Jokowi Temui Lembaga Tinggi Negara Bahas Subsidi BBM: Kalau Tak Kuat Bagaimana?

Presiden Joko Widodo usai menerima pimpinan MPR, DPR, dan DPD di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Agustus 2022. TEMPO/M Julnis Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi sore ini menemui para kepala lembaga tinggi negara di Istana Negara, Jakarta Pusat. Mereka yang hadir antara lain Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD La Nyala Mattalitti, dan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman.

Lalu hadir pula Ketua Komisi Yudisial Fajar Nur Dewata, Ketua Mahkamah Agung M. Syarifuddin, hingga Ketua BPK Isma Yatun. 

"Baru saja kami tadi bertemu dan berbicara selama lebih dari 2,5 jam. Utamanya kami bicara soal krisis global, berkaitan dengan krisis pangan, krisis energi, dan juga krisis keuangan," ujar Jokowi di Istana Negara, Jumat, 12 Agustus 2022. 

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga membahas mengenai subsidi BBM yang sudah sangat besar, yakni nilainya mencapai Rp 502 triliun. Jokowi juga menjelaskan dirinya membahas nasib negara pada 2023 jika subsidi yang digelontorkan sudah begitu besar pada tahun ini. 

"Subsidi kita memang terlalu besar, cari negara yang subsidinya sampai Rp 502 triliun," kata Jokowi. 

Meski begitu, Jokowi menyebut pemberian subsidi ini memang perlu dilakukan untuk menahan kenaikan harga pertalite, pertamax, gas, hingga listrik. Menurut Jokowi, dengan subsidi tersebut rakyat memang menjadi tidak terbebani dengan kenaikan harga. 

"Tapi apakah angka Rp 502 triliun itu terus kuat kita pertahankan? Kalau bisa alhamdulilah, artinya rakyat tidak terbebani. Tapi kalau APBN tidak kuat bagaimana? Negara lain harga BBM sudah Rp 17 ribu, Rp 18 ribu, naik dua kali lipat semuanya. Ya memang harga keekonomiannya seperti itu," kata Jokowi. 

Dalam diskusi itu, Jokowi menyebut para kepala lembaga tinggi negara itu membagikan pandangan tentang pemasukan negara dari penjualan komoditas. Untuk saat ini, Jokowi menyebut harga komoditas masih baik, namun dia mengantisipasi jika kondisinya berubah dan bakal berpengaruh ke pendapatan negara. 

 Baca juga: Puan Maharani Minta Pemerintah Segera Batasi Pembelian BBM Bersubsidi

M JULNIS FIRMANSYAH 






Surya Paloh Sebut Sudah Bertemu Jokowi Sebelum Deklarasikan Anies Baswedan

42 menit lalu

Surya Paloh Sebut Sudah Bertemu Jokowi Sebelum Deklarasikan Anies Baswedan

Surya Paloh mengatakan, sebelum memilih Anies Baswedan sebagai calon presiden dari Partai NasDem, dia bertemu dengan Presiden Jokowi.


Jokowi Tolak Tanggapi NasDem Usung Anies Jadi Capres 2024

2 jam lalu

Jokowi Tolak Tanggapi NasDem Usung Anies Jadi Capres 2024

Anies Baswedan resmi diusung Partai NasDem menjadi capres untuk perhelatan Pilpres 2024. Diumumkan Surya Paloh.


Jokowi Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan

2 jam lalu

Jokowi Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan

Santunan ini hanya diperuntukkan bagi keluarga korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan. Untuk korban luka diberi pengobatan gratis.


Jokowi Setujui Susunan Tim Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan

3 jam lalu

Jokowi Setujui Susunan Tim Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan

Nama-nama pimpinan dan anggota tim pencari fakta tragedi Kanjuruhan ini sudah dilaporkan Mahfud ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi.


Jokowi: Meski Dunia Krisis, Indonesia Masih Dipercaya Perusahaan Besar Dunia

4 jam lalu

Jokowi: Meski Dunia Krisis, Indonesia Masih Dipercaya Perusahaan Besar Dunia

Jokowi mengatakan Indonesia masih dipercaya perusahaan-perusahaan besar dunia sebagai tujuan investasi meskipun terjadi krisis finansial global.


Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa Wavin Terbesar di Dunia: Tak Mudah Gaet Investasi

4 jam lalu

Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa Wavin Terbesar di Dunia: Tak Mudah Gaet Investasi

Jokowi meresmikan groundbreaking pabrik pipa milik Wavin Manufacturing Indonesia, bagian dari Wavin Orbia asal Belanda, di Kawasan Industri Batang.


Pedagang Ini Sebut 90 Persen Beras di Batam Hasil Selundupan Impor: Ngeri-ngeri Sedap

4 jam lalu

Pedagang Ini Sebut 90 Persen Beras di Batam Hasil Selundupan Impor: Ngeri-ngeri Sedap

Salah satu pedagang beras di pasar induk Cipinang menyatakan mayoritas beras yang beredar di Batam adalah selundupan impor dari Vietnam.


Siang Ini Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa di Batang

6 jam lalu

Siang Ini Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa di Batang

Jokowi siang ini akan terbang menuju Kawasan Industri Terpadu Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.


Pemerintah Tegaskan Fokus Utama Tangani Korban Tragedi Kanjuruhan

7 jam lalu

Pemerintah Tegaskan Fokus Utama Tangani Korban Tragedi Kanjuruhan

Sebanyak 125 orang meninggal dalam tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Liga 1.


Zulhas Cerita Ditelepon Jokowi Tiap Hari Agar Tak Lengah Atas Kenaikan Harga Beras

7 jam lalu

Zulhas Cerita Ditelepon Jokowi Tiap Hari Agar Tak Lengah Atas Kenaikan Harga Beras

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengaku Presiden Jokowi hampir setiap hari menghubunginya untuk tidak lengah atas kenaikan harga beras.