Mayoritas Pemilih Nasdem, PAN, dan PPP Tidak Puas dengan Kinerja Presiden Jokowi

Reporter

Editor

Febriyan

(kiri-kanan) Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Suharso Manoarfa, serta Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri bersama Sekjen PDI P Hasto Kristiyanto menyapa wartawan saat tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 15 Juni 2022. Presiden Jokowi menggelar jamuan makan siang bersama tujuh ketua partai politik. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Pemilih Partai Nasdem, PAN dan PPP disebut sebagai yang paling tidak puas terhadap kinerja Presiden Jokowi. Hal itu terungkap dalam survei terbaru yang dirilis oleh lembaga Indikator Politik Indonesia. 

Berdasarkan data yang Tempo dapatkan, Indikator menyatakan tingkat kepuasan terhadap Jokowi memang masih cukup baik. Berdasarkan survei yang dilakukan pada 9-12 Juli itu, pemerintahan Jokowi dan Ma'ruf Amin disebut mendapatkan tingkat kepuasan hingga 64,9 persen. Hanya 31,6 persen masyarakat yang menyatakan tidak puas dan 3,4 persen lainnya tidak menjawab. 

Menariknya, dari 31,6 persen yang menyatakan tak puas itu justru datang sebagian besar dari pemilih partai pendukung Jokowi. Pemilih Nasdem menjadi yang paling tidak puas dengan angka 60,4 persen sementara pemilih PAN mencapai 58,6 persen dan pemilih PPP mencapai 52,2 persen. 

Pemilih Gerindra juga memberikan rapor merah bagi Presiden Jokowi. Sebanyak 52,1 persen pendukung partai besutan Prabowo Subianto itu menyatakan tidak puas terhadap kinerja Jokowi. 

Sementara pemilih PKB, Partai Golkar, dan PDIP memberikan penilaian positif. Pemilih tiga partai itu menyatakan puas dengan kinerja Jokowi sebesar 59,1 persen, 59 persen dan 72,3 persen.

Sementara pemilih dua partai oposisi, PKS dan Demokrat, tampak terbelah. Sebanyak 49,3 persen pemilih PKS menyatakan puas dan 52,1 persen pemilih Demokrat menyatakan puas.

Pembangunan infrastruktur dan berbagai program bantuan kepada masyarakat kecil menjadi alasan dominan masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi. Sementara lonjakan harga-harga kebutuhan pokok dan minimnya lapangan kerja menjadi alasan utama masyarakat yang tak puas. 

Survei tersebut dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 9-12 Juli 2022 dengan mewawancarai 1246 responden melalui sambungan telepon. Indikator menggunakan metode random digit dialing atau pembangkitan nomor telepon secara acak untuk menentukan responden. Mereka mengklaim survei itu margin of error sebesar kurang lebih 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Selain soal kinerja Presiden Jokowi, Indikator Politik Indonesia juga melakukan survei terkait beberapa hal mulai dari persepsi terhadap kondisi perekonomian nasional hingga soal persepsi dan kepatuhan publik membayar pajak. 
 






Soal Dukungan Terhadap Ganjar Pranowo, PSI Tepis Anggapan Ambil Kader Partai Lain

51 menit lalu

Soal Dukungan Terhadap Ganjar Pranowo, PSI Tepis Anggapan Ambil Kader Partai Lain

PSI menyatakan dukungan mereka terhadap Ganjar Pranowo murni aspirasi dari masyarakat.


Tiga Kelompok Relawan Anies Baswedan Luncurkan Sekber KIB

8 jam lalu

Tiga Kelompok Relawan Anies Baswedan Luncurkan Sekber KIB

Tiga kelompok relawan bakal calon presiden Anies Baswedan meluncurkan Sekretariat Bersama Kuning Ijo Biru (KIB).


Anies Baswedan Bungkam Soal Pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi, Tapi Optimistis Koalisi Pendukungnya Solid

9 jam lalu

Anies Baswedan Bungkam Soal Pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi, Tapi Optimistis Koalisi Pendukungnya Solid

Anies Baswedan tak mau menjawab pertanyaan soal pertemuan antara Surya Paloh dengan Presiden Jokowi pekan lalu.


Tak Hanya Bisnis Kuliner, Ini Gurita Bisnis Milik Kaesang Pangarep

9 jam lalu

Tak Hanya Bisnis Kuliner, Ini Gurita Bisnis Milik Kaesang Pangarep

Mengikuti jejak kakaknya, Gibran Rakabuming Raka yang memiliki bisnis kuliner, Kaesang Pangarep ingin mendalami usaha berbisnis.


Cak Imin Harap Reshuffle Kabinet Tidak Sekadar Politis, Waketum PAN: Politis Itu Wajar

10 jam lalu

Cak Imin Harap Reshuffle Kabinet Tidak Sekadar Politis, Waketum PAN: Politis Itu Wajar

Sejumlah petinggi partai koalisi pemerintah bersilang pendapat soal reshuffle kabinet yang akan dilakukan Presiden Jokowi.


Jokowi Terbang ke Bali, Reshuffle Kabinet Batal?

12 jam lalu

Jokowi Terbang ke Bali, Reshuffle Kabinet Batal?

Kepergian Jokowi ke Bali membuat isu reshuffle kabinet akan dilakukan hari ini meredup. Jokowi pun tak mau memastikan akan mengocok ulang para menteri


Tak Ada Reshuffle Kabinet Hari Ini, Pengamat: Hasil Kesepakatan Surya Paloh dan Jokowi

12 jam lalu

Tak Ada Reshuffle Kabinet Hari Ini, Pengamat: Hasil Kesepakatan Surya Paloh dan Jokowi

Pengamat menilai batalnya pengumuman reshuffle kabinet hari ini karena Jokowi dan Surya Paloh telah memuat kesepakatan pada Kamis lalu.


Soal Kemungkinan NasDem Gabung KIB, Surya Paloh: Mungkin Juga KIB Gabung ke NasDem

13 jam lalu

Soal Kemungkinan NasDem Gabung KIB, Surya Paloh: Mungkin Juga KIB Gabung ke NasDem

Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, masih membuka peluang anggota Koalisi Perubahan bertambah.


Surya Paloh Anggap Kunjungan ke Golkar Prioritas bagi NasDem

13 jam lalu

Surya Paloh Anggap Kunjungan ke Golkar Prioritas bagi NasDem

Surya Paloh menyebut modal kebersamaan dan catatan sejarah benar-benar terasa kala menyambangi Golkar.


Surya Paloh Berencana Kunjungi Megawati, Berharap Diterima dengan Baik

14 jam lalu

Surya Paloh Berencana Kunjungi Megawati, Berharap Diterima dengan Baik

Surya Paloh berharap suasana kebatinan maupun penerimaan dari PDIP sama seperti yang dirasakannya kala menyambangi Golkar hari ini.