Polda Jatim Periksa 12 Titik dalam Kasus Dugaan Eksploitasi Anak di SPI

Reporter

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombes Pol. Totok Suharyanto (kiri) bersama Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Dirmanto (kedua kiri) ketika memberikan keterangan kepada media usai melakukan olah TKP di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (13-7-2022). ANTARA/HO-Humas Polda Jatim

TEMPO.CO, Kota Batu - Kepolisian Daerah Jawa Timur memeriksa 12 titik pada saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus dugaan eksploitasi ekonomi anak yang terjadi di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Dirmanto mengatakan bahwa pelaksanaan olah TKP itu oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) serta tim Inafis Polda Jatim dan Polres Batu sejak pukul 10.30 hingga 13.30 WIB.

"Siang ini olah TKP dinyatakan selesai dan ada 12 titik atau spot yang sudah dilakukan pemeriksaan," kata Dirmanto di Kota Batu, Rabu, 13 Juli 2022.

Dalam kesempatan itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Komisaris Besar Totok Suharyanto menambahkan bahwa pemeriksaan di 12 titik tersebut sesuai dengan keterangansaksi korban terhadap pihak terlapor berinisial JE.

Pada saat proses olah TKP di Sekolah SPI di Jalan Raya Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Polda Jatim mendatangkan dua orang saksi korban berjenis kelamin laki-laki dan perempuan berinisial OL dan WY.

Totok menyebutkan sebanyak 12 titik itu diduga merupakan tempat yang menjadi lokasi terjadinya tindakan eksploitasi ekonomi terhadap anak. Tempat-tempat itu di antaranya berkaitan dengan produksi produk makanan di sekolah tersebut.

"Pertama berkaitan dengan proses produksi atau tempat untuk marketingnya, itu salah satunya. Yang kedua, ada beberapa wahana yang dijadikan tempat kunjungan tamu, tempat para pelajar ini dipekerjakan," katanya.

Selain melakukan olah TKP di 12 titik tersebut, Polda Jawa Timur juga mendapatkan sejumlah dokumen yang salah satunya berisi nama-nama siswa dalam kurun waktu 2008—2010. "Ada beberapa dokumen yang bisa kami temukan, salah satunya adalah dokumen berkaitan dengan nama-nama siswa pada tahun 2008 sampai dengan 2010. Lain-lain tentu secara teknis itu sebagai bukti dalam proses untuk penyelidikan dan penyidikan," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum JE, Jeffry Simatupang, mengatakan bahwa pihak Sekolah SPI Kota Batu terbuka dalam proses penyelidikan kasus dugaan eksploitasi ekonomi terhadap anak tersebut. Namun, lanjut dia, penyelidikan tersebut memang harus dilengkapi sejumlah dasar hukum yang disiapkan oleh Polda Jawa Timur. Pada proses olah TKP kali ini, Polda Jatim memenuhi semua syarat formil untuk pelaksanaan penyelidikan.

"Pihak SPI pada dasarnya, selama ada dasar hukumnya, ada surat tugas, intinya syarat formil terpenuhi pihak SPI akan terbuka. Kami juga tidak gentar karena kami yakin itu memang tidak terjadi," katanya.

Kasus eksploitasi ekonomi anak di SPI Kota Batu tersebut, pertama kali ditangani oleh Polda Bali, kemudian dilimpahkan ke Ditreskrimum Polda Jatim pada tanggal 26 April 2022. Pihak terlapor dalam kasus tersebut adalah pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia Kota Batu berinisial JE.

JE sendiri saat ini tengah menjalani penahanan terkait dengan kasus dugaan kekerasan seksual di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Malang, Jawa Timur, sejak 11 Juli 2022. Rencananya JE akan menjalani kembali sidang di Pengadilan Negeri Kelas I A Malang (PN Malang) pada hari Rabu (20/7) dengan agenda pembacaan tuntutan.






Tragedi Kanjuruhan, Mabes Polri Tanggapi Soal Tudingan Pelanggaran Pengunaan Gas Air Mata

1 hari lalu

Tragedi Kanjuruhan, Mabes Polri Tanggapi Soal Tudingan Pelanggaran Pengunaan Gas Air Mata

Mabes Polri menyatakan masih menunggu informasi lebih lanjut soal penggunaan gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan.


Kasus Remaja Disekap dan Dijadikan PSK, P2TP2A Beri Pendampingan

11 hari lalu

Kasus Remaja Disekap dan Dijadikan PSK, P2TP2A Beri Pendampingan

Modus tersangka mencari perempuan dan dijanjikan pekerjaan dengan bayaran besar, tapi malah dijadikan pekerja seks komersial (PSK).


Polda Metro Jaya Tetapkan Pelaku Pemaksaan Anak Perempuan Jadi PSK sebagai Tersangka

13 hari lalu

Polda Metro Jaya Tetapkan Pelaku Pemaksaan Anak Perempuan Jadi PSK sebagai Tersangka

Polda Metro Jaya menetapkan EMT dan RR alias Ivan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap anak dan atau eksploitasi ekonomi.


Kasus Remaja Disekap dan Dipaksa Jadi PSK, Polda Metro Jaya Bakal Tetapkan Tersangka Besok

15 hari lalu

Kasus Remaja Disekap dan Dipaksa Jadi PSK, Polda Metro Jaya Bakal Tetapkan Tersangka Besok

Polda Metro Jaya bakal memeriksa saksi kasus remaja disekap dan dipaksa jadi PSK, yang kemungkinan diikuti penetapan tersangka dan penahanan.


Kronologi Penyekapan Remaja Perempuan Dipaksa Jadi PSK di Jakarta Barat

17 hari lalu

Kronologi Penyekapan Remaja Perempuan Dipaksa Jadi PSK di Jakarta Barat

Remaja korban penyekapan dipaksa jadi PSK dengan target harus mendapatkan uang minimal Rp 1 juta per hari.


Pariwisata Kota Batu Tetap Bergerak Selama Pandemi

24 hari lalu

Pariwisata Kota Batu Tetap Bergerak Selama Pandemi

Wali Kota Batu Dewayanti Rumpoko optimistis jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu akan melebihi angka sebelum pandemi.


Polda Jawa Timur Nyatakan Eks Kapolsek Sukodono Langgar Kode Etik Berat

37 hari lalu

Polda Jawa Timur Nyatakan Eks Kapolsek Sukodono Langgar Kode Etik Berat

Mantan Kapolsek Sukodono ditemukan mengkonsumsi sabu-sabu di kantor Polsek.


Polda Jawa TImur Resmi Copot Kapolsek Sukodono

38 hari lalu

Polda Jawa TImur Resmi Copot Kapolsek Sukodono

Polda Jawa Timur resmi mencopot Kapolsek Sukodono AKP I Ketut Agus Wardana. Agus kini ditahan karena dugaan penyalahgunaan narkoba.


3 Fakta yang Diketahui Soal Kapolsek Sukodono Ditangkap karena Sabu

40 hari lalu

3 Fakta yang Diketahui Soal Kapolsek Sukodono Ditangkap karena Sabu

Kapolsek Sukodono AKP I Ketut Agus Wardana ditangkap setelah tes urine menyatakan dia positif narkotika jenis sabu.


Polda Jawa Timur Jadwalkan Periksa Samsudin dalam Kasus Pesulap Merah

52 hari lalu

Polda Jawa Timur Jadwalkan Periksa Samsudin dalam Kasus Pesulap Merah

Pesulap Merah dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.