Komnas HAM Sebut Ada Komunikasi Ferdy Sambo dan Istrinya di Rumah Saguling

Komisioner Komnas HAM Chairul Anam (kanan) bersama Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (kiri) memberikan keterangan pers seusai pemeriksaan sejumlah barang bukti senjata api 6 anggota Laskar FPI yang tewas ditembak polisi di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam mengatakan ada komunikasi antara Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, di rumah pribadinya di Jalan Saguling III, Duren Tiga.

Komunikasi inilah yang mempengaruhi peristiwa pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Sambo.

Choirul Anam mengatakan Komnas HAM mengetahui hal itu saat memeriksan Ferdy Sambo di Mako Brimob. Dia menyatakan mereka menanyakan soal peristiwa di rumah pribadi Sambo sebelum kejadian pembunuhan Brigadir J. Hal itu untuk mememperoleh keterangan terkait rekaman video yang  sebelumnya mereka dapatkan.

"Yang berikutnya adalah apa yang terjadi di Saguling. Kita punya waktu di Saguling itu, yang dalam rekaman video yang kami dapatkan, raw material yang kami dapatkan kurang lebih satu jam. Itu juga kami tanyakan, apa yang terjadi di Saguling itu. Ternyata betul ada komunikasi antara Pak Sambo dan Bu Sambo sehingga memang mempengaruhi peristiwa yang ada di TKP," kata Anam setelah memeriksa Ferdy Sambo di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, 12 Agustus 2022.

Kepada Komnas HAM, Ferdy Sambo mengaku menjadi aktor utama pembunuhan, hingga merekayasa skenario tembak-menembak dan perusakan TKP. Ia juga mengatakan Brigadir J masih hidup ketika tiba di Jakarta dari Magelang.

“Pak Sambo mengakui bahwa dia menjadi orang yang bertanggung jawab membuat semua cerita itu,” katanya.

Choirul Anam juga mengonfirmasi ancaman terkait peristiwa di Magelang dalam percakapan antara Brigadir J dan kekasihnya, Vera Simanjuntak. Anam tidak merinci soal ancaman apa yang terkait dengan peristiwa di Magelang.

Tim Khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan empat tersangka pembunuhan Brigadir Yosua. Mereka adalah Ferdy Sambo, Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Brigadir Ricky Rizal, dan KM alias Kuat sopir dari istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawati.

Atas perbuatannya membunuh Brigadir J, Ferdy Sambo diancam dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan hukuman pidana maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, dan 20 tahun perjara.

Pasal yang dikenakan kepada Ferdy Sambo sama seperti yang dikenakan terhadap Brigadir Ricky Rizal, ajudan istrinya, Putri Candrawathi. Sementara Bharada E dikenakan Pasal 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Satu tersangka lainnya yang ikut terjerat kasus pembunuhan Brigadir J ini adalah Kuat, sopir Ferdy Sambo.

Baca juga: Ferdy Sambo Mengaku Merekayasa Skenario dan Rusak TKP Pembunuhan Brigadir J






Top Nasional: Ferdy Sambo Disebut Pakai Identitas Ricky Rizal untuk Buka Rekening, Stempel Intoleran pada Anies Dinilai Tak Relevan

17 menit lalu

Top Nasional: Ferdy Sambo Disebut Pakai Identitas Ricky Rizal untuk Buka Rekening, Stempel Intoleran pada Anies Dinilai Tak Relevan

Ricky Rizal Wibowo mengaku Ferdy Sambo memakai namanya untuk pembelian kendaraan hingga membuat rekening bank berisi ratusan juta rupiah


Begini Reaksi Hakim saat Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf Kompak Tak Lihat Ferdy Sambo Tembak Yosua

31 menit lalu

Begini Reaksi Hakim saat Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf Kompak Tak Lihat Ferdy Sambo Tembak Yosua

Kuat Ma'ruf mengatakan melihat Yosua sedang dimarahi Ferdy Sambo setelah masuk. Namun ia tidak mendengar soal penembakan terhadap Yosua


Komnas Sebut Ada 15 Kasus Pelanggaran HAM Berpotensi Hilang Jika RKUHP DIsahkan

2 jam lalu

Komnas Sebut Ada 15 Kasus Pelanggaran HAM Berpotensi Hilang Jika RKUHP DIsahkan

Komnas HAM mengatakan, pengesahan RKUHP bisa menyebabkan kasus pelanggaran HAM masa lalu dianggap tak pernah terjadi.


Komnas HAM Minta Pemerintah Pertimbangkan Betul Suara Publik Soal RKUHP

3 jam lalu

Komnas HAM Minta Pemerintah Pertimbangkan Betul Suara Publik Soal RKUHP

Atnike mengatakan, suara-suara tersebut dilontarkan agar menjadikan RKUHP nantinya dapat menjamin hak-hak partisipasi dari publik.


Ferdy Sambo Disebut Sobek Berita Acara Interogasi Kuat Ma'ruf Saat Diperiksa Provos

8 jam lalu

Ferdy Sambo Disebut Sobek Berita Acara Interogasi Kuat Ma'ruf Saat Diperiksa Provos

Kuat Ma'ruf mengisahkan, saat diperiksa Provos, Ferdy Sambo mendatanginya dan merobek-robek berkas interogasinya.


Ricky Rizal Mengaku Tidak Dengar Perintah Ferdy Sambo Tembak Yosua, Richard Eliezer: Tidak Mungkin

11 jam lalu

Ricky Rizal Mengaku Tidak Dengar Perintah Ferdy Sambo Tembak Yosua, Richard Eliezer: Tidak Mungkin

Richard Eliezer mengatakan tidak mungkin Ricky Rizal tak mendengar perintah yang diberikan Ferdy Sambo saat eksekusi Yosua.


Ferdy Sambo, Yosua, dan Rusak Otak karena Luka Tembak

12 jam lalu

Ferdy Sambo, Yosua, dan Rusak Otak karena Luka Tembak

Proses persidangan menguak bagaimana kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di tangan atasannya eks Kepala Divisi Propam Polri Ferdy Sambo.


Ricky Rizal Sempat Diminta Baca Alquran Sebelum Ubah Keterangan BAP

13 jam lalu

Ricky Rizal Sempat Diminta Baca Alquran Sebelum Ubah Keterangan BAP

Setiap selesai pemeriksaan, Ricky Rizal selalu ditanya Ferdy Sambo apa yang ia ceritakan atau apakah ia masih menggunakan skenario awal.


Ricky Rizal Mengaku Ubah BAP Setelah Ditetapkan Jadi Tersangka

13 jam lalu

Ricky Rizal Mengaku Ubah BAP Setelah Ditetapkan Jadi Tersangka

Ricky Rizal mengaku ditunjukkan BAP Richard Eliezer yang mengubah keterangannya melawan skenario Ferdy Sambo pada 8 Agustus 2022.


Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua, Hakim Sebut Ricky Rizal Pencuri

14 jam lalu

Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua, Hakim Sebut Ricky Rizal Pencuri

Ricky Rizal disebut sebagai pencuri karena memindahkan dana dari rekening Brigadir Yosua yang telah meninggal.