Kemenkes Imbau Masyarakat Jaga Prokes karena Cacar Monyet Menular Lewat Sentuhan

Petugas memantau suhu badan penumpang yang melewati alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis, 16 Mei 2019. Pemasangan alat pemindai suhu tubuh tersebut untuk pengawasan dan antisipasi penyebaran virus Monkeypox atau cacar monyet. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Kesehatan  mengimbau masyarakat agar menghindari kontak langsung dengan pasien cacar monyet (monkeypox) karena penularan terjadi melalui sentuhan. Juru bicara Kementerian Kesehatan  Mohammad Syahril meminta masyarakat menerapkan protokol kesehatan dan menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai tindakan preventif.

Pasalnya, penularan utama cacar monyet terjadi karena kontak langsung dengan penderita. “Jadi prokes ini bukan hanya untuk mencegah Covid-19, tetapi juga untuk mencegah semua penyakit menular termasuk cacar monyet,” kata Syahril saat  konferensi pers virtual Kemenkes, 20 Agustus 2022.

Cacar monyet, kata dia, bisa menular melalui sentuhan dengan penderita, termasuk bersalaman, berpelukan, dan tidur bersama. Bahkan, penularan juga terjadi akibat kontak dengan barang-barang penderita seperti selimut, handuk dan sebagainya.

Namun Syahril mengatakan masyarakat tidak perlu panik karena tingkat keparahan cacar monyet tidak lebih buruk daripada Covid-19. Jika dibandingkan tingkat kematian Covid-19 lebih tinggi dengan rate 10-15 persen, dibandingkan cacar monyet yang hanya 1 persen dari total kasus.

Selain itu, cacar monyet adalah penyakit self limiting disease, artinya penyakit ini bisa sembuh dengan sendiri apabila tidak ada faktor komorbid atau faktor memberatkan lain. “Cacar monyet ini bisa sembuh sendiri atau self limiting disease. Dalam masa inkubasinya yang 21-28 hari, pasien ini akan sembuh sendiri manakala tidak ada infeksi tambahan atau super infeksi,” kata dia.

Sebelumnya Kemenkes mengkonfirmasi satu pasien pertama cacar monyet di Indonesia pada hari ini, Sabtu, 20 Agustus 2022. Syahril mengatakan pasien dinyatakan positif setelah hasil pemeriksaan PCR keluar Jumat malam.

Pasien terkonfirmasi pertama cacar monyet di Indonesia adalah laki-laki berusia 27 tahun yang berasal dari Jakarta. Ia terkonfirmasi positif setelah dilakukan tes PCR dua hari sebelumnya. “Yang bersangkutan memang baru saja berpergian dari luar negeri,” kata dia.

Baca Juga: WHO Sebut Lebih Banyak Kasus Cacar Monyet Akan Teridentifikasi






Kasus Gagal Ginjal Akut Muncul Lagi, Begini Perjalanan Kasusnya

9 jam lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut Muncul Lagi, Begini Perjalanan Kasusnya

Sempat mereda, kasus gagal ginjal akut ditemukan lagi. Terdapat dua kasus yang dilaporkan ke Kemenkes.


Fakta-fakta Temuan Baru Kasus Gagal Ginjal Akut Anak di DKI Jakarta

1 hari lalu

Fakta-fakta Temuan Baru Kasus Gagal Ginjal Akut Anak di DKI Jakarta

Temuan baru dua pasien anak yang menderita gagal ginjal akut di DKI Jakarta. Seperti apa fakta-fakta mengenai kasus gagal ginjal akut terbaru?


Gagal Ginjal Akut, Kemenkes Imbau Jangan Beli Obat Sirup tanpa Resep Dokter

1 hari lalu

Gagal Ginjal Akut, Kemenkes Imbau Jangan Beli Obat Sirup tanpa Resep Dokter

Menanggapi munculnya kasus baru gagal ginjal akut, Kemenkes mengimbau masyarakat tidak membeli obat sirup sembarangan tanpa resep dari dokter.


2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Satu Pasien Meninggal Usai Konsumsi Praxion

1 hari lalu

2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Satu Pasien Meninggal Usai Konsumsi Praxion

Satu kasus yang terkonfirmasi gagal ginjal akut atau Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) di Jakarta dialami anak berusia 1 tahun.


Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Kemenkes Pastikan Obat Sirup yang Diduga Jadi Penyebabnya Sudah Ditarik

1 hari lalu

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Kemenkes Pastikan Obat Sirup yang Diduga Jadi Penyebabnya Sudah Ditarik

Kemenkes menyebut satu korban baru gagal ginjal akut pada anak mengonsumsi obat sirup penurun demam merk Praxion.


Kasus Gagal Ginjal Akut Bertambah 2, Begini Kronologinya

1 hari lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut Bertambah 2, Begini Kronologinya

Kementerian Kesehatan memaparkan kronologi bertambahnya korban gagal ginjal akut. Dua kasus baru ditemukan di Jakarta dengan satu korban meninggal.


Pesan Menkes untuk Turunkan Prevalensi Stunting

3 hari lalu

Pesan Menkes untuk Turunkan Prevalensi Stunting

Menkes menyatakan pada 2023 pemerintah fokus mengejar prevalensi stunting turun ke angka 17 persen. Berikut langkah yang dilakukan.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

5 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Kemenkes Buka Rekrutmen Tenaga Pembantu Kesehatan Haji 1444 H, Simak Persyaratannya

7 hari lalu

Kemenkes Buka Rekrutmen Tenaga Pembantu Kesehatan Haji 1444 H, Simak Persyaratannya

Kemenkes membuka pendaftaran Tenaga Pendukung Kesehatan (TPK) untuk pelaksanaan ibadah haji 1444 H/2023 M.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

9 hari lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.