KPK Geledah Rumah Penyuap Rektor Unila

Reporter

Editor

Febriyan

Konferensi pers terkait hasil OTT Rektor Unila, di Gedung KPK, Jakarta, Minggu, 21 Agustus 2022. KPK mengungkap nilai uang suap yang telah diterima Rektor Unila Karomani mencapai sekitar Rp 5 miliar. Uang suap tersebut ada yang telah dialih bentuk menjadi deposito hingga emas batangan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah sejumlah lokasi dalam penyidikan kasus suap Rektor Unila Prof Karomani. Salah satu tempat yang digeledah adalah rumah tersangka pemberi suap, Andi Desfiandi.

“Benar, salah satu di antaranya adalah kediaman tersangka AD,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, Jumat, 26 Agustus 2022.

Ali mengatakan dari penggeledahan itu, tim penyidik mendapati sejumlah barang bukti. Di antaranya, barang bukti elektronik.

“Kami mendapatkan informasi bahwa di lokasi tersebut terdapat sejumlah bukti yang bisa memperjelas perbuatan para tersangka,” kata dia.

Ali menuturkan barang bukti ini selanjutnya akan dianalisis dan disita secara resmi. Barang bukti itu, kata dia, akan melengkapi bukti lain yang telah dikantongi oleh penyidik untuk menyusun berkas perkara kasus ini.

KPK menetapkan Karomani dan tiga orang lainnya menjadi tersangka kasus suap penerimaan calon mahasiswa baru Universitas Lampung Tahun 2022. Tiga tersangka lainnya itu adalah Wakil Rektor I Bidang Akademik Heryandi, Ketua Senat Muhammad Basri dan Andi Desfiandi dari pihak swasta yang menjadi penyuap.

KPK menduga Karomani memanfaatkan Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila) Tahun Akademik 2022 untuk mendapatkan uang. Selama proses tes, Karomani diduga turun langsung untuk menentukan kelulusan calon mahasiswa.

Dia diduga juga memerintahkan bawahannya untuk menyaring orang tua calon mahasiswa yang dianggap mampu memberikan uang demi anaknya yang ingin belajar di kampus negeri tersebut.

Dia dan bawahannya diduga meminta calom mahasiswa menyerahkan sejumlah uang bila ingin dinyatakan lulus. Besaran uang itu jumlahnya bervariasi mulai dari Rp 100 juta sampai Rp 350 juta untuk setiap orang tua peserta seleksi yang ingin diluluskan.

Dalam operasi tangkap tangan pada Sabtu, 20 Agustus 2022, KPK menyita alat bukti bernilai sekitar Rp 5 miliar berupa uang tunai, tabungan, deposit hingga emas murni. Belakangan, KPK menemukan lagi uang tunai dalam bentuk Dolar Singapura dan Euro di kediaman Prof Karomani di Bandar Lampung. Total alat bukti yang disita dalam perkara suap ini berjumlah Rp 7,5 miliar. 






Daftar Pemenang Anti Corruption Film Festival 2022, KPK Punya Harapan Besar

18 jam lalu

Daftar Pemenang Anti Corruption Film Festival 2022, KPK Punya Harapan Besar

Anti Corruption Film Festival atau ACFFEST 2022 mengangkat tema "Berawal Dari Kita, Bangkit dan Bergerak Bersama Lawan Korupsi".


KPK Agendakan Pemanggilan Ulang Hakim Gazalba Saleh

3 hari lalu

KPK Agendakan Pemanggilan Ulang Hakim Gazalba Saleh

Gazalba Saleh ditetapkan tersangka oleh KPK pada 28 November 2022. Ia menjadi tersangka atas dugaan penerimaan suap.


KPK Dalami Pengakuan Rektor Unila Nonaktif Karomani soal Mahasiswa Titipan Zulhas

3 hari lalu

KPK Dalami Pengakuan Rektor Unila Nonaktif Karomani soal Mahasiswa Titipan Zulhas

KPK akan mendalami nama-nama pejabat yang disebut oleh Rektor Unila nonaktif Karomani dalam persidangan dalam perkara suap penerimaan mahasiswa.


Soal Pengacara Lukas Enembe yang Kedapatan Menemui Sejumlah Saksi, Ini Kata KPK

3 hari lalu

Soal Pengacara Lukas Enembe yang Kedapatan Menemui Sejumlah Saksi, Ini Kata KPK

KPK menyatakan masih menelusuri peristiwa pertemuan kuasa hukum Lukas Enembe dengan sejumlah saksi.


Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK, Apa Koleksi Mobilnya

3 hari lalu

Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK, Apa Koleksi Mobilnya

Dalam LHKPN, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto memilki 1 mobil pada 2011 dan memiliki 2 mobil di LHKPN 2008.


Saksi Sebut Mardani Maming Paksa Pengalihan IUP Batubara

4 hari lalu

Saksi Sebut Mardani Maming Paksa Pengalihan IUP Batubara

Terdakwa kasus gratifikasi perizinan tamba Mardani Maming memaksa eks Kadis Pertandingan dan Energi untuk memproses pengalihan IUP dari BKPL ke PCN.


KPK Bakal Dalami Sejumlah Pejabat Titipkan Calon Maba di Unila

4 hari lalu

KPK Bakal Dalami Sejumlah Pejabat Titipkan Calon Maba di Unila

Karomani menyebut nama Zulkifli Hasan ikut menitipkan seseorang untuk dimasukkan sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Unila.


Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

4 hari lalu

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK membawa sejumlah alat bukti.


Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK Soal Tambang Batu Bara Ilegal Ismail Bolong

4 hari lalu

Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK Soal Tambang Batu Bara Ilegal Ismail Bolong

Kelompok yang menamakan dirinya sebagai Koalisi Solidaritas Pemuda Mahasiswa melaporkan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK.


KPK Ungkap Alasan Periksa Kuasa Hukum Lukas Enembe

5 hari lalu

KPK Ungkap Alasan Periksa Kuasa Hukum Lukas Enembe

Rening yang saat ditemui usai pemeriksaan kemarin di Gedung KPK berkata ia diperiksa soal profesinya sebagai kuasa hukum Lukas Enembe.