Profil Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto dengan Sederet Penghargaannya

Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto memberikan keterangan pers terkait kasus kematian Brigadir J, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022. Sampai saat ini telah ada empat tersangka, yaitu Bharada E atau Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu (RE), Brigadir Polisi Kepala Ricky Rizal (RR), KM, dan Irjen Ferdy Sambo (FS). TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol. Agung Budi Maryoto turut mendampingi Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Wakapolri Komjen. Pol. Gatot Eddy Pramono, saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat atau RDP oleh Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 24 Agustus 2022.

Dalam rapat tersebut dibahas terkait inti kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Bharada E atas instruksi mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo serta perkembangan penanganan berkaitan dengan kasus tersebut yang menjadi perhatian masyarakat luas.

Dan, selaku Kepala Tim Khusus kasus Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Komjen Agung Budi Maryoto, yang mengumumkan penetapan tersangka istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, 19 Agustus 2022.

Profil Komjen Agung Budi Maryoto

Dikutip dari laman dpr.go.id, Agung Budi Maryoto adalah seorang perwira tinggi Polri. Jabatan Inspektur Pengawasan Umum atau Irwasum Polri telah diembannya sejak 1 Mei 2020. Saat itu dia menggantikan Moechgiyarto. Pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah 57 tahun silam atau tepatnya 19 Februari 1965 ini merupakan lulusan akademi polisi angkatan 1987. Dia berpengalaman dalam bidang lantas.

Agung mengenyam pendidikan formal SD pada 1976, SMP pada 1980, dan SMA pada 1983, dia juga mengenyam pendidikan di S2KIK III pada 2000. Sementara di pendidikan keponakan, Agus masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau AKABRI pada 1987. Dia juga mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1996 dan Sekolah Staf dan Pimpinan atau Sespim Polri pada 2002.

Selain itu, Agung juga pernah menempuh pendidikan kepolisian di Sekolah Staf dan Pimpinan Administrasi Tingkat Tinggi pada 2010 dan di Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) Lembaga Ketahanan Nasional Lemhannas pada 2013. Sementara untuk Pendidikan Kejuruan, dia pernah mengenyam pendidikan di PA Lantas pada 1989, PA Brimob pada 1994, PASEN Lantas pada 2002, ESQ II pada 2006, serta Assesment Dirlantas dan Wadirlantas pada 2010, dan Assesment Pati pada 2014.

Sebelum menggantikan Moechgiyarto sebagai Irwasum Polri, Agung Budi Maryoto merupakan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri dengan masa jabatan 26 April 2019 hingga 1 Mei 2020. Dia juga pernah menjadi Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda Jawa Barat pada 25 Agustus 2017 hingga 26 April 2019 menggantikan Anton Charliyan. Sebelum itu, Agung adalah Kapolda Sumatra Selatan masa jabatan 12 Desember 2016 hingga 25 Agustus 2017.

Pada 2016, Agung menjabat sebagai Kepala Korps Lalu Lintas menggantikan Condro Kirono. Sebelum itu, dalam kurun 5 Juni 2015 hingga 14 April 2016, Agung adalah Kapolda Kalimantan Selatan. Saat itu dia menggantikan Machfud Arifin. Setelah dirotasi sebagai Kepala Korps Lalu Lintas, posisi Kapolda Kalimantan Selatan kemudian digantikan Erwin Triwanto.

Agung Budi Maryoto lulus dari Akpol dengan pangkat Letnan Dua pada 1987. Dia kemudian naik pangkat pada 1990 menjadi Letnan Dua. Pangkat Kapten didapatkannya pada 1993 dan Mayor pada 1998. Lalu pada 2002, dia kembali naik pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi pada 2007. Agung menjadi perwira tinggi Polri pada 2012 setelah naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi. Pada 2016, pangkatnya naik lagi menjadi Inspektur Jenderal Polisi, dan terakhir pada 2019 menjadi Komisaris Jenderal Polisi hingga sekarang.

Selama pengabdiannya di kepolisian, Agung Budi Maryoto banyak memperoleh penghargaan. Berikut beberapa penghargaan yang didapatkan Agung di antaranya Bintang Bhayangkara Pratama, Bintang Bhayangkara Nararya, Satyalancana Pengabdian 24 tahun, Satyalancana Pengabdian 16 tahun, Satyalancana Pengabdian 8 tahun, Satyalancana Jana Utama, Satyalancana Ksatria Bhayangkara, dan Satyalancana Karya Bhakti.

Penghargaan lain yang diperoleh Komjen Agung Budi Maryoto yaitu Satyalancana Dwidya Sistha, Satyalancana Bhakti Buana, Satyalancana Bhakti Nusa, Satyalancana Dharma Nusa, Satyalancana Kebaktian Sosial, Lencana Darma Bakti, dan Bintang Yudha Dharma Pratama.

HENDRIK KHOIRUL MUHID 

Baca: Putri Candrawathi Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Ini Pernyataan Lengkat 3 Perwira Polri

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Komnas HAM Sesalkan Sidang Kasus Tragedi Kanjuruhan Dilaksanakan Tertutup

1 jam lalu

Komnas HAM Sesalkan Sidang Kasus Tragedi Kanjuruhan Dilaksanakan Tertutup

Uli menyebut persidangan tragedi Kanjuruhan memiliki urgensi untuk dijalankan secara terbuka.


Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf Bacakan Duplik Hari ini

2 jam lalu

Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf Bacakan Duplik Hari ini

Tim penasihat hukum terdakwa Ferdy Sambo, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma'ruf akan menyampaikan duplik atau balasan terhadap replik jaksa


Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Jadi Tersangka, Politikus NasDem: Polisi Tidak Berempati

2 jam lalu

Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Jadi Tersangka, Politikus NasDem: Polisi Tidak Berempati

Politikus Partai NasDem Taufik Basari menganggap polisi tidak berempati lantaran menetapkan mahasiswa UI yang tewas ditabrak jadi tersangka.


Alasan Jaksa Menuntut 2 Anak Buah Ferdy Sambo Ini 3 Tahun Penjara

3 jam lalu

Alasan Jaksa Menuntut 2 Anak Buah Ferdy Sambo Ini 3 Tahun Penjara

Dua anak buah Ferdy Sambo, yakni Hendra Kurniawan dan Agus Nur Patria dituntut hukuman penjara selama tiga tahun dengan denda Rp 20 juta.


Laporan Tony Trisno soal Dugaan Penipuan Pembelian Mobil McLaren Senna Dihentikan Bareskrim Polri

4 jam lalu

Laporan Tony Trisno soal Dugaan Penipuan Pembelian Mobil McLaren Senna Dihentikan Bareskrim Polri

Bareskrim Polri menyatakan laporan Tony Trisno soal dugaan penipuan pembelian mobil McLaren Senna bukan tindak pidana.


Kasus Obstruction of Justice: Tuntutan Anak Buah Ferdy Sambo Tertinggi 3 Tahun

5 jam lalu

Kasus Obstruction of Justice: Tuntutan Anak Buah Ferdy Sambo Tertinggi 3 Tahun

Berikut daftar tuntutan JPU terhadap 5 terdakwa anak buah Ferdy Sambo perkara obstruction of justice atau perintangan penyidikan.


Jaksa Akui Ada Dilema Yuridis dalam Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer

15 jam lalu

Jaksa Akui Ada Dilema Yuridis dalam Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer

Jaksa penuntut umum mengakui ada dilema yuridis dalam menuntut terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu.


Polda Metro Jaya Tersangkakan Mahasiswa UI yang Meninggal, NasDem: Abaikan Perintah Kapolri

16 jam lalu

Polda Metro Jaya Tersangkakan Mahasiswa UI yang Meninggal, NasDem: Abaikan Perintah Kapolri

Taufik Basari menilai Polda Metro Jaya mengabaikan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penanganan kasus secara humanis.


Jaksa Sebut Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer Sudah Penuhi Asas Hukum dan Keadilan

17 jam lalu

Jaksa Sebut Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer Sudah Penuhi Asas Hukum dan Keadilan

Jaksa berpendapat tinggi rendahnya yang kami ajukan kepada majelis hakim terhadap terdakwa Richard Eliezer sudah memenuhi asas kepastian hukum.


Terkini Metro: Perintah Kapolri Usut Ulang Kasus Kematian Mahasiswa UI, Dirkrimsus Soal Dugaan Korupsi Jakpro

20 jam lalu

Terkini Metro: Perintah Kapolri Usut Ulang Kasus Kematian Mahasiswa UI, Dirkrimsus Soal Dugaan Korupsi Jakpro

Pemberitaan terkini kanal Metro Tempo.co hari ini diwarnai isu perintah Kapolri usut ulang kasus kematian mahasiswa UI hingga dugaan korupsi Jakpro.