Kuasa Hukum Tuding Istri Ferry Mursyidan Baldan Dikriminalisasi

Reporter

Editor

Amirullah

Hanifah Husain, istri dari Direktur Relawan Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan, menguasai lahan tambang 3,200 hektar di Berau. Tidak hanya di kubu Prabowo, penguasaan lahan juga dilakoni sejumlah politikus dan pengusaha yang berada di lingkaran Jokowi. Dok TEMPO

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara PT Rantau Utama Bhakti Sumatra, Ricky Hasiholan Hutasoit, menilai penetapan tersangka terhadap direksi perusahaan tersebut merupakan kriminalisasi. Salah satu direksi yang menjadi tersangka kasus itu adalah istri mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan, Hanifah Husein.

"Penetapan sebagai tersangka oleh penyidik Bareskrim adalah tindakan yang serampangan dan upaya kriminalisasi investor pertambangan," kata Ricky lewat keterangan tertulis, Ahad, 14 Agustus 2022.

Ricky menuding penetapan tersangka ini bertujuan menguntungkan pihak tertentu. Dia menduga pihak lain itu ingin leluasa melanggar perjanjian kontrak kerja sama yang telah disepakati sebelumnya.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim menetapkan Hanifah dan komisaris PT Rantau Utama Bhakti Sumatera menjadi tersangka penggelapan saham perusahaan batu bara. PT Batubara Lahat merupakan pelapor di kasus ini.

Selain Hanifah, dua orang petinggi PT Rantau Utama Bhakti Sumatera lainnya juga berstatus tersangka. Keduanya yakni Wilson Widjadja dan Polana Bob Fransiscus. Penetapan tersangka ini berdasarkan surat ketetapan dengan nomor S.Tap/97/VIII/RES.1.11./2021/Ditipideksus. 

“Berdasarkan keterangan saksi, dan adanya barang bukti serta hasil gelar perkara, telah diperoleh bukti yang cukup guna menentukan tersangka dalam penyidikan dugaan terjadinya tindak pidana penggelapan dalam jabatan,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 13 Agustus 2022.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penggelapan dan penggelapan dalam jabatan, yaitu Direktur Utama bersama-sama dengan Komisaris dan Direksi lain PT Utama Bhakti Sumatera mengalihkan saham milik pelapor selaku pemilik PT Batubara Lahat. 

Para tersangka memindahkan saham pelapor menjadi milik PT Rantau Bhakti Utama Sumatera dan PT Rantau Panjang Utama Bhakti tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari pemegang saham PT Batubara Lahat. Ketiganya disangkakan dengan pasal 372 KUHP dan 374 KUHP.

Penetapan tersangka ini diawali Surat Perintah Penyidikan Dittipideksus pada 3 Mei 2021. Kemudian, dilanjitkan dengan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan pada 5 Mei 2021 dan diakhiri dengan gelar perkara 10 Agustus 2021.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

1 jam lalu

Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

Bareskrim Mabes Polri sedang menyidik empat perkara robot trading yang merugikan korban hingga Rp 25 Miliar.


Kejar Target Kejaksaan Agung Teliti Kelengkapan Berkas Ferdy Sambo

13 jam lalu

Kejar Target Kejaksaan Agung Teliti Kelengkapan Berkas Ferdy Sambo

Kejaksaan Agung sedang mengejar target untuk menyelesaikan pemeriksaan tentang kelengkapan berkas kasus Ferdy Sambo


Program Kompor Listrik, Pengusaha Warteg dan Pedagang Kaki Lima: Merepotkan, Lebih Boros

1 hari lalu

Program Kompor Listrik, Pengusaha Warteg dan Pedagang Kaki Lima: Merepotkan, Lebih Boros

Paguyuban Pedagang Warung Tegal dan Kaki Lima se-Jakarta dan Sekitarnya menolak program konversi kompor gas ke kompor listrik. Apa alasan mereka?


Samuel Sekuritas: IHSG Ditutup Melemah di Sesi I, Sejalan dengan Bursa Global

1 hari lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Ditutup Melemah di Sesi I, Sejalan dengan Bursa Global

IHSG menutup sesi di level 7.092,7 atau 0,49 persen lebih rendah dari angka penutupan kemarin (7,127,5).


Perkembangan Kompor dari Waktu ke Waktu

1 hari lalu

Perkembangan Kompor dari Waktu ke Waktu

Pada 1826, James Sharp, menggunakan dapur pribadinya untuk bereksperimen sehingga menciptakan kompor gas yang bisa berfungsi dengan baik.


Kuasa Hukum Bilang Lukas Enembe Punya Tambang Emas

2 hari lalu

Kuasa Hukum Bilang Lukas Enembe Punya Tambang Emas

Roy tergelitik untuk bertanya langsung kepada Lukas Enembe soal tambang emas. Sedang dalam proses perizinan.


Freeport Buka 4 Lowongan Kerja Hingga 3 Oktober, Cek Syaratnya

2 hari lalu

Freeport Buka 4 Lowongan Kerja Hingga 3 Oktober, Cek Syaratnya

PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali membuka lowongan kerja, untuk keseluruhan posisi yang dibuka ini akan ditempatkan di smelter Freeport yang baru yaitu di Manyar, Gresik, Jawa Timur.


Wisata ke Museum Batu Bara, Rasakan Pengalaman Serasa di Tambang Bawah Tanah

4 hari lalu

Wisata ke Museum Batu Bara, Rasakan Pengalaman Serasa di Tambang Bawah Tanah

Museum Batu Bara memiliki beragam koleksi dan fasilitas yang bisa menjadi wisata edukasi bagi masyarakat.


Migrasi Kompor Listrik, Energy Watch Beberkan Dampak Positif dan Negatifnya

5 hari lalu

Migrasi Kompor Listrik, Energy Watch Beberkan Dampak Positif dan Negatifnya

Energy Watch melihat rencana migrasi dari gas LPG ke kompor listrik atau kompor induksi memberikan dampak positif dan negatif.


Deolipa Yumara Ingatkan Bharada E dan Kabareskrim, Jangan Sepelekan Advokat

6 hari lalu

Deolipa Yumara Ingatkan Bharada E dan Kabareskrim, Jangan Sepelekan Advokat

Deolipa Yumara berharap Bharada E dan Kabareskrim Agus Andrianto hadir dalam persidangan gugatan di PN Jakarta Selatan pada pekan depan.