Jokowi Kecewa Junta Myanmar Eksekusi 4 Tapol, Apa Saja yang Bakal Dilakukan RI?

Presiden Joko Widodo berangkat dari Bandara Soekarno Hatta di Banten untuk memulai kunjungan ke Cina, Jepang, dan Korea Selatan. Senin, 25 Juli 2022. Sumber: Biro Setpres

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan kekecewaan atas eksekusi mati yang dilakukan Junta Militer Myanmar terhadap empat aktivis demokrasi yang jadi tahanan politik atau tapol. Jokowi kecewa karena tidak ada kemajuan signifikan dari implementasi 5 Point Consensus.

Jokowi menyebut semua perkembangan di Myanmar, termasuk hukuman mati ini, menunjukkan adanya kemunduran di Myanmar dalam konsensus bersama ini. Jokowi pun ikut mengkritik Junta Myanmar yang saat ini berkuasa tersebut.

"Semua perkembangan menunjukan tidak adanya komitmen junta militer Myanmar dalam implementasikan 5 point consensus," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan sikap Jokowi saat kunjungan ke Jepang, Rabu, 27 Juli 2022.

Eksekusi 4 Tahanan Politik

Sebelumnya, Junta Myanmar mengeksekusi empat aktivis demokrasi yang dituduh membantu melakukan aksi teror, menurut media pemerintah pada Senin, 25 Juli 2022. Ini eksekusi hukuman mati pertama negara ASEAN itu dalam beberapa dekade. Namun tidak dijelaskan lokasi dan waktu eksekusi mati itu dilakukan.

Keempat aktivis ini divonis hukuman mati pada Januari lalu dalam persidangan tertutup. Ia dituduh membantu milisi memerangi tentara, yang merebut kekuasaan dalam kudeta tahun lalu dan melancarkan tindakan keras berdarah terhadap lawan-lawannya.

Di antara mereka yang dieksekusi adalah tokoh demokrasi Kyaw Min Yu, lebih dikenal sebagai Jimmy, dan mantan anggota parlemen dan artis hip-hop Phyo Zeya Thaw, kata surat kabar Global New Light of Myanmar.

Kyaw Min Yu, 53, dan Phyo Zeya Thaw, 41 tahun, yang merupakan pendukung pemimpin terguling Myanmar Aung San Suu Kyi, kalah banding terhadap hukuman pada bulan Juni. Dua orang lainnya yang dieksekusi adalah Hla Myo Aung dan Aung Thura Zaw.

"Saya marah dan hancur mendengar berita eksekusi junta terhadap patriot Myanmar dan pembela hak asasi manusia dan demokrasi," kata Tom Andrews, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Myanmar, dalam sebuah pernyataan.

Cuitan Tanpa Inisiatif 

Dalam beberapa waktu terakhir, Jokowi sebenarnya tak banyak bicara soal Myanmar dan perkembangan di sana. Terakhir, Jokowi tiba-tiba berbicara soal bantuan kepada rakyat Myanmar dan hak warga setempat atas demokrasi lewat akun twitternya @jokowi pada Selasa, 23 Februari 2022.

"Kita tidak boleh lelah untuk terus membantu rakyat Myanmar. Bersama-sama kita pasti bisa membantu mereka. Mereka berhak untuk menikmati perdamaian, kesejahteraan, dan demokrasi. Kita harus membantu memberikan solusi yang adil untuk rakyat Myanmar. Tidak bisa ditunda-tunda lagi," kata Jokowi.

Saat dikonfirmasi, pihak Kementerian Luar Negeri menyebut belum ada tindakan baru yang bakal diambil pasca-pernyataan Jokowi ini. Indonesia masih fokus pada 5 poin konsensus yang sudah disepakati para pemimpin negara-negara ASEAN.

"Sejauh ini inisiatif baru belum ada lagi yang spesifik," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah saat dihubungi, Rabu, 24 Februari 2022.

Selanjutnya: isi 5 poin konsesus...






Pesan Kemendag ke Pengusaha: Ekspansi Penting agar Minum Kopi di ASEAN Peretailnya Indonesia

8 jam lalu

Pesan Kemendag ke Pengusaha: Ekspansi Penting agar Minum Kopi di ASEAN Peretailnya Indonesia

Ekspansi bisnis ke luar negeri, kata Kemendag, penting untuk mencapai visi Indonesia menjadi negara maju pada 2045.


Usai Midodareni, Erina Gudono Bicara Soal Akad, Bulan Madu, sampai Seserahan

8 jam lalu

Usai Midodareni, Erina Gudono Bicara Soal Akad, Bulan Madu, sampai Seserahan

Erina Gudono mengaku mendapatkan penguatan, nasihat, dan semangat dari Iriana Jokowi serta calon dua kakak iparnya, Selvi Ananda dan Kahiyang Ayu.


Prosesi Midodareni di Rumah Erina Gudono, Cucu Jokowi Turut Serta

9 jam lalu

Prosesi Midodareni di Rumah Erina Gudono, Cucu Jokowi Turut Serta

Presiden Jokowi menghadiri malam midodareni di rumah calon menantunya, Erina Gudono diikuti para cucunya seperti Jan Ethes dan Sedah Mirah.


H-1 Akad Nikah Kaesang Pangarep - Erina Gudono, Melihat Persiapan di Pendopo Ambarrukmo

10 jam lalu

H-1 Akad Nikah Kaesang Pangarep - Erina Gudono, Melihat Persiapan di Pendopo Ambarrukmo

Prosesi akad nikah Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di Pendopo Ambarrukmo rencananya akan diikuti sekitar 250 tamu undangan.


H-2 Ngunduh Mantu Pernikahan Kaesang, 40 Jet Pribadi Mendarat di Solo

11 jam lalu

H-2 Ngunduh Mantu Pernikahan Kaesang, 40 Jet Pribadi Mendarat di Solo

Jumlah jet pribadi yang mendarat diperkirakan akan terus bertambah hingga rangkaian acara tasyakuran pernikahan Kaesang dan Erina selesai.


Sri Mulyani Puji Rambut Putih Basuki: The Truly Bapak Pembangunan

12 jam lalu

Sri Mulyani Puji Rambut Putih Basuki: The Truly Bapak Pembangunan

Sri Mulyani pun berseloroh kerja keras Basuki itu tampak dari rambut putihnya.


Lithium Masih Impor, Bisakah Indonesia Jadi Produsen Baterai EV Terbesar?

13 jam lalu

Lithium Masih Impor, Bisakah Indonesia Jadi Produsen Baterai EV Terbesar?

Presiden Joko Widodo atau Jokowi sempat mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia.


Human Rights Watch: Eropa Harus Tolak KUHP Saat Jokowi Ikut EU-ASEAN Summit

14 jam lalu

Human Rights Watch: Eropa Harus Tolak KUHP Saat Jokowi Ikut EU-ASEAN Summit

HRW ikut meminta pemimpin Eropa untuk menyuarakan sikap mereka atas KUHP yang kontroversial ini saat Presiden Jokowi ke Eropa pekan depan.


Bamsoet Munculkan Lagi Wacana Jokowi 3 Periode, Dasco Sebut Hanya Pendapat Pribadi

14 jam lalu

Bamsoet Munculkan Lagi Wacana Jokowi 3 Periode, Dasco Sebut Hanya Pendapat Pribadi

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memastikan tahapan pemilu tetap berjalan, walaupun wacana Jokowi 3 periode mencuat kembali.


Wacana Tiga Periode Berhembus Lagi, Demokrat Bandingkan Capaian SBY dan Jokowi

17 jam lalu

Wacana Tiga Periode Berhembus Lagi, Demokrat Bandingkan Capaian SBY dan Jokowi

Menurut Herzaky, ada beberapa capaian pemerintahan Jokowi yang jauh tertinggal dibanding saat Susilo Bambang Yudhoyono