Polisi Tembak Polisi, Pistol Glock 17 Bharada E Vs Pistol HS-19 Bigadir J

Pistol ini memiliki jarak tembak efektif sejauh 50 meter. Sedangkan untuk kecepatan pelurunya ialah 375 m/s. Di Indonesia pistol Glock 17 digunakan salah satunya oleh Korps Brimob Polri. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Terjadi insiden polisi tembak polisi antara Bharada E dan Brigadir J di rumah singgah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo pada Jumat, 8 Juli 2022. Aksi polisi tembak polisi ini terjadi karena adanya dugaan tindakan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo oleh Brigadir J.

Peristiwa yang menewaskan Brigadir J tersebut bermula ketika istri Ferdy Sambo berteriak minta tolong. Mendengar teriakan, Bharada E yang ketika itu di lantai atas kemudian segera memeriksa. Brigadir J panik dan keluar dari kamar. Bharada E yang masih berada di tangga kemudian bertanya ada apa. Tetapi pertanyaan tersebut dijawab dengan tembakan.

Maka terjadilah aksi baku tembak antara keduanya. Ada 7 proyektil yang dikeluarkan dari Brigadir J dan 5 proyektil yang dikeluarkan Bharada E. Jarak baku tembak itu, kata Ramadhan, kurang lebih 10 meter. Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto menjelaskan Bharada E menggunakan senjata Glock 17 dengan magasin maksimum 17 butir peluru.

“Dan kami menemukan di TKP bahwa barang bukti yang kami temukan tersisa dalam magasin tersebut 12 peluru. Artinya ada 5 peluru yang dimuntahkan,” katanya.

Mengutip laman us.glock.com, Glock 17 dirancang untuk para profesional, dan digunakan oleh petugas penegak hukum dan personel militer di seluruh dunia karena keandalannya. Senjata ini memiliki kapasitas magasin sebanyak 17 peluru. Dengan sistem keamanan “Safe Action”, pistol Glock 17 diklaim aman, mudah, dan cepat, sehingga dapat diandalkan dalam situasi kritis.

Glock sendiri merupakan merek pistol semi-otomatis berbingkai polimer, dioperasikan dengan jarak kungkang pendek yang dirancang dan diproduksi oleh pabrikan Austria Glock Ges.m.b.H. Senjata api ini mulai digunakan oleh dinas militer dan polisi Austria pada 1982 setelah menjadi yang terbaik dalam uji keandalan dan keamanan.

Pistol ini menggunakan sistem cam-lock Browning yang dimodifikasi dari pistol berkekuatan tinggi. Mekanisme penguncian senjata api ini memanfaatkan per barel, dengan sebuah pengunci loading peluru persegi panjang ke port ejeksi dalam slide.

Sementara itu Brigadir J, ditemukan menggunakan senjata jenis HS-19 dengan 16 peluru di magasinnya. Polisi menemukan tersisa sembilan peluru yang ada di magasin. Artinya ada tujuh peluru yang ditembakkan, sesuai apa yang ditemukan di TKP. “Dari lima tembakan yang dikeluarkan RE, ada tujuh luka tembak masuk,” kata Budhi.

Mengutip laman hs-produkt.hr, HS-9 adalah jenis pistol yang masuk kategori striker fired gun. Dengan kapasitas magasin sebanyak 16 peluru, HS-9 ini termasuk senjata yang ringan dan cekatan. Bentuk pistol ini menyerupai pistol pada umumnya, namun bingkainya didesain lebih ergonomi di tangan. Sehingga membuat pengguna memiliki kontrol penuh atas pistol ini. Dengan demikian meminimalkan peluru meleset. HS 9 diproduksi di Kroasia dan memiliki pengamanan triger.

HENDRIK KHOIRUL MUHID 

Baca: 10 Peristiwa Polisi tembak Polisi dari 2005 hingga Tragedi di Rumah Dinas Irjen Sambo

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Punya Lemari Penyimpanan Senjata Api

1 jam lalu

Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Punya Lemari Penyimpanan Senjata Api

Richard Eliezer menyatakan melihat lemari penuh senjata api di kamar Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi


Ricky Rizal Bantah Cerita Richard Eliezer Soal Mau Menabrakan Mobil untuk Bunuh Brigadir Yosua

4 jam lalu

Ricky Rizal Bantah Cerita Richard Eliezer Soal Mau Menabrakan Mobil untuk Bunuh Brigadir Yosua

Ricky Rizal membantah kesaksian Richard Eliezer yang menyebut dirinya sempat memiliki ide untuk menabrakkan mobil demi membunuh Yosua.


Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo Sempat Tertawa Saat Ceritakan Eksekusi Brigadir Yosua

5 jam lalu

Richard Eliezer Ungkap Ferdy Sambo Sempat Tertawa Saat Ceritakan Eksekusi Brigadir Yosua

Richard Eliezer menyatakan bahwa Ferdy Sambo tertawa saat menyatakan dirinya salah menggunakan senjata saat mengeksekusi Brigadir Yosua.


Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

6 jam lalu

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK Serahkan Alat Bukti Ini

Pelapor Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK membawa sejumlah alat bukti.


Richard Eliezer Ungkap Ide Ricky Rizal untuk Bunuh Yosua

6 jam lalu

Richard Eliezer Ungkap Ide Ricky Rizal untuk Bunuh Yosua

Richard Eliezer menyatakan bahwa Ricky Rizal memiliki ide untuk membunuh Yosua.


Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK Soal Tambang Batu Bara Ilegal Ismail Bolong

7 jam lalu

Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK Soal Tambang Batu Bara Ilegal Ismail Bolong

Kelompok yang menamakan dirinya sebagai Koalisi Solidaritas Pemuda Mahasiswa melaporkan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto ke KPK.


Ferdy Sambo Sempat Minta Richard Eliezer Berbohong ke Kapolri

7 jam lalu

Ferdy Sambo Sempat Minta Richard Eliezer Berbohong ke Kapolri

Richard Eliezer mengaku sebelum bertemu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dia bertemu Ferdy Sambo. Di situ dia diminta tetap ikuti skenario.


Richard Eliezer Sebut Ferdy Sambo Tembak Brigadir Yosua saat Kondisi Masih Hidup

7 jam lalu

Richard Eliezer Sebut Ferdy Sambo Tembak Brigadir Yosua saat Kondisi Masih Hidup

Richard Eliezer menyatakan Brigadir Yosua ditembak Ferdy Sambo saat masih hidup.


Richard Eliezer Ungkap Alasannya Membuka Skenario Palsu Pembunuhan Brigadir Yosua yang Dibuat Ferdy Sambo

9 jam lalu

Richard Eliezer Ungkap Alasannya Membuka Skenario Palsu Pembunuhan Brigadir Yosua yang Dibuat Ferdy Sambo

Richard Eliezer mengaku mendapatkan terus mendapatkan mimpi buruk setelah ikut mengeksekusi Brigadir Yosua.


Richard Eliezer Ungkap Alasan Tak Tolak Perintah Ferdy Sambo untuk Tembak Yosua

9 jam lalu

Richard Eliezer Ungkap Alasan Tak Tolak Perintah Ferdy Sambo untuk Tembak Yosua

Richard Eliezer menyatakan pangkat dirinya dengan Ferdy Sambo bagikan langit dan bumi.