Ferdy Sambo dan Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra, Bui Brigjen Prasetyo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte

Gestur terdakwa kasus dugaan pemberian suap kepada penegak hukum dan pemufakatan jahat Djoko Tjandra saat bersiap menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 5 April 2021. Terpidana kasus "cassie" Bank Bali itu divonis 4,5 tahun penjara dan Rp100 juta subsider enam bulan kurungan. ANTARA/Hafidz Mubarak A

4. Kronologi kejadian kasus surat jalan palsu

Kasus surat jalan palsu ini bermula ketika Djoko Tjandra berencana untuk mengajukan permohonan peninjauan kembali atau PK. Saat itu, dia mendaftar melalui pengacaranya, Anita Kolopaking. Tetapi permohonan itu ditolak. Lantaran yang harus mengajukan pendaftaran adalah Djoko Tjandra sendiri. Sedangkan dirinya sedang berada di Malaysia, menghindari eksekusi atas perkara korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali.

Khawatir tertangkap bila ke Indonesia tanpa persiapan, Djoko Tjandra kemudian meminta bantuan Anita. Pengacaranya itu diminta untuk menghubungi Tommy Sumardi guna mengatur keberangkatannya ke Indonesia dan segala urusan di Jakarta. Tommy kemudian memperkenalkan Anita dengan Prasetyo Utomo. Anita lalu bertandang ke Gedung Bareskrim, menemui Prasetyo pada 29 April 2020. Pertemuan itu untuk mempresentasikan persoalan hukum serta rencana mendatangkan Djoko ke Indonesia.

Kemudian pada 24 Mei, Djoko Tjandra memberitahukan Anita, dirinya akan segera ke Indonesia untuk mendaftar PK. Anita pun menghubungi Prasetyo, memberitahukan rencana kliennya itu. Selain itu, Anita juga meminta Prasetyo agar ada anggota polisi yang membantu dan menemani Djoko Tjandra mencari rumah sakit untuk keperluan tes kesehatan Covid-19. Prasetyo hanya menjawab “ada” kepada Anita.

Tak kunjung mendapat follow up selama beberapa hari, Anita kembali menghubungi Prasetyo. Prasetyo kemudian mengatakan kepada Anita Kolopaking, dia sendiri yang bakal mengurus dokumen untuk Djoko Tjandra. Dokumen berupa surat jalan dan surat bebas Covid-19 atas nama Djoko Tjandra pun jadi. Surat jalan itu digunakan Djoko Tjandra untuk pergi ke Pontianak untuk urusan bisnis. Dokumen itu juga diperuntukkan ketika Djoko Tjandra akan membuat paspor dengan identitas baru.

Namun, belakangan dokumen tersebut diketahui palsu. Sebab, surat jalan yang sah adalah yang ditandatangani oleh Kepala Bareskrim Polri, bukan Kepala Biro Pengawasan dan Koordinasi Penyelidik Pegawai Negeri Sipil. Tak hanya itu, Djoko Tjandra juga tak pernah dilakukan rapid test untuk surat bebas Covid-19. Djoko Tjandra mengetahui sejumlah dokumen tersebut isinya tidak benar, karena bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya.

“Namun terdakwa tetap menggunakan dokumen-dokumen tersebut,” ucap Jaksa ujar Jaksa Yeni saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Selasa, 13 Oktober 2020.

5. Fakta surat jalan palsu Djoko Tjandra

Dalam surat jalan tersebut, Joko Tjandra diduga berpura-pura sebagai konsultan untuk bepergian dari Jakarta ke Pontianak, dengan keperluan konsultasi dan koordinasi. Adapun angkutan yang digunakan sebagaimana tertulis dalam surat adalah pesawat terbang. Joko berangkat pada 19 Juni 2020 dan kembali pada 22 Juni 2020. “Membawa perlengkapan yang diperlukan,” demikian tertulis dalam catatan.

Sementara itu, menurut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, format surat jalan yang dikeluarkan Prasetyo sebenarnya diperuntukkan untuk lingkungan internal. Selain itu, Argo mengatakan, penerbitan surat jalan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan pimpinan. “Surat jalan itu untuk internal, untuk penugasan direktur atau karo di Bareskrim Polri saat ke luar kota, dan seharusnya dilakukan oleh Kabareskrim atau Wakabareskrim,” kata Argo di kantornya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 15 Juli 2020.

6. Nasib Prasetyo Utomo

Setelah terbukti melakukan pelanggaran terkait penerbitan surat jalan Joko Tjandra, Kapolri saat itu, Jenderal Idham Azis kemudian secara resmi mencopot Brigjen Prasetyo Utomo sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri. Prastyo juga ditahan di ruangan khusus selama14 hari saat menjalani proses pemeriksaan. Divisi Profesi dan Pengamanan menyatakan Prasetyo melanggar aturan.

“Ya saya perintahkan yang bersangkutan untuk dicopot dan dilakukan pemeriksaan oleh Propam,” kata Idham Aziz saat dihubungi pada Rabu, 15 Juli 2020.

7. Prasetyo ditetapkan sebagai terdakwa dan divonis penjara

Prasetyo Utomo ditetapkan sebagai terdakwa kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra. Dalam kasus ini, ditemukan bahwa Prasetyo secara inisiatif membuat dokumen palsu untuk Djoko Tjandra. Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Yeni Trimulyani di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Selasa, 13 Oktober 2020, Prasetyo disebut mencoret nama atasannya agar surat jalan palsu itu dapat terbit.

Pengadilan Negeri Jakarta Timur kemudian memvonis Djoko Tjandra 2,5 tahun penjara karena terbukti memalsukan surat jalan, surat keterangan pemeriksaan Covid-19, dan surat rekomendasi kesehatan. Vonis tersebut lebih berat dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur yaitu 2 tahun penjara.

“Memutuskan, menyatakan terdakwa Djoko Soegiarto Tjandra terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama dan berlanjut membuat surat palsu,” kata Ketua Majelis Hakim M Siradj dalam sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa, 22 Desember 2020.

HENDRIK KHOIRUL MUHID I  SDA

Baca: Tangga Karier Ferdy Sambo, Turut Tangani Kasus Bom Sarinah 6 Tahun Lalu

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Punya Lemari Penyimpanan Senjata Api

57 menit lalu

Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Punya Lemari Penyimpanan Senjata Api

Richard Eliezer menyatakan melihat lemari penuh senjata api di kamar Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi


Ricky Rizal Bantah Cerita Richard Eliezer Soal Mau Menabrakan Mobil untuk Bunuh Brigadir Yosua

3 jam lalu

Ricky Rizal Bantah Cerita Richard Eliezer Soal Mau Menabrakan Mobil untuk Bunuh Brigadir Yosua

Ricky Rizal membantah kesaksian Richard Eliezer yang menyebut dirinya sempat memiliki ide untuk menabrakkan mobil demi membunuh Yosua.


Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo Sempat Tertawa Saat Ceritakan Eksekusi Brigadir Yosua

4 jam lalu

Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo Sempat Tertawa Saat Ceritakan Eksekusi Brigadir Yosua

Richard Eliezer menyatakan bahwa Ferdy Sambo tertawa saat menyatakan dirinya salah menggunakan senjata saat mengeksekusi Brigadir Yosua.


Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

5 jam lalu

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK membawa sejumlah alat bukti.


Richard Eliezer Ungkap Ide Ricky Rizal untuk Bunuh Yosua

5 jam lalu

Richard Eliezer Ungkap Ide Ricky Rizal untuk Bunuh Yosua

Richard Eliezer menyatakan bahwa Ricky Rizal memiliki ide untuk membunuh Yosua.


Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK Soal Tambang Batu Bara Ilegal Ismail Bolong

6 jam lalu

Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK Soal Tambang Batu Bara Ilegal Ismail Bolong

Kelompok yang menamakan dirinya sebagai Koalisi Solidaritas Pemuda Mahasiswa melaporkan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK.


Ferdy Sambo Sempat Minta Richard Eliezer Berbohong ke Kapolri

6 jam lalu

Ferdy Sambo Sempat Minta Richard Eliezer Berbohong ke Kapolri

Richard Eliezer mengaku sebelum bertemu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dia bertemu Ferdy Sambo. Di situ dia diminta tetap ikuti skenario.


Richard Eliezer Sebut Ferdy Sambo Tembak Brigadir Yosua saat Kondisi Masih Hidup

6 jam lalu

Richard Eliezer Sebut Ferdy Sambo Tembak Brigadir Yosua saat Kondisi Masih Hidup

Richard Eliezer menyatakan Brigadir Yosua ditembak Ferdy Sambo saat masih hidup.


Richard Eliezer Ungkap Alasannya Membuka Skenario Palsu Pembunuhan Brigadir Yosua yang Dibuat Ferdy Sambo

8 jam lalu

Richard Eliezer Ungkap Alasannya Membuka Skenario Palsu Pembunuhan Brigadir Yosua yang Dibuat Ferdy Sambo

Richard Eliezer mengaku mendapatkan terus mendapatkan mimpi buruk setelah ikut mengeksekusi Brigadir Yosua.


Richard Eliezer Ungkap Alasan Tak Tolak Perintah Ferdy Sambo untuk Tembak Yosua

9 jam lalu

Richard Eliezer Ungkap Alasan Tak Tolak Perintah Ferdy Sambo untuk Tembak Yosua

Richard Eliezer menyatakan pangkat dirinya dengan Ferdy Sambo bagikan langit dan bumi.