Konflik Lahan Toba Pulp Lestari, Warga Simalungun Dikabarkan Bentrok dengan Polisi

Ilustrasi sengketa tanah. Pixabay/Brenkee

TEMPO.CO, Jakarta - Warga Desa Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dikabarkan bentrok dengan aparat kepolisian pada Senin malam, 18 Juli 2022.

Bentrokan dengan aparat itu dikabarkan terjadi setelah warga desa berusaha memblokir jalan masuk ke lahan yang merupakan wilayah adat Desa Sihaporas. Lahan itu disebut milik PT Toba Pulp Lestari.

Lahan adat Desa Sihaporas kata salah satu warga bernama Jhonny Ambarita, sudah dikuasai dan dikelola secara turun temurun sejak 1800-an. "Kami sudah 11 generasi berada di sini," kata dia kepada Tempo.

Namun, sambung Ambarita, lahan adat tersebut diambil PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan masuk bagian konsesi lahan di Kabupaten Simalungun.

Puncaknya, ujar Jhonny, sekitar pukul 19.30 WIB malam ini ratusan warga Desa Sihaporas memasang patok tanda lahan Desa Sihaporas milik keturunan Marga Ambarita. Sejak Kamis, 14 Juli 2022 lalu, kata Jhonny Ambarita, pemuda adat Sihaporas  bersiaga dengan memblokir jalan agar truk pengangkut  kayu milik PT TPL tak memasuki lahan itu.

Dia mengatakan, lokasi pemblokiran jalan berada di Buntu Pengaturan Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Simalungun.

"Karena warga melarang truk TPL masuk ke wilayah adat, tadi dua puluhan truk dan mobil polisi datang dan memukul warga. PT TPL  menuduh masyarakat adat sebagai pembakar hutan pinus, menuduh pemuda adat memasang paku di jalan, dan mengatakan tanah adat yang dijaga oleh masyarakat adat Sihaporas bukanlah tanah leluhur," kata Jhonny.

Dia mengatakan, bentrok tak terhindarkan dan salah satu warganya ada yang terluka di leher.

Staf Humas PT TPL Dedy Armaya mengatakan, sejak pekan lalu truk TPL akan memanen eukaliptus di wilayah Aek Nauli, Simalungun. "Truk TPL dihadang warga dan disebar ranjau paku. Tiga truk TPL terguling karena kena ranjau paku," kata Dedy kepada Tempo.

PT TPL kemudian meminta pengamanan dari kepolisian setempat. "Kami menyayangkan  bentrokan yang terjadi malam ini. Kami berusaha merangkul warga, namun warga menggunakan cara kekerasan menghadang truk TPL," kata Dedy.

Polisi Bantah Ada Bentrokan

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumut Komisaris Besar Hadi Wahyudi membantah terjadinya bentrokan. Menurut Hadi, Senin, 18 Juli 2022, pukul 14.37 WIB, piket Polres Simalungun menerima pengaduan adanya karyawan TPL disandera warga Sihaporas.

Selanjutnya atas informasi tersebut, Kapolres Simalungun memerintahkan Kapolsek Sidamanik dan anggota Reserse untuk mengecek lokasi kebenaran informasi tersebut di PT TPL Sektor Aek Nauli tepatnya di B 533 Pembibitan eukaliptus ( Paul Klek ) PT TPL Sektor Aek Nauli.

Hadi mengatakan, polisi menemukan adanya penutupan menuju area tersebut oleh kelompok warga. Penutupan dilakukan dengan menebang pohon pinus. Dia mengatakan, ada satu mobil angkutan eukaliptus milik PT TPL Sektor Aek Nauli yang tidak bisa diambil karena masyarakat mengusir pengemudinya.

"Termasuk polisi yang mencoba menenangkan massa yang membawa parang dan kayu berduri. Massa yang terdiri dari ibu-ibu dan laki-laki itu mengusir anggota polisi dari TKP," kata Hadi.

Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, kata Hadi, karena jumlah personil polisi sekitar 20 orang serta menghindari kontak fisik anggota mundur dan meninggalkan lokasi."Jadi tidak ada bentrok," kata Hadi. 

SAHAT SIMATUPANG

Baca juga: Cerita Aktivis soal Reaksi Jokowi Saat Diminta Tutup Toba Pulp Lestari






BPJS Kesehatan Kolaborasi dengan Masyarakat Adat Mentawai

3 hari lalu

BPJS Kesehatan Kolaborasi dengan Masyarakat Adat Mentawai

Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan gugus pulau terluar dari Provinsi Sumatera Barat.


Demo Hari Tani di Patung Kuda, Buruh Soroti Leletnya Pemerintah Atasi Konflik Lahan

9 hari lalu

Demo Hari Tani di Patung Kuda, Buruh Soroti Leletnya Pemerintah Atasi Konflik Lahan

Dalam aksi demo, buruh menyuarakan sepuluh catatan dan tuntutan atas kegagalan pemerintah dalam melaksanakan reforma agraria.


KSP Telusuri Tanah Adat di Konflik Warga Sihaporas dan Toba Pulp Lestari

24 hari lalu

KSP Telusuri Tanah Adat di Konflik Warga Sihaporas dan Toba Pulp Lestari

KSP mulai menelusuri kawasan mana saja yang menjadi sumber kehidupan dan penopang masyarakat adat di Desa Sihaporas, kecamatan Pematang Sidamanik.


KNPA dan Buruh Desak Hakim Bebaskan Masyarakat Adat Dayak Marjun

28 hari lalu

KNPA dan Buruh Desak Hakim Bebaskan Masyarakat Adat Dayak Marjun

Ada kejanggalan selama proses penyidkan hingga persidangan kasus konflik agraria antara masyarakat adat Dayak Marjun dengan perusahaan.


NasDem Dorong RUU Advokat hingga RUU Masyarakat Adat Masuk Prolegnas Prioritas 2023

33 hari lalu

NasDem Dorong RUU Advokat hingga RUU Masyarakat Adat Masuk Prolegnas Prioritas 2023

Fraksi NasDem merupakan pengusul RUU Advokat dalam Prolegnas jangka menengah 2020-2024.


Dampak Konflik Sosial Pulau Haruku di Maluku: 739 Warga Masih Mengungsi

38 hari lalu

Dampak Konflik Sosial Pulau Haruku di Maluku: 739 Warga Masih Mengungsi

Penanganan konflik sosial di Pulau Haruku tak bisa ditunda-tunda karena merupakan persoalan kemanusiaan.


Amnesty Indonesia Minta Kementerian ATR/BPN Tak Ganggu Tanah Ulayat Papua

59 hari lalu

Amnesty Indonesia Minta Kementerian ATR/BPN Tak Ganggu Tanah Ulayat Papua

Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto telah menerima dengan baik keputusan MRP soal tanah ulayat di Papua


Dewan Adat Papua Tolak Pemekaran Papua, Bagaimana Terbentuknya DAP dan Siapa Anggotanya?

4 Agustus 2022

Dewan Adat Papua Tolak Pemekaran Papua, Bagaimana Terbentuknya DAP dan Siapa Anggotanya?

Dewan Adat Papua atau DAP menolak pemekaran papua, siapa itu DAP dan bagaimana sejarah terbentuknya?


Empat Cara Mengadopsi Anak, Ketahui Perbedaannya

28 Juli 2022

Empat Cara Mengadopsi Anak, Ketahui Perbedaannya

Mengadopsi anak dan calon orang tua angkat secara privat melalui permohonan surat pengangkatan anak dari instansi sosial provinsi.


Kisah Masyarakat Mului di Kalimantan Timur, Jaga Hutan demi Lingkungan Sehat

26 Juni 2022

Kisah Masyarakat Mului di Kalimantan Timur, Jaga Hutan demi Lingkungan Sehat

Masyarakat Hukum Adat Mului menjaga keaslian hutan demi lingkungan yang sehat. Gaya hidup mereka yang sehat, membuat warga jarang ada yang sakit