KPK Setor Rp 800 Juta dari Penyuap Rahmat Effendi ke Kas Negara

Reporter

Ilustrasi KPK. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetor uang Rp 800 juta dari terpidana La Bui Min dkk. La Bui Min merupakan terpidana penyuap Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi. “Jaksa eksekutor KPK Andry Prihandono melalui biro keuangan telah menyetorkan ke kas negara,” kata plt juru bicara KPK Ali Fikri, Jumat, 15 Juli 2022.

Selain dari La Bui Min, uang itu juga berasal dari 2 terpidana penyuap Rahmat lainnya. Di antaranya, Makhfud Saifudin dan Sudyadi Mulya.

Uang Rp 800 juta itu merupakan hasil pembayaran pidana denda yang sudah di bayar lunas. Dengan perincian, La Bui Min membayar Rp 200 juta; Makhfud Rp 200 juta; dan Sudyadi Rp 200 juta. KPK juga memperoleh uang dari lelang 1 mobil milik terpidana Deddy Handoko senilair Rp 200 juta.

La Bui Min, Makhfud dan Surdyadi menjadi terpidana pemberi suap kepada Rahmat Effendi terkait pengadaan barang dan jasa, serta lelang jabatan di Pemerintah Kota Bekasi. Ketiganya divonis 2 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan.

Sementara, Deddy merupakan penerima suap dari Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar. Dia divonis 4,5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Adapun, KPK mendakwa Rahmat Effendi menerima suap Rp 10 miliar dari korupsi pengadaan lahan untuk Pemkot Bekasi. Pria yang akrab disapa Pepen itu didakwa menentukan tanah yang akan dibeli. Sebelum dibeli, Pepen sudah membuat janji dengan pemiliknya. Pemilik tanah tersebut kemudian menyetorkan sebagian duit hasil penjualan tanah itu kembali kepada Pepen. Saat ini, KPK juga tengah menyidik dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Pepen.

Baca: KPK Jebloskan Lai Bu Min Penyuap Rahmat Effendi ke Sukamiskin






Ahmad Sahroni Bilang Dirinya Akan Dipanggil KPK Bila Ada Tersangka Kasus Formula E

43 menit lalu

Ahmad Sahroni Bilang Dirinya Akan Dipanggil KPK Bila Ada Tersangka Kasus Formula E

Politikus Nasdem Ahmad Sahroni mengatakan dirinya akan dipanggil KPK bila memang ada tersangka karena ia menjabat ketua pelaksana balapan.


Lukas Enembe Punya Tambang Emas, KPK: Sampaikan Langsung ke Penyidik!

3 jam lalu

Lukas Enembe Punya Tambang Emas, KPK: Sampaikan Langsung ke Penyidik!

Ali menyayangkan pihak Lukas Enembe justru menggelar konferensi pers ketimbang menghadiri pemeriksaan di KPK.


KPK Gandeng IDI untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe

3 jam lalu

KPK Gandeng IDI untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe

Pendapat dari IDI juga akan menjadi pertimbangan KPK untuk mengizinkan Lukas Enembe berobat ke luar negeri.


Ketua KY Sambangi KPK Bahas Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati

4 jam lalu

Ketua KY Sambangi KPK Bahas Kasus Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Mahkamah Agung memberhentikan sementara Hakim Agung Kamar Perdata Sudrajad Dimyati dari jabatannya.


Kuasa Hukum Bilang Lukas Enembe Punya Tambang Emas

5 jam lalu

Kuasa Hukum Bilang Lukas Enembe Punya Tambang Emas

Roy tergelitik untuk bertanya langsung kepada Lukas Enembe soal tambang emas. Sedang dalam proses perizinan.


Cegah Korupsi Impor Pangan, KPK Minta Pemerintah Segera Kelarkan Neraca Komoditas

6 jam lalu

Cegah Korupsi Impor Pangan, KPK Minta Pemerintah Segera Kelarkan Neraca Komoditas

KPK meminta agar pemerintah membenahi tata-kelola pangan dengan membuat neraca komoditas.


Jubir Lukas Enembe Enggan Tanggapi Foto yang Dirilis MAKI

7 jam lalu

Jubir Lukas Enembe Enggan Tanggapi Foto yang Dirilis MAKI

Juru bicara Gubernur Papua Lukas Enembe, M Rifai Darus mengatakan pihaknya tak mau menanggapi soal foto yang dirilis oleh MAKI soal Lukas.


Kuasa Hukum Hormati Jokowi karena Beri Perhatian ke Kasus Lukas Enembe

7 jam lalu

Kuasa Hukum Hormati Jokowi karena Beri Perhatian ke Kasus Lukas Enembe

Jokowi meminta Lukas Enembe menghormati proses hukum di KPK. Dia meminta semua pihak untuk menghormati panggilan KPK.


Lukas Enembe Dipastikan Tak Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

8 jam lalu

Lukas Enembe Dipastikan Tak Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

Roy mengatakan Lukas Enembe sudah beberapa kali mengalami serangan stroke. Menurut dia, Lukas seharusnya sudah menjalani perawatan di Singapura.


KPK Bakal Periksa 3 Saksi dari Swasta di Kasus Korupsi Bupati Pemalang

9 jam lalu

KPK Bakal Periksa 3 Saksi dari Swasta di Kasus Korupsi Bupati Pemalang

KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang dari swasta dalam kasus dugaan korupsi jual beli jabatan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo.