Deolipa Yumara Laporkan Pengacara Baru Bharada E dengan Tuduhan Pencemaran Nama Baik

Deolipa Yumara bersama bandnya, Deolipa Project di video musik mereka berjudul Preman Tanah Abang. Foto: Youtube Deolipa.

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pengacara Bhayangkara Dua Richard Epiezer atau Bharada E, Deolipa Yumara, melaporkan pengacara baru Bharada E, Ronny Talapessy, ke Polres Jakarta Selatan dengan tuduhan pencemaran nama baik terhadap dirinya pada Selasa malam, 16 Agustus 2022.

Deolipa melaporkan Ronny dengan Pasal 26 ayat 3 tentang Pencemaran Nama Baik dengan nomor laporan polisi B/1950/VIII/2022/SPKT Polres Metro Jakarta Selatan/Polda Metro Jaya. “Nama baik saya dicemarkan di media elektronik, saya itu dicemarkan karena kebanyakan manggung,” kata Deolipa di Polres Metro Jaksel, 16 Agustus 2022.

Ia membeberkan tiga alasan membuat laporan ini. Pertama, ia mengatakan dituduh mencari panggung ketika menjadi pendamping hukum Richard. Kedua, ia dituduh membuat Richard tidak tenang. Ketiga, ia dituduh tidak etis melakukan konferensi pers ketika masih berlangsung penyidikan.

“Pertama, namanya saya manusia. Kalau saya ngobrol kaya gini Anda tenang enggak? Buktinya saya ngobrol di sini saja Anda gak berubah, tetap di sini, malah pada tertawa. Artinya, kalau saya ngomong sama Bharada Eliezer pasti Eliezer tenang, pasti dia ketawa, otaknya plong,” katanya.

Kemudian, ia mengakui dirinya sebagai penyanyi yang memiliki proyek Deolipa Project, sehingga apabila ada panggung maka ia mau tidak mau jiwanya sebagai seniman tercolek. Adapun masalah konferensi pers, Deolipa sudah mempertimbangkan secara hukum dan berpikir matang sebelum melakukannya.

Menurutnya, konferensi pers sudah disepakati antara rekannya Muh Burhanuddin termasuk Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Pol Andi Rian beserta jajarannya. “Saya ini ngomong ngaco bukan karena saya goblok, tetapi karena saya harus menghindari UU ITE,” paparnya.

Ronny Talapessy tuding Deolipa sibuk manggung

Sebelumnya, pengacara baru Richard Eliezer, Ronny Talapessy, mengatakan salah satu alasan kliennya mencabut kuasa dari Deolipa Yumara karena ia dinilai sibuk manggung. Bahkan, Robby menyebut selama lima hari menjadi kuasa hukum Richard, Deolipa tak pernah bekerja.

"Dibilang lima hari dia bekerja. Dia tidak bekerja lima hari. Karena dia sibuk manggung dari panggung ke panggung," kata Ronny kepada wartawan, Senin, 15 Agustus 2022.

Menurutnya, ini yang membuat Bharada tidak nyaman dengan Deolipa. Sampai pada akhirnya, Bharada E mencabut kuasa dari Deolipa dan menujuk dirinya sebagai kuasa hukum yang baru.

Ronny Talapessy ditunjuk sebagai kuasa hukum Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E yang baru setelah mencabut kuasa pengacara sebelumnya, Deolipa Yumara dan Muh Burhanuddin. Ronny mengatakan ditunjuk menjadi pengacara Richard Eliezer per 10 Agustus, bertepatan dengan surat pencabutan kuasa Deolipa Yumara dan Burhanuddin.

Baca juga: Ferdy Sambo Lapor Kapolri Beberapa Jam setelah Pembunuhan Brigadir J, Kasus Simpang Siur






Setelah Membunuh dan Memutilasi Angela, Ecky Lalu Menjual Apartemen Korban

36 menit lalu

Setelah Membunuh dan Memutilasi Angela, Ecky Lalu Menjual Apartemen Korban

Penyidik menemukan sejumlah fakta baru di kasus mutilasi Angela, kapan pembunuhan dan mutilasi terjadi. Tersangka Ecky menjual apartemen korban.


Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online Sony Rizal di Depok Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

13 jam lalu

Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online Sony Rizal di Depok Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Pelimpahan kasus pembunuhan sopir taksi online Sony Rizal ke Polda Metro Jaya bertujuan untuk mempermudah proses pengungkapan.


Kronologi Ecky LIstiantho Bunuh dan Mutilasi Angela di Apartemen, Bubuk Kopi dan Gergaji Listrik

15 jam lalu

Kronologi Ecky LIstiantho Bunuh dan Mutilasi Angela di Apartemen, Bubuk Kopi dan Gergaji Listrik

Ecky Listiantho melakukan mutilasi mayat Angela yang telah didiamkan di apartemen selama 1 bulan.


Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

15 jam lalu

Jaksa Sebut Kuasa Hukum Enggan Akui Fakta Irfan Widyanto Ambil DVR CCTV Tanpa Izin

JPU mengatakan kuasa hukum terdakwa Irfan Widyanto enggan mengakui fakta bahwa kliennya mengganti DVR CCTV tanpa izin dan surat perintah yang sah


Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

16 jam lalu

Tak Ajukan Duplik, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Minta Hakim Langsung ke Sidang Putusan

Kuasa hukum Irfan Widyanto tak akan mengajukan jawaban atas replik atau duplik jaksa. Mereka minta sidang lanjut ke pembacaan vonis.


Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

16 jam lalu

Tak Mau Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan, Jaksa: Hanya Berisi Perjalanan Karier

Jaksa menlai pleidoi Hendra Kurniawan hanya berisi penjalanan karinya tanpa membahas soal alat bukti serta unsur pasal yang didakwakan.


Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

17 jam lalu

Jaksa Sebut Arif Rachman Arifin Tidak Penuhi Unsur Itikad Baik

Jaksa menyebut tindakan Arif Rachman Arifin tidak memenuhi unsur itikad baik sehingga tak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pidana.


Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

17 jam lalu

Jaksa Sebut Agus Nurpatria Harusnya Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo

Jaksa mengatakan, seharusnya Agus Nurpatria yang berpangkat Kombes berani menolak perintah Ferdy Sambo.


Tolak Pleidoi Arif Rachman Arifin, Jaksa: Tidak Ada Unsur Daya Paksa dari Ferdy Sambo

19 jam lalu

Tolak Pleidoi Arif Rachman Arifin, Jaksa: Tidak Ada Unsur Daya Paksa dari Ferdy Sambo

Jaksa menilai tidak ada unsur daya paksa dari Ferdy Sambo kepada terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua, Arif Rachman Arifin.


Jaksa Akan Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan Cs di Sidang Hari Ini

22 jam lalu

Jaksa Akan Tanggapi Pleidoi Hendra Kurniawan Cs di Sidang Hari Ini

Hendra Kurniawan cs hari ini akan mendengarkan tanggapan jaksa atas pleidoi yang telah mereka bacakan pada pekan lalu.