Cerita Teroris Santoso dan Noordin M Top yang Pernah Jadi Buronan Nomor 3 FBI

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Konferensi pers pengungkapan isi laptop milik Noordin yang berhasil disita pihak Polisi di Jakarta, Selasa (29/9). Dalam isi laptop tersebut terdapat struktur organisasi, cara perekrutan serta tayangan video pelaku bom bunuh diri. Tempo/Dinul Mubarok

TEMPO.CO, Poso - Santoso, juga dikenal dengan nama Abu Wardah (21 Agustus 1976 – 18 Juli 2016), adalah seorang militan Islam dan mantan pemimpin kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Sebelum kematiannya, dia merupakan sosok teroris yang paling dicari di Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, MIT telah bersumpah setia kepada Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).

Santoso bersama kelompoknya beroperasi di hutan belantara Kabupaten Poso dan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Pada tanggal 18 Juli 2016, dirinya tewas dalam sebuah kontak tembak dengan para petugas Satgas Operasi Tinombala.

Keterlibatan dalam Terorisme

Santoso berpartisipasi dalam pelatihan militer ilegal pada tahun 2001. Ia terlibat dalam jihad selama konflik antaragama di Poso. Ia diketahui terinspirasi dari Abu Bakar Ba'asyir, Abdullah Sungkar, Imam Samudera, Dr. Azahari dan Noordin M. Top. 

Azahari dan Noordin M Top adalah dua pentolan teroris berkebangsaan Malaysia yang melarikan diri dari negerinya ke Indonesia pada awal 2000-an.

Jejak Berdarah Noordin M. Top

Noordin M Top adalah gembong teroris yang bertanggung jawab atas berbagai aksi teror di Indonesia mulai dari Bom Malam Natal 2000, Bom Marriot 2003, dan Bom Kedubes Australia 2004.

Noordin lahir di Kluang, Johor, Malaysia pada 11 Agustus 1968 dan meninggal di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, bertepatan pada 17 September 2009 silam. Ia memiliki latar belakang pendidikan akuntansi dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan pernah mengajar di sekolah, bersama dengan Dr. Azahari menjadi murid dari Abu Bakar Baasyir, tokoh organisasi Majelis Mujahidin Indonesia dan pendiri Pondok Pesantren Al Mu'min, Ngruki, Surakarta.

Sewaktu Baasyir berada dalam pelarian di Malaysia. Ia pernah tergabung dalam gerakan bawah tanah Jemaah Islamiyah (JI), sebuah organisasi yang digolongkan teroris oleh PBB yang bercita-cita mendirikan negara berdasarkan Islam (daulat Islamiyah) di Asia Tenggara. Organisasi ini pada belakangan diketahui jika menginduk pada Al-Qaeda.

Surakarta 17 September2009 menjadi akhir perjalanan hidup Noordin M Top. Proses penangkapannya mengalami hal yang berliku.

Dalam penyergapan oleh satuan khusus anti-terorisme Densus 88 di Batu, Malang,galpadah 9 November 2005 yang menewaskan Azahari, Noordin dapat melarikan diri. Dalam suatu penggerebekan di Weleri, Kendal pada 2007, Noordin dikabarkan kembali lolos. Seusai Pengeboman Mega Kuningan, Jakarta, 2009, polisi kembali mengintensifkan pengejaran. Ia sempat diduga sebagai salah satu korban tewas dalam penyergapan di Temanggung, Jawa Tengah.

Dengan mendapat perlindungan orang-orang JI ia merancang aksi pembalasan dengan agenda pertama adalah pengeboman dua klub malam di Kuta, Badung, Bali, setelah didahului oleh beberapa pengeboman berskala kecil.

Semenjak peristiwa Pengeboman Bali 2002, Noordin, Azahari, dan anggota JI lainnya (termasuk Imam Samudera, Amrozi dan Mukhlas) menjadi sasaran pencarian utama Polri. Di mata FBI Amerika Serikat, dia menempati urutan ketiga sebagai orang yang paling dicari pada tahun 2006.

Dalam penyergapan oleh satuan khusus anti-terorisme Densus 88 di Batu, Malang, tanggal 9 November 2005 yang menewaskan Azahari, Noordin dapat melarikan diri. Dalam suatu penggerebekan di Weleri, Kendal pada 2007, Noordin dikabarkan kembali lolos.

Seusai Pengeboman Mega Kuningan, Jakarta, 2009, polisi kembali mengintensifkan pengejaran. Ia sempat diduga sebagai salah satu korban tewas dalam penyergapan di Temanggung, Jawa Tengah,

Proses penangkapan Noordin M Top cs mengalami banyak rintangan. Mulai dari Januari 2006, polisi mengatakan dia mengaku memimpin kelompok yang sebelumnya tidak dikenal bernama Tanzim Qaedat al-Jihad, yang diterjemahkan sebagai Organisasi untuk Pangkalan Jihad.

Analis berspekulasi bahwa ia telah menjauh dari struktur utama JI karena ketidaksepakatan tentang serangan terhadap "target lunak", yang sering membunuh warga sipil kurang mengenalnya.

Pada April 2006, polisi menggerebek sebuah rumah di desa Binangun di Jawa Tengah setelah mendapatkan laporan bahwa dia telah tinggal di sana.

Aparat keamanan mengatakan mereka akhirnya mendapatkan pria mereka sebulan kemudian dalam penggerebekan di sebuah rumah di pinggiran kota Solo di Jawa Tengah. “Noordin diidentifikasi dari sidik jari, kata polisi.”

Tiga tersangka teroris juga tewas dalam pengepungan di properti sewaan itu, di mana ditemukan bahan peledak dan granat.

DANAR TRIVASYA FIIKRI
Baca juga : Densus 88 Tangkap 4 Orang Terduga Teroris di Sagulung Batam

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






Densus 88 Tangkap Sejumlah Orang Terduga Teroris di Wilayah Sukoharjo

4 jam lalu

Densus 88 Tangkap Sejumlah Orang Terduga Teroris di Wilayah Sukoharjo

Densus 88 menangkap seorang takmir Masjid Al-Hidayah di Kabupaten Sukoharjo.


ISIS Umumkan Pemimpinnya Abu Al-Hasan Tewas di Medan Perang

6 jam lalu

ISIS Umumkan Pemimpinnya Abu Al-Hasan Tewas di Medan Perang

Kelompok teroris ISIS mengumumkan kematian pemimpinnya yang baru, Abu al-Hasan dalam perang.


Menteri PUPR Hadiri Forum Investasi IKN Nusantara di Malaysia

12 jam lalu

Menteri PUPR Hadiri Forum Investasi IKN Nusantara di Malaysia

Pemerintah Indonesia membuka peluang emas bagi investor lokal maupun asing untuk berpartisipasi dalam pembangunan IKN Nusantara


Anwar Ibrahim Disindir Pakai Sepatu Rp19 Juta, Ini Jawabannya

13 jam lalu

Anwar Ibrahim Disindir Pakai Sepatu Rp19 Juta, Ini Jawabannya

Anwar Ibrahim disentil netizen, bahwa tokoh reformasi ini menolak menggunakan mobil dinas Mercedes Benz S600, tapi memakai sepatu berharga Rp19 juta


Top 3 Dunia: Polisi China Buru Peserta Unjuk Rasa, Warga Iran Rayakan Kemenangan AS

17 jam lalu

Top 3 Dunia: Polisi China Buru Peserta Unjuk Rasa, Warga Iran Rayakan Kemenangan AS

Top 3 dunia adalah China memburu peserta unjuk rasa, Anwar Ibrahim dituding jadi agen Israel hingga demonstran Iran merayakan kemenangan AS.


Tuding Anwar Ibrahim Agen Israel, Pemimpin Partai Islam Malaysia Dilaporkan

1 hari lalu

Tuding Anwar Ibrahim Agen Israel, Pemimpin Partai Islam Malaysia Dilaporkan

Presiden Partai Islam Malaysia dilaporkan ke polisi karena diduga menyebut Perdana Menteri Anwar Ibrahim sebagai agen Israel.


Anwar Ibrahim Jadi PM, Pengusaha Ini Traktir Pengunjung Restoran

2 hari lalu

Anwar Ibrahim Jadi PM, Pengusaha Ini Traktir Pengunjung Restoran

Seorang pengusaha Malaysia mentraktir makan pengunjung di beberapa restoran dan kedai kopi karena senang Anwar Ibrahim terpilih sebagai PM


Tolak Mobil Mewah dan Gaji, Anwar Ibrahim Juga Larang Pengadaan Tanpa Tender

2 hari lalu

Tolak Mobil Mewah dan Gaji, Anwar Ibrahim Juga Larang Pengadaan Tanpa Tender

PM Malaysia Anwar Ibrahim melarang pengadaan barang dan jasa tanpa tender. Ia sebelumnya menolak menerima gaji sebagai perdana menteri.


Tak Mau Ungkit Korupsi Pemerintahan Lama, Anwar Ibrahim: Itu adalah Sejarah

2 hari lalu

Tak Mau Ungkit Korupsi Pemerintahan Lama, Anwar Ibrahim: Itu adalah Sejarah

PM Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan, proses pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak bisa lagi dilakukan tanpa tender


Nurul Izzah Putri Anwar Ibrahim Terjun ke Politik Demi Bela Sang Ayah Saat Usia 19 Tahun

3 hari lalu

Nurul Izzah Putri Anwar Ibrahim Terjun ke Politik Demi Bela Sang Ayah Saat Usia 19 Tahun

Demi membela Anwar Ibrahim, sang istri Wan Azizah, dan putri sulungnya, Nurul Izzah terjun ke dunia politik Malaysia. Saat itu Izzah masih 19 tahun.