Penanganan Kasus Ferdy Sambo Cs Oleh Timsus Diklaim Membuat Citra Polri Kembali Positif

Reporter

Editor

Febriyan

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan pers terkait kasus kematian Brigadir J, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2022. Timsus Polri secara resmi menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka baru kasus kematian Brigadir J. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa penanganan kasus Ferdy Sambo cs yang dilakukan oleh tim khusus bentukannya kembali membuat citra kepolisian positif di mata masyarakat. Pada awal penanganan kasus ini, citra polisi disebut sempat menurun. 

Listyo Sigit menyatakan bahwa meningkatnya citra kepolisian itu tak lepas dari upaya timsus yang membuka kasus pembunuhan Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat  alias Brigadir J itu kepada publik. Dia pun menegaskan bahwa timsus yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono akan tetap membuka kasus itu secarra transparan seperti arahan Presiden Jokowi.

"Tentunya masih ada beberapa kegiatan yang saat ini sedang kami laksanakan terkait dengan kasus tersebut, dan ini adalah pertaruhan institusi Polri, pertaruhan marwah Polri," kata Lityo Sigit dalam konferensi video kepada seluruh jajarannya, Kamis, 19 Agustus 2022.

"Tidak akan ada yang ditutup-tutupi, semua kami buka sesuai fakta, ungkap kebenaran apa adanya, jadi itu yang menjadi pegangan kami," ujar Sigit.

Dia pun menekankan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk meraih kembali kepercayaan masyarakat yang mulai menurun sejak insiden pembunuhan tersebut. Listyo Sigit Prabowo meminta agar tak ada lagi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota polisi yang dapat mencoreng citra institusi.

"Ini terkait dengan masalah kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dan ini menjadi pertaruhan bersama. Oleh karena itu, hal ini yang tentunya menjadi catatan penting dan saya minta untuk betul-betul bisa ditindaklanjuti," kata dia. 

Kepolisian memang sempat mendapatkan sorotan ketika awal kasus pembunuhan Brigadir J ini mencuat. Pasalnya, banyak pihak menilai cerita versi polisi bahwa Yosua tewas akibat tembak menembak dengan rekannya sesama ajudan Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, tak masuk akal. 

Apalagi keluarga Yosua kemudian menyatakan bahwa terdapat berbagai luka, selain luka tembak, di tubuh pria berusia 27 tahun itu. Alasan bahwa Yosua dan Richard terlibat baku tembak karena pelecehan yang dialami oleh istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, pun diragukan. 

Kasus ini mulai mendapatkan titik terang setelah Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus yang mengambil alih kasus ini dari Polda Metro Jaya. Tim itu bergerak cepat dengan menetapkan Bharada E sebagai tersangka dalam kasus ini. Dalam waktu beberapa hari saja, timsus kemudian menetapkan tiga tersangka lainnya, Brigadir Ricky Rizal, Kuat Maruf dan Ferdy Sambo.

Selain itu, timsus juga memastikan tak ada peristiwa tembak menembak antara Yosua dan Richard. Yang terjadi, menurut Listyo Sigit, Richard menembak Yosua atas perintah Ferdy. Belakangan polisi pun menyatakan tak ada bukti yang menguatkan peristiwa pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi






Alasan Polda Metro Cabut Penetapan Tersangka Mahasiswa UI yang Tewas Ditabrak Pensiunan Polisi

5 jam lalu

Alasan Polda Metro Cabut Penetapan Tersangka Mahasiswa UI yang Tewas Ditabrak Pensiunan Polisi

Polda Metro Jaya mencabut penetapan tersangka mahasiswa UI yang tewas ditabrak pensiunan polisi. Apa alasannya?


Jokowi Disebut Akan Respon Soal Anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Pekan Ini

8 jam lalu

Jokowi Disebut Akan Respon Soal Anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Pekan Ini

Jokowi akan kembali menggelar rapat untuk membahas anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia.


Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

11 jam lalu

Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

JPU mengatakan kuasa hukum terdakwa Irfan Widyanto enggan mengakui fakta bahwa kliennya mengganti DVR CCTV tanpa izin dan surat perintah yang sah


Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

11 jam lalu

Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

Kuasa hukum Irfan Widyanto tak akan mengajukan jawaban atas replik atau duplik jaksa. Mereka minta sidang lanjut ke pembacaan vonis.


Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

11 jam lalu

Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

Jaksa menlai pleidoi Hendra Kurniawan hanya berisi penjalanan karinya tanpa membahas soal alat bukti serta unsur pasal yang didakwakan.


Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

12 jam lalu

Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

Jaksa menyebut tindakan Arif Rachman Arifin tidak memenuhi unsur itikad baik sehingga tak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pidana.


Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

12 jam lalu

Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

Jaksa mengatakan, seharusnya Agus Nurpatria yang berpangkat Kombes berani menolak perintah Ferdy Sambo.


Tolak Pleidoi Arif Rachman Arifin, Jaksa: Tidak Ada Unsur Daya Paksa dari Ferdy Sambo

14 jam lalu

Tolak Pleidoi Arif Rachman Arifin, Jaksa: Tidak Ada Unsur Daya Paksa dari Ferdy Sambo

Jaksa menilai tidak ada unsur daya paksa dari Ferdy Sambo kepada terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua, Arif Rachman Arifin.


Jaksa Akan Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan Cs di Sidang Hari Ini

18 jam lalu

Jaksa Akan Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan Cs di Sidang Hari Ini

Hendra Kurniawan cs hari ini akan mendengarkan tanggapan jaksa atas pleidoi yang telah mereka bacakan pada pekan lalu.


Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

2 hari lalu

Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

Ferdy Sambo membuat sejumlah skenario untuk menutupi Kasus pembunuhan Brigadir J. Namun upaya tersebut gagal bahkan menyeret anak buahnya