Eks Presiden ACT: Saya Siap Berkorban atau Dikorbankan

Mantan presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin usai menjalani pemeriksaan pada hari ketiga terkait dugaan penyelewengan dana umat di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Juli 2022. Ahyudin mengaku siap berkorban atau dikorbankan demi ACT yang lebih eksistensi dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, sementara kasus naik ketahap penyidikan. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin, menyatakan dirinya siap berkorban atau dikorbankan demi keberlanjutan lembaga filantropi itu. Pernyataan dirinya diklaim untuk ACT yang lebih bermanfaat.

“Demi Allah saya siap berkorban atau dikorbankan sekalipun asal semoga ACT sebagai sebuah lembaga kemanusiaan yang insya Allah lebih besar manfaatnya untuk masyarakat luas tetap bisa hadir, eksis, berkembang dengan sebaik-baiknya,” kata Ahyudin saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 12 Juli 2022.

Selasa ini adalah hari ketiganya menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Ahyudin diperiksa selama kurang lebih tujuh setengah jam oleh penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim).

Dia mengatakan pengorbanan tersebut termasuk jika kemungkinan dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Eks presiden lembaga filantropi tersebut sudah merasa ikhlas dan bakal menerima sebaik-baiknya.

“Oh, iya, apapun, dong, apapun jika waktu-waktu ke depan begitu ya. Saya harus berkorban atau dikorbankan asal ACT sebagai sebuah lembaga kemanusiaan milik bangsa ini, tetap eksis memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat luas, saya ikhlas, saya terima dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Ahyudin mengatakan langkahnya selama ini bersama ACT dalam melakukan kebaikan selalu ada risiko. Terlebih lagi jika menyangkut soal perjuangan untuk kebaikan bagi bangsa Indonesia. “Semua siapapun pelaku perjuangan kebajikan di bangsa ini kan selalu mengalami risiko,” ujarnya.

Terkait jumlah pertanyaan yang diajukan dan pembahasan hari ini, dia enggan berkomentar. Dia bungkam saat ditanya soal bertemu dengan Presiden ACT Ibnu Khajar yang juga diperiksa hari ini.

Soal kemungkinan pihak ACT lain yang bakal jadi tersangka, dia memilih hemat bicara. “Kita gak tahu,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, saat pemeriksaan hari pertama, Ahyudin ditanyakan soal legalitas ACT. Hari kedua, penyidik bertanya ke Ahyudin mengenai aliran dana tanggung jawab sosial perusahaan Boeing kepada ACT untuk para korban jatuhnya maskapai Lion Air JT 610.

 

Baca juga: Presiden ACT Tak Banyak Bicara usai 8 Jam Diperiksa Bareskrim






Buronan Bareskrim di Kasus Korupsi Giki Argadiaksa Ditangkap di Tol JORR

1 hari lalu

Buronan Bareskrim di Kasus Korupsi Giki Argadiaksa Ditangkap di Tol JORR

Polantas Polda Metro Jaya mencegat dan menangkap buronan Bareskrim dalam kasus korupsi, Giki Argadiaksa, di Tol JORR


Bareskrim Polri Telusuri Produk Makanan yang Mengandung EG dan DEG

2 hari lalu

Bareskrim Polri Telusuri Produk Makanan yang Mengandung EG dan DEG

Bareskrim telah mengantongi lima perusahaan makanan yang diduga memproduksi makanan yang mengandung EG dan DEG.


Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Bakal Cegah Pemilik CV Samudra Chemical

2 hari lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Bakal Cegah Pemilik CV Samudra Chemical

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus gagal ginjal akut, E saat ini belum ditahan. Keberadaannya masih dicari polisi.


Bareskrim Periksa Kepala Laboratorium BPOM di Kasus Gagal Ginjal Akut

2 hari lalu

Bareskrim Periksa Kepala Laboratorium BPOM di Kasus Gagal Ginjal Akut

Pemeriksaan Kepala Lab BPOM di kasus gagal ginjal akut itu dilakukan pada Rabu kemarin.


Hendra Kurniawan Benarkan Penyelidikan Kasus Ismail Bolong yang Diduga Seret Perwira Polri

2 hari lalu

Hendra Kurniawan Benarkan Penyelidikan Kasus Ismail Bolong yang Diduga Seret Perwira Polri

Hendra Kurniawan membenarkan laporan penyelidikan kasus Ismail Bolong yang disebut-sebut menyeret sejumlah nama perwira tinggi Polri.


Bareskrim Polri Ungkap Kasus Website Palsu Formula E dan Perubahan Tarif Transfer BRI

2 hari lalu

Bareskrim Polri Ungkap Kasus Website Palsu Formula E dan Perubahan Tarif Transfer BRI

Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus manipulasi data website palsu Formula E dan perubahan tarif transfer BRI.


Laporan PA 212 Soal Budi Dalton Belum Diproses, Polisi: LP nya Belum di Atas

3 hari lalu

Laporan PA 212 Soal Budi Dalton Belum Diproses, Polisi: LP nya Belum di Atas

Laporan PA 212 soal dugaan penistaan agama oleh seniman Budi Dalton belum diproses penyidik Bareskrim Polri. Begini kata polisi.


Polri Sebut Kasus AKBP Bambang Kayun Dilimpahkan ke KPK Demi Transparansi

3 hari lalu

Polri Sebut Kasus AKBP Bambang Kayun Dilimpahkan ke KPK Demi Transparansi

Kasus suap yang menjerat AKBP Bambang Kayun dilimpahkan Bareskrim Polri ke KPK demi transparansi. Bareskrim dan KPK telah berkoordinasi.


Bareskrim Pastikan Tak Tangkap Pemilik Akun Twitter Penghina Iriana Jokowi, Ini Alasannya

3 hari lalu

Bareskrim Pastikan Tak Tangkap Pemilik Akun Twitter Penghina Iriana Jokowi, Ini Alasannya

Bareskrim Polri memastikan tak akan menangkap pemilik akun twitter @koprofilJati yang diduga menghina atau mengolok-olok Ibu Negara, Iriana Jokowi.


Bareskrim Akan Periksa Pejabat Pengawasan BPOM soal Kasus Gagal Ginjal Akut

3 hari lalu

Bareskrim Akan Periksa Pejabat Pengawasan BPOM soal Kasus Gagal Ginjal Akut

Bareskrim akan meminta keterangan dari pejabat BPOM terkait bagaimana pengawasan mutu obat-obatan untuk materi penyidikan kasus gagal ginjal akut