinsi Termasuk 3 DOB Papua, Apa Saja Provinsi Baru Ini?

Pemerintah Indonesia melalui Mendagri Tito Karnavian secara resmi menetapkan tiga Daerah Otonomi Baru atau DOB Papua sehingga total provinsi adalah 37