Selasa, 18 Desember 2018

Departemen Agama Belum Teliti Pesantren Al-Mukmin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Agama (Depag) belum memulai penelitian tentang keterkaitan Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan aktivitas terorisme maupun ajaran sesat. Penelitian itu kan selalu (dilakukan) belakangan, tidak bisa memenuhi tuntutan secepatnya, ujar Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Depag Dr. Atho Muzhar dalam acara hari amal bakti di kantornya, Jumat (3/1) siang. Meski belum merumuskan hasil penelitian, Atho mengaku telah melakukan penelitian pada pondok pesantren pimpinan Abu Bakar Ba'asyir itu. Namun, fokusnya hanya berkisar pada kerangka pesatnya pembangunan pesantren di Jawa Tengah. Itupun, tambahnya, berdasarkan permintaan masyarakat yang menginginkan informasi tentang latar belakang pendirian pondok-pondok. Jadi, kami belum meneliti apakah pesantren itu sesat atau tidak sesat seperti yang diminta beberapa pihak belakangan ini, kata Atho. Berkaitan dengan kewenangan untuk menutup pondok pesantren, Menteri Agama Sayid Agil Al-Munawar, pada kesempatan yang sama mengungkapkan, pihaknyalah yang berhak melakukannya. Namun, sebelumnya dia harus memastikan dulu bagaimana ajaran pondok pesantren tersebut. Jika sudah dipastikan bahwa sebuah pondok mengajarkan sesuatu yang menyimpang, pihaknya tinggal mencabut nomor izin pesantren tersebut. Kalau memang mau ditutup, tinggal dicabut nomor izinnya. Maka, dengan sendirinya pesantren ditutup, katanya. Selain berhak menutup, Depag juga berhak mengecek kurikulum dan buku-buku yang beredar di kalangan para santri. Dari bukti-bukti semacam itu juga, kata Agil, pihaknya bisa menentukan layak tidaknya Al-Mukmin berdiri. Namun, Agil mengaku dirinya masih menunggu laporan dari kantornya di Jawa Tengah dan perwakilannya di Solo. (Sri Wahyuni Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.