Polri Sebut Dana Sosial Boeing yang Diduga Diselewengkan ACT Jadi Rp 107,3 Miliar

Reporter

Editor

Amirullah

Kantor Aksi Cepat Tanggap, Menara 165, Jakarta, 6 Juli 2022. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Nurul Azizah mengatakan, dana sosial dari Boeing yang diduga diselewengkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi Rp 107,3 miliar. Jumlah tersebut berdasarkan penelusuran penyidik Badan Reserse Kriminal dan tim auditor.

“Dari hasil pendalaman penyidik Bareskrim Polri dan tim audit bahwa dana sosial Boeing yang digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya diduga sebesar Rp 107,3 Miliar,” ujarnya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 8 Agustus 2022.

Dia memaparkan, dana tersebut di antaranya untuk pengadaan armada Rice Truck Rp 2.023.757.000, pengadaan armada program Big Food Bus Rp 2.853.347.500, dan pengembangan Pesantren Peradaban Tasikmalaya Rp 8.795.964.700.

Lalu talangan kepada Koperasi Syariah 212 Rp 10 miliar, talangan kepada CV CUN Rp 3,05 miliar, talangan kepada PT MBGS Rp 7,85 miliar. Lalu dana operasional yayasan berupa gaji, tunjangan, sewa kantor, dan pelunasan pembelian kantor, serta dana untuk yayasan lain yang terafiliasi dengan ACT.

“Kemudian, didapati fakta juga bahwa ternyata dana sosial Boeing yang digunakan untuk pembangunan sarana sosial sesuai proposal ahli waris, berdasarkan hasil audit diduga hanya sebesar Rp 30,8 Miliar,” kata Nurul.

Dia mengatakan, awalnya dana yang diselewengkan berjumlah sekitar Rp 40 miliar, tapi setelah diaudit bertambah menjadi Rp 68 miliar.

“Kemudian, pada hari Jumat minggu lalu kembali dilakukan pendalaman dengan hasil pemeriksaan oleh auditor bahwa dana sosial Boeing yang diselewengkan bertambah menjadi Rp 107,3 Miliar,” tuturnya.

Sebelumnya, para petinggi ACT telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim. Mereka diduga melakukan tindak pidana pencucian uang dan penyelewengan dana yayasan.

Dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Boeing diberikan kepada korban Lion Air JT610. ACT dipercayai Boeing untuk mengelola dana tersebut.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Bareskrim Buka Kembali Penyelidikan Kasus KSP Indosurya: dari Penipuan hingga Pencucian Uang

3 jam lalu

Bareskrim Buka Kembali Penyelidikan Kasus KSP Indosurya: dari Penipuan hingga Pencucian Uang

Bareskrim menyebut penyelidikan kasus KSP Indosurya berkaitan dengan perkara pokoknya (penipuan dan penggelapan) maupun tindak pidana pencucian uang.


Eks Ketua Dewan Pembina ACT Novariyadi Dituntut 4 Tahun Penjara

2 hari lalu

Eks Ketua Dewan Pembina ACT Novariyadi Dituntut 4 Tahun Penjara

Eks Ketua Dewan Pembina ACT Novariyadi Imam Akbari dituntut 4 tahun penjara dalam kasus penyelewengan dana Boeing.


Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Perorangan dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

3 hari lalu

Bareskrim Polri Tetapkan Empat Tersangka Perorangan dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

Penyidik menetapkan empat tersangka perorangan dalam kasus gagal ginjal akut yang kaitannya dengan korporasi. Kemudian telah dilakukan penahanan.


Lion Air Minta Maaf Sayap Pesawatnya Hantam Garbarata Bandara Mopah Merauke

7 hari lalu

Lion Air Minta Maaf Sayap Pesawatnya Hantam Garbarata Bandara Mopah Merauke

Sayap pesawat Lion Air menghantam garbarata Bandara Mopah dan membuat 122 penumpang gagal terbang. Begini permintaan maaf maskapai tersebut.


Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

8 hari lalu

Curigai Ada yang Biayai Anton Gobay, Kabareskrim: Kami akan Telusuri Duitnya Dari Mana

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan pihaknya menindaklanjuti kasus penangkapan WNI tersebut dengan menelusuri sumber keuangan Anton Gobay.


Eks Petinggi ACT Hariyana Hermain Divonis 3 Tahun Penjara

9 hari lalu

Eks Petinggi ACT Hariyana Hermain Divonis 3 Tahun Penjara

Eks Senior Vice President Yayasan Aksi Cepat Tanggap atau ACT Hariyana Hermain divonis 3 tahun penjara. Hakim memutus Hariyana bersalah.


Hakim Vonis Eks Presiden ACT Ibnu Khajar 3 Tahun Penjara

9 hari lalu

Hakim Vonis Eks Presiden ACT Ibnu Khajar 3 Tahun Penjara

Hakim PN Jaksel menjatuhkan vonis 3 tahun penjara terhadap eks Presiden ACT Ibnu Khajar. Dia diputus bersalah dalam kasus penyelewengan dana.


Eks Petinggi ACT Ahyudin Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara

9 hari lalu

Eks Petinggi ACT Ahyudin Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara

Putusan terhadap Pendiri ACT Ahyudin ini lebih rendah daripada tuntutan jaksa.


Batik Air Luncurkan Rute Internasional Terpanjang, Terbang Setiap Hari

10 hari lalu

Batik Air Luncurkan Rute Internasional Terpanjang, Terbang Setiap Hari

Maskapai penerbangan Batik Air meluncurkan rute internasional terbaru, yakni Bali - Bangkok - Bali tanpa transit.


5 Pesawat Terbesar di Dunia, Airbus Pertama!

12 hari lalu

5 Pesawat Terbesar di Dunia, Airbus Pertama!

Pesawat penumpang terbesar di dunia ternyata dibuat oleh dua pabrikan kakap yakni Airbus Eropa dan Boeing