Mantan Presiden ACT Ungkit Laporan Keuangan yang Peroleh WTP Sampai 2020

Reporter

Editor

Amirullah

Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penyelewengan dana, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 11 Juli 2022. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin menjalani pemeriksaan pada hari keempat di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) pada Kamis, 13 Juli 2022. Dia mengungkit soal laporan keuangan ACT yang memperoleh Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sampai 2020.

“Perlu diketahui laporan keuangan ACT sejak tahun 2005 sampai 2020 semuanya sudah diaudit dan dapat predikat WTP,” katanya saat ditemui di Mabes Polri, Rabu, 13 Juni 2022.

Dia mengatakan bahwa akuntan publik tidak mungkin mengeluarkan status WTP bila ada masalah penggunaan dana. Namun, dia tidak menyebut kantor akuntan mana yang dimaksud saat mengeluarkan predikat tersebut.

“Artinya kalau diaudit kemudian predikatnya WTP, mana mungkin kantor akuntan audit mau keluarkan hasil predikat dengan predikat WTP kalau ada penyimpangan,” ujarnya

Ahyudin optimistis bahwa predikat tersebut merupakan standar bagi ACT dalam pengelolaan keuangan. Dia membantah bahwa ada penyelewengan dan penyalahgunaan.

Ihwal pemeriksaan dugaan penyelewengan dana tanggung jawab sosial perusahaan Boeing, dia tidak tidak dapat berkomentar. Mengingat setelah mengundurkan diri dari ACT awal Januari 2022, Ahyudin tidak mengikuti lagi perkembangan internal lembaga tersebut.

Ketika diperiksa, Ahyudin mengatakan dirinya bertemu dengan Presiden ACT Ibnu Khajar. Namun dia hanya bersalaman dan tidak banyak bicara.

“Ya ngobrol enggak, tapi salaman. Itu udah bagus salaman. Itu kan sahabat saya. Sampai kapan pun sahabat saya,” tuturnya.

Pada Rabu, Ahyudin diperiksa sekitar pukul 13.00 WIB dan keluar pukul 23.13 WIB. Dirinya bakal diperiksa lagi oleh Bareskrim pada Kamis ini pukul 13.00 WIB.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Dugaan Korupsi BBM, Kantor Pertamina di Kalimantan Selatan Digeledah

9 jam lalu

Dugaan Korupsi BBM, Kantor Pertamina di Kalimantan Selatan Digeledah

Bareskrim telah meningkatkan status penanganan kasus dugaan korupsi BBM yang melibatkan Pertamina ke tahap penyidikan.


Bareskrim Polri Uraikan Posisi Kasus Tambang Ilegal di Kaltim yang Melibatkan Ismail Bolong

11 jam lalu

Bareskrim Polri Uraikan Posisi Kasus Tambang Ilegal di Kaltim yang Melibatkan Ismail Bolong

Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri mengungkap kasus perizinan tambang ilegal di Kalimantan Timur yang melibatkan Ismail Bolong.


Kuasa Hukum Ismail Bolong Sebut Kliennya Sudah Ditetapkan Tersangka

20 jam lalu

Kuasa Hukum Ismail Bolong Sebut Kliennya Sudah Ditetapkan Tersangka

Kuasa hukum Ismail Bolong, Yohannes Tobing mengungkapkan bahwa saat ini Ismail Bolong telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.


Diperiksa Sejak Selasa Siang, Ismail Bolong Belum Keluar dari Bareskrim Polri Hingga Rabu Dini Hari

1 hari lalu

Diperiksa Sejak Selasa Siang, Ismail Bolong Belum Keluar dari Bareskrim Polri Hingga Rabu Dini Hari

Ismail Bolong tiba di Bareskrim Polri pada Selasa siang kemarin. Ia diperiksa dalam kasus tambang ilegal di Kaltim dan aliran duit ke petinggi Polri.


Bareskrim Polri Periksa Ismail Bolong Siang Ini

1 hari lalu

Bareskrim Polri Periksa Ismail Bolong Siang Ini

Ismail Bolong masuk ke gedung Bareskrim Polri lewat basement parkir mobil. Kemudian, ia naik lantai atas ruang penyidik menggunakan lift.


Kasus Robot Trading Net89, Bareskrim Polri Terbitkan Red Notice Untuk 2 Tersangka

2 hari lalu

Kasus Robot Trading Net89, Bareskrim Polri Terbitkan Red Notice Untuk 2 Tersangka

Dua orang tersangka penipuan robot trading Net89 diduga berada di luar negeri. Bareskrim Polri menerbitkan red notice terhadap mereka.


Tragedi Kanjuruhan, TGA Laporkan Bareskrim ke Ombudsman

2 hari lalu

Tragedi Kanjuruhan, TGA Laporkan Bareskrim ke Ombudsman

TGA melapokan Bareskrim ke Ombudsman Republik Indonesia karena diduga melakukan maladministrasi dalam laporan mereka soal Tragedi Kanjuruhan.


Baim Wong Laporkan Kasus Penipuan Rp 140 Juta ke Bareskrim Polri

2 hari lalu

Baim Wong Laporkan Kasus Penipuan Rp 140 Juta ke Bareskrim Polri

Baim Wong mengungkapkan bahwa penipuan tersebut terjadi saat sebuah kegiatan bagi-bagi hadiah atau giveaway mengatasnamakan dirinya.


Kasus Ismail Bolong, ISESS Minta Polri Fokus pada Surat LHP Kadiv Propam

2 hari lalu

Kasus Ismail Bolong, ISESS Minta Polri Fokus pada Surat LHP Kadiv Propam

ISESS meminta Polri fokus pada surat laporan hasil penyelidikan (LHP) yang dikeluarkan oleh Propam dalam mengungkap kasus Ismail Bolong


IPW Sebut Polri Belum Serius Ungkap Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong

2 hari lalu

IPW Sebut Polri Belum Serius Ungkap Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong

IPW mempertanyakan keseriusan Polri untuk mengungkap kasus dugaan tambang ilegal yang diungkap Ismail Bolong