Eks Pengacara Bharada E Gugat Bareskrim, Polri: Monggo Saja

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo seusai acara MTQ Polri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Kamis, 18 Agustus 2022. Tempo/Eka Yudha Saputra

TEMPO.CO, Jakarta - Advokat Deolipa Yumara menggugat eks kliennya Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bareskrim Polri, dan Ronny Talapessy. Gugatan dilakukan karena Richard dianggap mencabut kuasa Deolipa sebagai pengacaranya.

Menanggapi gugatan yang menyeret Bareskrim itu, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, tak ada masalah dengan gugatan tersebut.

“Ya kita tunggu aja dulu. Namanya orang gugat kan hak seluruh warga negara. Monggo saja menggugat, gak masalah,” kata Dedi Prasetyo saat ditemui usai acara MTQ Polri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Kamis, 18 Agustus 2022.

Ia mengatakan akan mengecek terlebih dahulu perihal klaim Deolipa Yumara yang belum menerima fee saat mendampingi Richard Eliezer. “Dia gugat aja dulu,” katanya.

Pada 15 Agustus lalu, Deolipa Yumara resmi melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan buntut pencabutan kuasa atas dirinya sebagai kuasa hukum Bharada Richard Eliezer alias Bharada E.

Gugatan tersebut dilayangkan Deolipa bersama Mohammad Burhanuddin yang sama-sama tergabung dalam Pengacara Merah Putih.

"Hari ini kami sudah memasukkan, gugatan perbuatan melawan hukum, dari Pengacara Merah Putih," kata Deolipa di PN Jaksel, 15 Agustus 2022.

Ia menjelaskan ada tiga pihak yang digugat, yaitu Bharada E, Ronny Talapessy selaku kuasa hukum baru Bharada E, dan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

Menurut Deolipa, ada tiga faktor ia melayangkan gugatan. Faktor pertama adanya suatu dugaan penandatanganan surat kuasa baru, penandatangan pencabutan kuasa di bawah. Kedua, surat pencabutan kuasa tersebut cacat formil. Ketiga, tidak ada alasan pembenar atau dugaan pengosongan tanda tangan, atau ada dugaan tanda tangan palsu.

Deolipa juga menggugat ketiga pihak tergugat untuk membayar uang sebesar Rp15 miliar. Nilai tersebut guna membayar upah Deolipa dan Burhanuddin sebagai pengacara sebelumnya.

Sebelumnya, pengacara baru Richard Eliezer, Ronny Talapessy, mengatakan salah satu alasan kliennya mencabut kuasa dari Deolipa Yumara karena ia dinilai sibuk manggung. Bahkan, Ronny menyebut selama lima hari menjadi kuasa hukum Richard, Deolipa tak pernah bekerja.

"Dibilang lima hari dia bekerja. Dia tidak bekerja lima hari. Karena dia sibuk manggung dari panggung ke panggung," kata Ronny kepada wartawan, Senin, 15 Agustus 2022.

Menurut Ronny, ini yang membuat Bharada E tidak nyaman dengan Deolipa. Sampai pada akhirnya, Eliezer mencabut kuasa dari Deolipa dan menunjuk dirinya sebagai kuasa hukum yang baru.

Baca juga: Kapolri Cs Digugat Deolipa soal Pencopotannya dari Pengacara Bharada E






Kasus Gagal Ginjal Akut Bertambah 2, Begini Kronologinya

1 hari lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut Bertambah 2, Begini Kronologinya

Kementerian Kesehatan memaparkan kronologi bertambahnya korban gagal ginjal akut. Dua kasus baru ditemukan di Jakarta dengan satu korban meninggal.


Mengenal Oplos Beras, Salah Satu Modus Umum Mafia Beras

1 hari lalu

Mengenal Oplos Beras, Salah Satu Modus Umum Mafia Beras

Mengoplos beras menjadi salah satu modus mafia beras. Selain itu, ada pula sejumlah modus lainnya untuk mempermain harga beras di pasaran.


Suwito Ayub Masih Buron, Kilas Balik Kasus Direktur Operasional KSP Indosurya

2 hari lalu

Suwito Ayub Masih Buron, Kilas Balik Kasus Direktur Operasional KSP Indosurya

Salah satu tersangka kasus dugaan penipuan dan penyelewengan dana KSP Indosurya, Suwito Ayub masih buron. Ini kilas balik penipuan Rp 106 triliun


Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Internasional Aplikasi Pornografi Bernilai Puluhan Miliar

3 hari lalu

Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Internasional Aplikasi Pornografi Bernilai Puluhan Miliar

Bareskrim Polri membongkar jaringan pornografi dan judi online lewat aplikasi bernama Bling2. Dikendalikan dari Kamboja dan Filipina.


Bareskrim Buka Kembali Penyelidikan Kasus KSP Indosurya: dari Penipuan hingga Pencucian Uang

4 hari lalu

Bareskrim Buka Kembali Penyelidikan Kasus KSP Indosurya: dari Penipuan hingga Pencucian Uang

Bareskrim menyebut penyelidikan kasus KSP Indosurya berkaitan dengan perkara pokoknya (penipuan dan penggelapan) maupun tindak pidana pencucian uang.


Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Perorangan dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

8 hari lalu

Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Perorangan dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

Penyidik menetapkan empat tersangka perorangan dalam kasus gagal ginjal akut yang kaitannya dengan korporasi. Kemudian telah dilakukan penahanan.


Surat Cinta Richard Eliezer untuk Kekasih Jadi Sorotan di Sidang Pleidoi

12 hari lalu

Surat Cinta Richard Eliezer untuk Kekasih Jadi Sorotan di Sidang Pleidoi

Richard Eliezer meminta maaf karena kasus yang menjeratnya itu harus membuat pernikahannya dengan LingLing tertunda.


Kuasa Hukum Sebut Richard Eliezer Hanya Diperalat, Tak Bisa Dipidana

12 hari lalu

Kuasa Hukum Sebut Richard Eliezer Hanya Diperalat, Tak Bisa Dipidana

Dalam pleidoinya, Richard Eliezer menyatakan penyesalannya karena kejujuranya tidak dihargai.


Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

13 hari lalu

Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan pihaknya menindaklanjuti kasus penangkapan WNI tersebut dengan menelusuri sumber keuangan Anton Gobay.


Bareskrim Polri Menunggu Status P21 Berkas Ismail Bolong dari Kejaksaan Agung

17 hari lalu

Bareskrim Polri Menunggu Status P21 Berkas Ismail Bolong dari Kejaksaan Agung

Sampai dengan saat ini Bareskrim Polri masih menunggu jawaban dari JPU terkait kelengkapan berkas perkara P21 dari tersangka Ismail Bolong.