Guru SD Cabuli 7 Siswi, Massa Geruduk Dinas Pendidikan Kota Kediri

Ilustrasi pencabulan. Shutterstock

TEMPO.CO, Kediri - Puluhan orang berunjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri pada Senin siang, 25 Juli 2022. Mereka menuntut penyelesaian kasus Guru SD Cabuli 7 Siswi yang diduga dipetieskan oleh pejabat Pemerintah Kota Kediri.

Massa yang tergabung dalam organisasi GERAK ini berorasi di depan Kantor Dinas Pendidikan Jalan Mayor Bismo Kota Kediri. Mereka juga membawa poster berisi kecaman terhadap institusi Dinas Pendidikan yang sempat mendiamkan kasus ini dan berusaha melakukan perdamaian dengan keluarga korban.

Beberapa poster itu bertuliskan,"Bersihkan Kantor Dinas Pendidikan Dari Koruptor dan Predator, Pecat Pelindung Predator."

Supriyo, koordinator aksi mengatakan sikap Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto yang menyembunyikan kasus ini dianggap tidak bisa ditolerir. 

“Seharusnya begitu tahu ada pencabulan hingga tujuh siswa segera lapor polisi, bukan membantu mendamaikan,” katanya.

Untuk itu dia mendesak kepada polisi untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk para pejabat Pemkot Kediri yang terlibat menyembunyikan tindakan pencabulan itu. 

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memastikan telah memerintahkan untuk memecat guru tersebut. Abdullah mengatakan bahwa proses internal di Pemkot Kediri sudah dimulai sejak tiga pekan yang lalu. 

“Saya sudah perintahkan Inspektorat untuk memproses secara intensif,” tegas Abdullah Abu Bakar, Kamis, 21 Juli 2022.

Tidak hanya pemecatan, Abdullah juga mendukung masalah ini untuk diproses ke ranah hukum. Menurutnya, tindakan pelecehan seksual pada anak ini telah melanggar Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. 

“Saya yakin pihak berwajib dalam hal ini kepolisian sejalan dengan kita. Mari kita dukung agar kasus ini segera diproses secara hukum,” kata dia.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Kediri AKP Tomy Prambana mengatakan polisi masih mendalami kasus dugaan pencabulan yang dilakukan guru terhadap tujuh siswanya. Penyidik juga sudah menindaklanjuti dengan mengumpulkan bahan keterangan dan mendatangi saksi-saksi. Termasuk melakukan pengecekan di tempat yang diduga menjadi lokasi pencabulan untuk mencari barang bukti.

Kasus ini terjadi di salah satu SD Negeri di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Sebanyak tujuh siswi dilaporkan telah menjadi korban asusila guru mereka. Parahnya, tindakan itu dilakukan di salah satu ruang sekolah.

Modusnya, guru tersebut melancarkan aksi bejatnya dengan memanggil korban ke sebuah ruangan dan mengajaknya ngobrol. Di sela obrolan, sang guru meraba-raba tubuh korban.

Kasus Guru SD cabuli 7 siswa itu terbongkar setelah korban terakhir berteriak saat pelaku meraba tubuhnya. Mendapati hal itu, orang tua korban yang tidak terima lantas melaporkan kasus tersebut ke Dinas Pendidikan Kota Kediri






Terduga Pelaku Pencabulan di Rusun Marunda Hapus Data di Laptop dan Ponsel

7 hari lalu

Terduga Pelaku Pencabulan di Rusun Marunda Hapus Data di Laptop dan Ponsel

Terduga pelaku pencabulan anak di Rusun Marunda sempat menghapus sejumlah data di ponsel dan laptop sebelum dibawa ke Polres Jakarta Utara.


Temui Terduga Pencabulan Anak di Rusun Marunda, Kak Seto: Banyak Boneka di Kamar

10 hari lalu

Temui Terduga Pencabulan Anak di Rusun Marunda, Kak Seto: Banyak Boneka di Kamar

Kak Seto, mengisahkan pertemuannya dengan terduga pelaku pencabulan anak Rusun Marunda Jakarta Utara. Terduga pelaku kini diperiksa polisi.


Polres Jakarta Utara Masih Periksa Terduga Pencabulan Anak di Rusun Marunda

10 hari lalu

Polres Jakarta Utara Masih Periksa Terduga Pencabulan Anak di Rusun Marunda

Polres Jakarta Utara belum mau membeberkan hasil pemeriksaan dugaan pencabulan anak di rumah susun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.


UNY Non Aktifkan Mahasiswa Doktoral Tersangka Pencabulan Anak

18 hari lalu

UNY Non Aktifkan Mahasiswa Doktoral Tersangka Pencabulan Anak

Selain mahasiswa doktoral di Program Studi Pendidikan Dasar UNY, tersangka adalah juga dosen universitas swasta di Kupang, NTT.


KPAI Minta Fisik dan Mental Korban Penculikan Anak MA Diperiksa Mendalam

28 hari lalu

KPAI Minta Fisik dan Mental Korban Penculikan Anak MA Diperiksa Mendalam

Komisioner KPAI Sylvana Apituley meminta korban penculikan anak, MA, diperiksa secara mendalam. Sebab, MA lama bersama pelaku, yaitu 26 hari.


Penculik Anak Kerap Cekcok dengan Sesama Pemulung, Polisi: tapi Ramah kepada MA

29 hari lalu

Penculik Anak Kerap Cekcok dengan Sesama Pemulung, Polisi: tapi Ramah kepada MA

Polisi mengungkap penculik anak MA, Iwan Sumarno, dikenal sebagai pribadi yang temperamental. Iwan kerap cekcok dengan sesama pemulung.


Polisi Tunggu Hasil Tes Medis Soal Kemungkinan Kekerasan Seksual yang Dilakukan Penculik Anak MA

29 hari lalu

Polisi Tunggu Hasil Tes Medis Soal Kemungkinan Kekerasan Seksual yang Dilakukan Penculik Anak MA

Polres Jakpus belum bisa memastikan adanya kemungkinan kekerasan seksual yang dilakukan penculik anak kepada MA. Polisi menunggu hasil tes medis.


Pelaku Penculik Anak di Gunung Sahari Pernah Dipenjara 7 Tahun karena Kasus Pencabulan

30 hari lalu

Pelaku Penculik Anak di Gunung Sahari Pernah Dipenjara 7 Tahun karena Kasus Pencabulan

Pelaku penculik anak Malika Anastasya adalah residivis kasus pencabulan anak di bawah umur. Pelaku pernah divonis penjara selama tujuh tahun.


Korban Pencabulan di Toko Obat di Tambora Tulis Surat Pencabutan Laporan, Iba Terhadap Nasib Pelaku

30 hari lalu

Korban Pencabulan di Toko Obat di Tambora Tulis Surat Pencabutan Laporan, Iba Terhadap Nasib Pelaku

Kasus pencabulan yang dilakukan oleh sesama pegawai toko obat di Tambora berakhir damai. Polisi lakukan restorative justice.


Polisi Rilis Identitas Pelaku Penculikan Anak di Gunung Sahari, Masuk Daftar Pencarian Orang

30 hari lalu

Polisi Rilis Identitas Pelaku Penculikan Anak di Gunung Sahari, Masuk Daftar Pencarian Orang

Polres Metro Jakarta Pusat akhirnya kantongi identitas pelaku penculikan anak di Gunung Sahari.