Eks Kuasa Hukum Bharada E Heran Tiba-tiba Muncul Surat Pencabutan Kuasa

Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin di Gedung Bareskrim Polri pada Selasa dini hari, 9 Agustus 2022. Tempo/Hendartyo Hanggi

TEMPO.CO, Jakarta - Muh Burhanuddin heran karena tiba-tiba muncul surat pencabutan kuasa hukum Bharada E atas namanya dan Deolipa Yumara. Padahal, mereka menolak mundur.

“Dua hari lalu, kami diminta mundur. Tetapi kami tidak mau mundur. Nah saya heran karena kami tidak mau mundur, hari ini juga kok sudah dicabut. Aduh sekenario apalagi ini. Padahal kami sudah bantu Polri menjadikan perkara ini terang-benderang,” kata Burhanuddin saat dihubungi, Jumat, 12 Agustus 2022.

Ia mengatakan dirinya bersama Deolipa sudah bekerja secara profesional berdasarkan Undang-undang Advokat dan tidak ada yang dilanggar. Lebih lanjut, ia belum mendapat informasi resmi pencabutan kuasa dari Bharada E. Mereka baru mengetahui ini dari media.

Burhanuddin juga tidak akan mendampingi Bharada E ketika akan diperiksa Komnas HAM di Mako Brimob Polri sore ini. Ia mengatakan akan mempermasalahkan terlebih dahulu pencabutan kuasa ini.

“Karena kita kan diapresiasi masyarakat, diapresiasi Pak Mahfud. Seharusnya ini Bareskrim dorong percepatan saja, supaya bola panas ini enggak ke dia. Kan tinggal dipercepat (penyidikannya), langsung dilimpahkan ke kejaksaan,” kata dia.

Ia mengatakan masalah cabut-mencabut di dunia kuasa hukum sudah biasa, namun ia menegaskan harus ada argumentasi hukum dan alasan yang jelas. Profesi advokat, katanya, tidak di bawah Polri dan sejajar sebagai penegak hukum.

Sementara itu, Deolipa Yumara dalam pesan tertulis mengatakan surat pencabutan kuasa oleh Bharada E belum sah karena ia belum bertemu langsung dengan Eliezer.

“Belum sah karena belum ketemu. Gak tahu siapa yang kirim, bisa jadi palsu,” katanya.

Polisi sebelumnya mengatakan, Deolipa Yumara dan Muh Burhanuddin sudah bukan lagi kuasa hukum Bharada E. Mereka diganti oleh Ronny Talapessy.

Ronny mengonfirmasi dirinya ditunjuk sebagai kuasa hukum Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E yang baru.

Ronny mengatakan ditunjuk menjadi pengacara Bharada E per 10 Agustus 2022, bertepatan dengan surat pencabutan kuasa Deolipa dan Burhanuddin.

“Iya saya ditunjuk per 10 Agustus kemarin,” kata Ronny saat dihubungi Tempo, Jumat, 12 Agustus 2022. 

Sebelumnya, saat dikonfirmasi hari ini, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E mencabut kuasa Deolipa Yumara dan Boerhanuddin dari status kuasa hukumnya.

“Iya betul,” kata Andi Rian saat dikonfirmasi Tempo, Jumat, 12 Agustus 2022.

Andi Rian juga mengonfirmasi surat pencabutan kuasa hukum yang dilihat Tempo benar dibuat langsung oleh Bharada E. Namun, ketika ini ditulis, ia belum merespons siapa kuasa hukum pengganti Bharada E dan hanya mengatakan penggantinya sudah ada.

Dalam surat ketikan yang ditandatangani oleh Richard Eliezer di atas materai Rp10.000 pada 10 Agustus 2022, Richard mencabut kuasa yang telah diberikan kepada Deolipa Yumara dan Muh Burhanuddin per 10 Agustus.

“Sejak tanggal surat ini di tandatangani. Dengan pencabutan surat kuasa ini maka surat kuasa tertanggal 6 Agustus 2022 sudah tidak berlaku dan tidak dapat dipergunakan lagi,” tulis surat yang ditandatangani Bharada E itu.

Baca juga: Bareskrim Benarkan Bharada E Cabut Kuasa Deolipa Yumara dan M Burhanuddin






Eks Kasatreskrim Polres Jaksel Sebut 7 Peluru Masuk Tubuh Brigadir Yosua, Tapi Ada 10 Selongsong di TKP

4 hari lalu

Eks Kasatreskrim Polres Jaksel Sebut 7 Peluru Masuk Tubuh Brigadir Yosua, Tapi Ada 10 Selongsong di TKP

Eks Kasatreskrim Polres Jaksel mengaku tak tahu asal usul kelebihan 3 selongsong peluru di lokasi pembunuhan Brigadir Yosua.


Jenderal Andika Perkasa Pensiun Bulan Depan, Bagaimana Syarat Pengangkatan Panglima TNI?

7 hari lalu

Jenderal Andika Perkasa Pensiun Bulan Depan, Bagaimana Syarat Pengangkatan Panglima TNI?

Jenderal Andika Perkasa akan pensiun Desember mendatang, berikut adalah mekanisme pengangkatan Panglima TNI. Komnas HAM punya 7 syarat.


Ini Harapan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Kepada Komnas HAM

8 hari lalu

Ini Harapan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Kepada Komnas HAM

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan berharap Komnas HAM bisa mengusut tuntas peristiwa yang menewaskan 135 orang tersebut.


Komnas HAM Akan Dalami Rekomendasi Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan

8 hari lalu

Komnas HAM Akan Dalami Rekomendasi Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan

Komnas HAM berjanji akan mengkaji ulang hasiil investigasi mereka terhadap Tragedi Kanjuruhan.


Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Temui Komnas HAM

9 hari lalu

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Temui Komnas HAM

Puluhan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan menemui Komnas HAM hari ini.


Komisioner Komnas HAM yang Baru Resmi Terbentuk, Begini Strukturnya

11 hari lalu

Komisioner Komnas HAM yang Baru Resmi Terbentuk, Begini Strukturnya

Atnike Nova Sigiro berharap dewan komisioner Komnas HAM yang baru terbentuk tersebut bisa bekerja secara maksimal dalam penegakan HAM di Indonesia.


YLBHI Sebut Aktivis Sipil Kini Sudah Aman dan Kembali ke Daerahnya

12 hari lalu

YLBHI Sebut Aktivis Sipil Kini Sudah Aman dan Kembali ke Daerahnya

Aktivis YLBHI yang sempat dikepung oleh sekelompok orang mengenakan seragam pecalang kini sudah dievakuasi ke daerah masing-masing.


Dugaan Upaya Pembungkaman, Mahasiswa Universitas Bangka Belitung Datangi Komnas HAM hingga DPR

14 hari lalu

Dugaan Upaya Pembungkaman, Mahasiswa Universitas Bangka Belitung Datangi Komnas HAM hingga DPR

Sejumlah mahasiswa Universitas Bangka Belitung mendatangi Komnas HAM dan DPR untuk menuntut keadilan atas dugaan upaya pembungkaman


Majelis Hakim Cecar ART Ferdy Sambo karena Berikan Keterangan Berbeda di Sidang Kuat Ma'ruf dan Bripka RR

16 hari lalu

Majelis Hakim Cecar ART Ferdy Sambo karena Berikan Keterangan Berbeda di Sidang Kuat Ma'ruf dan Bripka RR

Pernyataan ART Ferdy Sambo, Kodir, berbeda dengan ajudan Adzan Romer sebelumnya.


Ajudan Ferdy Sambo Mengaku Kuat Ma'ruf Serahkan Pisau Kepadanya Setelah Brigadir Yosua Tewas

17 hari lalu

Ajudan Ferdy Sambo Mengaku Kuat Ma'ruf Serahkan Pisau Kepadanya Setelah Brigadir Yosua Tewas

Ajudan Ferdy Sambo, Prayogi, menyatakan mendapatkan titipan dua bilah pisau dari Kuat Ma'ruf setelah peristiwa pembunuhan Brigadir Yosua.