Jokowi Ingin Teruskan Misi Damai ke Ukraina dan Rusia di KTT G20

Reporter

Editor

Amirullah

Presiden Joko Widodo dalam acara pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) perseorangan di Gedung Olahraga Nanggala Kopassus, Jakarta Timur, Rabu, 13 Juli 2022. Sumber: youtube Sekretariat Presiden

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menegaskan tujuan yang ingin dicapai Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Jokowi menyatakan akan memanfaatkan peluang ini untuk membangun ketertiban dunia dan kesejahteraan bersama.

"Kita sudah mulai dengan kunjungan ke Ukraina dan Rusia," kata dia dalam sambutan saat pelantikan perwira TNI dan Polri tahun 2022 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 14 Juli 2022.

Jokowi pun mengatakan misi damai dalam kunjungan tersebut akan terus dilanjutkan di KTT G20 mendatang. "Upaya ini akan terus kita lakukan dengan harapan membuahkan hasil di KTT G20 pada November mendatang di Bali," kata dia.

Harapan ini disampaikan Jokowi di tengah berbagai konflik yang terjadi di dunia. Tak hanya itu, Ia mengingatkan bagaimana dunia saat ini tengah menghadapi krisis pangan, energi, dan finansial, yang membuat sebagian kelompok jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem.

Sebelumnya, Jokowi sudah mengikuti KTT G7 di Jerman lalu bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Setelah kunjungan ini, giliran Jokowi yang menjadi tuan rumah menerima kunjungan pemimpin negara di Bali.

Berbagai tanggapan muncul pascakunjungan Jokowi.  Dino Patti Djalal, ketua dari foreign Policy Community of Indonesia misalnya, menilai misi damai Jokowi ke Ukraina dan Rusia belum berhasil. 

Hal itu karena Presiden Putin mengabaikan pesan damai Presiden Zelensky yang coba dijembatani Indonesia saat pertemuan di Kremlin, Moskow, Kamis, 30 Juni 2022.

"Presiden Putin terus melanjutkan aksi militer dan perang di Ukraina itu, jadi dari segi misi perdamaian, saya tidak melihat adanya terobosan karena kalau misi perdamaian itu berarti konsep perdamaian diterima oleh kedua pihak, baik Ukraina maupun Rusia," kata  Dino Patti Djalal, dalam pernyataan tertulis yang diterima Tempo, Jumat, 1 Juli 2022.

Menurut Dino, jika pemerintah ingin serius terlibat sebagai juru damai kedua belah pihak, harus ada tindak lanjutnya. Sebab proses damai memerlukan waktu yang panjang, bukan dalam satu kunjungan.

Dino berpendapat, tetap perlu ditunjuk satu utusan khusus yang bisa fokus menindak lanjuti agenda presiden dalam kunjungan ke Rusia dan Ukraina jika upaya ini akan diteruskan. Selain itu, perlu juga menjalin komunikasi dengan pihak lain di dunia internasional yang ikut terlibat dalam misi damai ini.

Lebih lanjut, selain soal misi damai ke Ukraina dan Rusia, Jokowi juga menyampaikan pesan-pesan lain ke perwira TNI dan Polri yang hari ini dilantik. "Saudara harus cakap memahami strategi pertahanan masa depan, menguasai teknologi masa depan," kata Jokowi.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Ide Penundaan Pemilu Muncul Lagi, Berikut Deretan Faktanya

42 menit lalu

Ide Penundaan Pemilu Muncul Lagi, Berikut Deretan Faktanya

Sejumlah dalih diklaim demi memuluskan usul penundaan pemilu. Salah satunya resesi global.


Iriana Jokowi Ajak Pengawal Makan Malam Bersama Usai Diguyur Hujan

2 jam lalu

Iriana Jokowi Ajak Pengawal Makan Malam Bersama Usai Diguyur Hujan

Melalui komandan, Iriana Jokowi mengajak para pengawal untuk makan malam bersama.


Jokowi Diminta Beri Persetujuan Tertulis ke Jaksa Agung soal Pengubahan Putusan MK

7 jam lalu

Jokowi Diminta Beri Persetujuan Tertulis ke Jaksa Agung soal Pengubahan Putusan MK

Viktor menyebut permohonan ini diajukan agar laporan pihaknya ke Polda Metro Jaya atas kasus pengubahan putusan MK ini segera berjalan.


Besok, Jokowi Hadiri Acara Peringatan Satu Abad NU Bareng Erick Thohir

9 jam lalu

Besok, Jokowi Hadiri Acara Peringatan Satu Abad NU Bareng Erick Thohir

Presiden Joko Widodo dan ibu negara, Iriana berangkat ke Jawa Timur pada Senin 6 Februari 2022. Jokowi dijadwalkan akan menghadiri resepsi puncak satu abad Nahdlatul Ulama (NU)


Jokowi Bakal Teken PP Dana SDM Desa, Ekonom Ingatkan Bahaya Budget Siluman

9 jam lalu

Jokowi Bakal Teken PP Dana SDM Desa, Ekonom Ingatkan Bahaya Budget Siluman

Bhima Yudhistira, merespons rencana Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang akan menerbitkan peraturan pemerintah (PP) soal anggaran khusus untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) desa.


Bermodal Cadangan Nikel Berlimpah, Jokowi Optimistis Industri EV Indonesia Tumbuh Pesat

9 jam lalu

Bermodal Cadangan Nikel Berlimpah, Jokowi Optimistis Industri EV Indonesia Tumbuh Pesat

Melimpahnya cadangan nikel tersebut membuat pemerintah Indonesia membuka kesempatan bagi para investor untuk berinvestasi di Tanah Air.


Kepala Gereja Ortodoks Rusia Diduga Memata-matai Swiss untuk KGB

10 jam lalu

Kepala Gereja Ortodoks Rusia Diduga Memata-matai Swiss untuk KGB

Kepala Gereja Ortodoks Rusia Patriark Kirill, diduga bekerja untuk intelijen Soviet (KGB) saat tinggal di Swiss pada era 1970-an


Kepala Bapanas soal Harga Beras Naik: Eceran Tertinggi Rp 9.450, Tapi Enggak Dijagain

10 jam lalu

Kepala Bapanas soal Harga Beras Naik: Eceran Tertinggi Rp 9.450, Tapi Enggak Dijagain

Kepala Bapanas meminta Satgas Pangan di berbagai instansi untuk terus melakukan pengawasan terhadap kenaikan harga besar di pasaran.


Gempa Turki dan Suriah, Perusahaan Rusia Sebut PLTN Akkuyu Aman

11 jam lalu

Gempa Turki dan Suriah, Perusahaan Rusia Sebut PLTN Akkuyu Aman

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Akkuyu yang berada di selatan Turki dan saat ini sedang dibangun, tidak rusak akibat gempa Turki


Jokowi Perintahkan BUMN Jadi Off Taker Pangan, Draf Aturan Disiapkan 2 Pekan Ini

11 jam lalu

Jokowi Perintahkan BUMN Jadi Off Taker Pangan, Draf Aturan Disiapkan 2 Pekan Ini

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan integrasi BUMN bidang pangan untuk menjadi off taker atau penyerap hasil produksi di masyarakat. Revisi sejumlah peraturan dan mekanisme pendanaan murah disiapkan agar tak ada lagi harga komoditas pangan di tingkat petani yang jatuh.