Mahfud Md Bilang Kelompok Ferdy Sambo seperti Kerajaan di Internal Polri

Editor

Amirullah

Inspektur Jenderal Ferdy Sambo ternyata yang menjadi dalang pembunuhan Brigadir Yosua.

TEMPO.CO, Jakarta - Inspektorat Khusus (Itsus) Polri saat ini masih fokus pada pembuktian pasal pembunuhan berencana tersangka Ferdy Sambo dan tiga tersangka lain. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo enggan menjawab dugaan adanya kekaisaran Ferdy Sambo di tubuh internal Polri. 

Ia mengatakan saat ini Itsus fokus pada pembuktian Pasal 340 subsider 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP terhadap Ferdy Sambo, Ricky Rizal, Richard Eliezer, dan Kuwat Maruf.

“Itsus saat ini fokus pada pembuktian secara materil maupun formil, karena itu nantinya yang akan kita sampaikan ke JPU dan diuji di persidangan yang terbuka dan transparan,” kata Dedi Prasetyo saat ditemui usai acara MTQ Polri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Kamis, 18 Agustus 2022.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud Md mengatakan Ferdy Sambo memiliki kelompok yang sudah menjadi kerajaan di internal Mabes Polri. Menurutnya, ada hambatan secara struktural dalam penyelesaian kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Sambo beberapa waktu lalu.

“Karena ini tak bisa dipungkiri ada kelompok Sambo sendiri ini yang seperti menjadi kerajaan Polri sendiri di dalamnya. Seperti sub-Mabes yang sangat berkuasa," kata Mahfud di kanal YouTube Akbar Faisal Uncensored, dikutip Kamis, 18 Agustus 2022.

Mahfud Md mengizinkan Tempo mengutip pernyataannya dalam kanal YouTube Akbar Faisal.

Mahfud menjelaskan ada tiga klaster keterlibatan personel Polri dalam kasus tewasnya Brigadir J. Klaster pertama, yakni sosok Irjen Sambo yang menjadi tersangka karena diduga perencana pembunuhan ini. Kemudian klaster kedua, yakni pihak yang menghalangi pengusutan kasus tersebut. Ia menilai klaster ini potensial dijerat pasal obstruction of justice.

Adapun klaster ketiga, yakni pihak yang sekadar ikut-ikutan saja dalam kasus ini. Klaster terakhir ini potensial dijerat oleh dugaan pelanggaran etik, bukan pidana.

"Kelompok satu dan dua tak bisa kalau tak dipidana. Yang satu melakukan dan merencanakan. Dan kedua ini buat keterangan palsu, ganti kunci, memanipulasi hasil otopsi. Itu bagian obstruction of justice," kata Mahfud.

Ferdy Sambo telah mengaku menjadi aktor utama pembunuhan Yosea di rumah dinasnya. Bharada Richard Eliezer atau Bharada E mengaku diperintah oleh Ferdy Sambo menembak rekannya, Yosua. Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengatakan tidak ada tembak-menembak dalam peristiwa ini dan menetapkan Ferdy Sambo sebagai dalam pembunuhan.

Tim Khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan empat tersangka pembunuhan Brigadir Yosua. Mereka adalah Ferdy Sambo, Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Brigadir Ricky Rizal, dan KM alias Kuat sopir dari istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawati.

Atas perbuatannya membunuh Brigadir J, Ferdy Sambo diancam dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan hukuman pidana maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, dan 20 tahun perjara.

Pasal yang dikenakan kepada Ferdy Sambo sama seperti yang dikenakan terhadap Brigadir Ricky Rizal, ajudan istrinya, Putri Candrawathi. Sementara Bharada E dikenakan Pasal 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Satu tersangka lainnya yang ikut terjerat kasus pembunuhan Brigadir J ini adalah Kuat, sopir Ferdy Sambo.

LINDA TRIANITA | MAHARDIKA SATRIA HADI | SETRI YASRA | EKA YUDHA SAPUTRA

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Ferdy Sambo: Istri Saya Tidak Bersalah, Justru Jadi Korban

3 jam lalu

Ferdy Sambo: Istri Saya Tidak Bersalah, Justru Jadi Korban

Ferdy Sambo menyatakan siap menjalani proses hukum. Sambo pun meminta maaf untuk keluarga Brigadir Yosua.


Kejagung Targetkan Senin Pekan Depan Perkara Ferdy Sambo Cs Dilimpahkan ke Pengadilan

4 jam lalu

Kejagung Targetkan Senin Pekan Depan Perkara Ferdy Sambo Cs Dilimpahkan ke Pengadilan

Perkara Ferdy Sambo Cs akan segera dilimpahkan ke pengadilan. Jampidum Fadil Zumhana, dia minta hari Senin pekan depan sudah diserahkan ke pengadilan.


Ferdy Sambo Ungkapkan Permintaan Maaf ke Keluarga Brigadir Yosua

5 jam lalu

Ferdy Sambo Ungkapkan Permintaan Maaf ke Keluarga Brigadir Yosua

Tersangka pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo keluar dari Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI pada pukul 13.00 WIB. Pada saat keluar, Ferdy Sambo langsung dibawa petugas menuju mobil rantis.


Ferdy Sambo Tetap Ditahan di Mako Brimob, Putri Candrawathi di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan

5 jam lalu

Ferdy Sambo Tetap Ditahan di Mako Brimob, Putri Candrawathi di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan

Tersangka kasus pembunuhan Brigadir J dan obstruction of justice Ferdy Sambo ditahan di Mako Brimob sedangkan Putri Candrawathi di Rutan Salemba.


Pakai Baju Tahanan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Tiba di Kejaksaan Agung

7 jam lalu

Pakai Baju Tahanan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Tiba di Kejaksaan Agung

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi telah tiba di gedung Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung. Keduanya menggunakan baju tahanan warna oranye.


Ferdy Sambo Cs Diserahkan ke Kejaksaan Agung

7 jam lalu

Ferdy Sambo Cs Diserahkan ke Kejaksaan Agung

Para tersangka kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice Brigadir J, yaitu Ferdy Sambo Cs diserahkan ke Kejaksaan Agung hari ini.


Tim Jaksa Lakukan Pemeriksaan Barang Bukti Kasus Ferdy Sambo Cs

1 hari lalu

Tim Jaksa Lakukan Pemeriksaan Barang Bukti Kasus Ferdy Sambo Cs

Terdapat enam box plastik yang diserahkan di Kejasaan Agung. Barang bukti itu, kata dia, diverifikasi sebagai daftar berkas perkara Ferdy Sambo cs.


Keberatan Soal Pelecehan Seksual Brigadir J, Deolipa Yumara Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke PTUN

1 hari lalu

Keberatan Soal Pelecehan Seksual Brigadir J, Deolipa Yumara Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke PTUN

Komnas HAM dan Komnas Perempuan diminta menarik kembali pernyataan resmi soal dugaan pelecehan seksual Brigadir J terhadap Putri Candrawathi.


Tragedi Kanjuruhan, 23 Polisi dan 6 Panitia Penyelenggara Diperiksa

1 hari lalu

Tragedi Kanjuruhan, 23 Polisi dan 6 Panitia Penyelenggara Diperiksa

Polri telah menaikan status tragedi Kanjuruhan ke penyidikan.


Polisi Bantah Tangkap Aremania Pengunggah Video Penonton Terkunci di Kanjuruhan

1 hari lalu

Polisi Bantah Tangkap Aremania Pengunggah Video Penonton Terkunci di Kanjuruhan

Soal Aremania yang sempat ditangkap, Nico Afinta sempat membisik kepada Kadivhumas Polri. "Sudah dipulangkan."