Saiful Mujani Sebut 3 Faktor Agar Partai Baru Bisa Peroleh Dukungan

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Pendiri SMRC, Saiful Mujani, menjelaskan hasil survei nasional lembaganya terkait NKRI dan ISIS di Jalan Cisadane Nomor 8, Cikini, Jakarta, 4 Juni 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani menilai peluang partai politik baru untuk lolos ke Senayan sangat berat. Ia menyebut bahwa ada tiga faktor yang bisa mendorong lahirnya partai baru dan mendapatkan dukungan publik, yakni; momentum, basis sosial, dan tokoh.

"Ketiga hal tersebut cenderung tidak dimiliki oleh partai-partai baru yang muncul saat ini," ujar Saiful lewat keterangannya, Rabu, 18 Agustus 2022.

Salah satu alasan agar suatu partai baru mendapatkan dukungan publik adalah adanya momentum. Menurut Saiful, momentum tidak bisa diciptakan, dia muncul tiba-tiba dalam sejarah. Pada 1999, misalnya, ada momentum krisis ekonomi dan keruntuhan Orde Baru. Pada saat itu adalah momentum bagi PDI Perjuangan, mereka mendapatkan suara yang sangat siginifikan (34 persen) dalam sejarah politik Indonesia.

“Partai politik muncul karena ada momentum. Dan momentum ini tidak bisa direkayasa,” kata Saiful.

Faktor kedua adalah basis sosiologis, contohnya basis sosial keagamaan, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, atau gereja. Saiful mencontohkan partai yang berasal dari afiliasi NU misalnya Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB. Kemudian Partai Amanat Nasional (PAN) dari jaringan Muhammadiyah. "Namun klaim (kedekatan historis) saja tidak cukup, tapi juga harus ada tokoh di situ,” kata Saiful.

PAN pada 1999 misalnya memiliki Amien Rais yang merupakan salah satu bintang politik Indonesia. Namun Amien belum berhasil membawa PAN menjadi pemenang Pemilu.

Faktor Tokoh

Untuk itu, kata Saiful, faktor ketiga terpenting adalah tokoh. Ia menyebut, contoh tokoh yang memiliki peran penting dalam pembentukan partai adalah kelahiran Partai Demokrat dengan  tokoh seperti Susilo Bambang-Yudhoyono dan teman-temannya.






Cak Imin Harap Reshuffle Kabinet Tidak Sekadar Politis, Waketum PAN: Politis Itu Wajar

1 jam lalu

Cak Imin Harap Reshuffle Kabinet Tidak Sekadar Politis, Waketum PAN: Politis Itu Wajar

Sejumlah petinggi partai koalisi pemerintah bersilang pendapat soal reshuffle kabinet yang akan dilakukan Presiden Jokowi.


Rencana Kaesang Pangarep Masuk Politik, Jadi Rebutan Parpol Siap Tampung

5 jam lalu

Rencana Kaesang Pangarep Masuk Politik, Jadi Rebutan Parpol Siap Tampung

Rencana Kaesang Pangarep, anak Presiden Jokowi yang ingin terjun ke dunia politik menuai beragam respons dari banyak parpol. Siapa siap tampung?


PKB Sebut Maret Jadi Batas Waktu Penentuan Capres-Cawapres Koalisi KIR

10 jam lalu

PKB Sebut Maret Jadi Batas Waktu Penentuan Capres-Cawapres Koalisi KIR

Jazilul Fawaid mengatakan PKB bersama Partai Gerindra punya limitasi untuk menentukan capres dan cawapres pada Maret 2023


Polemik Ucapan Said Aqil Siradj Soal PKB Adalah NU, Begini Sejarah 97 Tahun Nahdlatul Ulama

12 jam lalu

Polemik Ucapan Said Aqil Siradj Soal PKB Adalah NU, Begini Sejarah 97 Tahun Nahdlatul Ulama

"PKB adalah NU, NU adalah PKB," kata mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj memantik pro-kontra. Begini sejarah 97 tahun Nahdlatul Ulama.


Muhaimin Iskandar Usul Jabatan Gubernur Dihapus, Sultan HB X : Wewenang Pemerintah Pusat

22 jam lalu

Muhaimin Iskandar Usul Jabatan Gubernur Dihapus, Sultan HB X : Wewenang Pemerintah Pusat

Sultan Hamengku Buwono X merespon santai usulan penghapusan jabatan gubernur yang dilontarkan Muhaimin Iskandar.


Alasan Muhaimin Iskandar Usul Jabatan Gubernur Dihapus untuk Efisiensi Anggaran

23 jam lalu

Alasan Muhaimin Iskandar Usul Jabatan Gubernur Dihapus untuk Efisiensi Anggaran

Muhaimin Iskandar mengatakan usulan penghapusan jabatan setingkat gubernur bertujuan untuk menciptakan efisiensi anggaran.


Walhi Ajak Pilih Pemimpin Peduli Lingkungan

1 hari lalu

Walhi Ajak Pilih Pemimpin Peduli Lingkungan

Ekonomi nusantara bisa menjadi solusi untuk menjawab dua krisis besar saat ini yaitu ketimpangan dalam kesejahteraan dan krisis lingkungan.


Saat Hubungan NU dan PKB Kembali Hangat Diperbincangkan

1 hari lalu

Saat Hubungan NU dan PKB Kembali Hangat Diperbincangkan

Soal hubungan NU dan PKB kembali hangat dibicarakan. Said Aqil Siradj menyebut yang mengatakan itu lupa sejarah.


Rayakan 1 Abad NU, Muhaimin Iskandar Sowan ke Ulama se-NTB

1 hari lalu

Rayakan 1 Abad NU, Muhaimin Iskandar Sowan ke Ulama se-NTB

Muhaimin Iskandar mengakui perjalanan satu abad NU luar biasa di segala lini kehidupan berbangsa dan bernegara.


Soal NU Harus Jauh dari PKB, Said Aqil: Yang Ngomong Tak Senang dengan Muhaimin

1 hari lalu

Soal NU Harus Jauh dari PKB, Said Aqil: Yang Ngomong Tak Senang dengan Muhaimin

Mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj membantah pernyataan yang menyebut NU harus jauh dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).