Ayah Brigadir J Bingung dengan Keterangan Ferdy Sambo

Reporter

Editor

Amirullah

Ayah mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Samuel Hutabarat (tengah) didampingi Kuasa Hukum Hutabarat Lawyers dan Persatuan Marga Hutabarat berjalan usai melakukan audiensi dengan Menko Polhukam Mahfud MD di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu, 3 Agustus 2022. Kepada Mahfud, Samuel mencurahkan isi hatinya tentang begitu banyak pihak yang memvonis anaknya bersalah karena disebut mencabuli istri Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

TEMPO.CO, Jakarta - Ayah almarhum Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Samuel Hutabarat, mengaku bingung dengan keterangan Irjen Ferdy Sambo saat diperiksa Mabes Polri. Ferdy mengakui sakit hati saat istrinya menelepon bahwa Brigadir J telah melakukan perbuatan yang menjatuhkan harkat martabat keluarga.

"Kami dari keluarga merasa bingung atas keterangan resmi yang dikeluarkan Mabes Polri yang mengatakan unsur sakit hati yang dimulai sejak dari Magelang hingga Sambo membunuh Yoshua," katanya saat dihubungi dari Jambi, Kamis, 11 Agustus 2022.

Dalam kasus ini dia berharap Mabes Polri bisa menyampaikan secara transparan kepada publik dan jangan sampai ada yang ditutupi. "Saya minta kepada penyidik Mabes Polri untuk buka saja kasus ini secara transparan dan jangan ada yang ditutupin," kata Samuel Hutabarat.

Sebelumnya pihak penyidik Mabes Polri telah memeriksa tersangka Ferdy Sambo di Mako Brimob Kepala, Dua, Jakarta. Hasilnya, Ferdy mengaku melakukan aksinya setelah dia menerima telepon dari sang istri Putri Candrawathi.

Tersangka Ferdy Sambo merasa sakit hati karena aksi almarhum Yoshua terhadap istrinya yang menjatuhkan harkat dan martabat, sehingga Ferdy perintahkan tersangka E dan RR untuk membunuh Brigadir J.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Polisi Tahan Putri Candrawathi, Pengacara Brigadir J: Telat, Harusnya dari Awal

5 jam lalu

Polisi Tahan Putri Candrawathi, Pengacara Brigadir J: Telat, Harusnya dari Awal

Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, menilai polisi terlambat dalam menahan Putri Candrawathi.


Narasi Laporkan Serangan Digital ke Mabes Polri, AJI: Semoga Tidak Mangkrak

6 jam lalu

Narasi Laporkan Serangan Digital ke Mabes Polri, AJI: Semoga Tidak Mangkrak

Tim hukum Narasi bersama LBH Pers, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Safenet, telah melaporkan serangan digital ke Mabes Polri


Putri Candrawathi Titipkan Anaknya yang Masih Kecil ke Neneknya

6 jam lalu

Putri Candrawathi Titipkan Anaknya yang Masih Kecil ke Neneknya

Putri Candrawathi menitipkan anaknya yang paling muda ke neneknya setelah ia ditahan di rumah tahanan Bareskrim Polri mulai hari ini


Putri Candrawathi Menangis saat Mengenakan Baju Tahanan: Saya Ikhlas Diperlakukan Seperti Ini

7 jam lalu

Putri Candrawathi Menangis saat Mengenakan Baju Tahanan: Saya Ikhlas Diperlakukan Seperti Ini

Putri Candrawathi sempat menangis saat muncul ke publik menggunakan baju tahanan


Kenakan Baju Tahanan, Putri Candrawathi: Saya Mohon Doanya Bisa Lalui Semuanya

7 jam lalu

Kenakan Baju Tahanan, Putri Candrawathi: Saya Mohon Doanya Bisa Lalui Semuanya

Putri Candrawathi juga menyampaikan pesan kepada anak-anaknya agar terus belajar tekun hingga mencapai cita-citanya.


Ditahan di Bareskrim, Putri Candrawathi Titip Pesan untuk Anak-anaknya

7 jam lalu

Ditahan di Bareskrim, Putri Candrawathi Titip Pesan untuk Anak-anaknya

Dengan terisak, Putri Candrawathi menitipkan pesan untuk anak-anaknya setelah ditahan di Rutan Bareskrim Polri.


Putri Candrawathi Ditahan, Deolipa Yumara: Bagus Walau Terlambat

8 jam lalu

Putri Candrawathi Ditahan, Deolipa Yumara: Bagus Walau Terlambat

Polisi menahan Putri Candrawathi untuk mempermudah proses pelimpahan tersangka dan barang bukti atau tahap II kasus pembunuhan Brigadir J


Tidak Profesional Olah TKP di Rumah Ferdy Sambo, AKBP Ridwan Soplanit Disanksi Demosi 8 Tahun

8 jam lalu

Tidak Profesional Olah TKP di Rumah Ferdy Sambo, AKBP Ridwan Soplanit Disanksi Demosi 8 Tahun

AKBP Ridwan Soplanit langsung mengajukan banding setelah diberi kena sanksi demosi 8 tahun karena ikut merusak TKP di rumah Ferdy Sambo.


Fit and Proper Test Komnas HAM, DPR Singgung Atensi Berbeda di Kasus Brigadir J dan KM 50

8 jam lalu

Fit and Proper Test Komnas HAM, DPR Singgung Atensi Berbeda di Kasus Brigadir J dan KM 50

Arsul Sani singgung atensi atau perhatian Komnas HAM yang berbeda di beberapa kasus seperti Brigadir J, Lukas Enembe, Wadas dan KM 50.


Kapolri Pastikan Putri Candrawathi Bisa Temui Anaknya Meski Ditahan

8 jam lalu

Kapolri Pastikan Putri Candrawathi Bisa Temui Anaknya Meski Ditahan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Putri Candrawathi tetap bisa menemui anak-anaknya meski sudah ditahan di rutan Bareskrim