Presiden ACT Tak Banyak Bicara usai 8 Jam Diperiksa Bareskrim

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar memberi keterangan saat konferensi pers terkait pemberitaan Majalah Tempo, di Menara 165, Jakarta Selatan, Senin, 4 Juli 2022. Dana umat ditengarai digunakan untuk kepentingan pribadi dan memenuhi gaya hidup mewah para petingginya. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Aksi Cepat Tanggap atau ACT, Ibnu Khajar, meninggalkan gedung Bareskrim Polri pukul 22.20 WIB setelah delapan jam diperiksa dengan mengenakan kemeja lengan pendek berwarna gelap, masker wajah, dan topi.

Ia memilih bungkam ketika ditanya wartawan soal pemeriksaan hari ini. “Saya butuh istirahat, saya lelah” kata Ibnu kepada wartawan Selasa malam, 12 Juli 2022.

Ibnu Khajar akan kembali diperiksa penyidik Bareskrim Polri esok hari, Rabu, 13 Juli 2022. “Masih (dipanggil). Enggak tahu saya jamnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri Komisaris Besar Andri Sudarmadi mengatakan pemeriksaan besok dilakukan sekira pukul 10.00 atau 11.00 WIB.

Pemeriksaan Maraton di Bareskrim

Penyidik Bareskrim Polri memeriksa Presiden ACT, Ibnu Khajar, dan eks presiden ACT, Ahyudin, serta sejumlah pengurus sejak 8 Juli 2022 dalam perkara dugaan penyelewengan dana CSR dari Boeing kepada ahli waris korban kecelakaan Lion Air JT 610 yang terjadi pada 2018 lalu.

Perkara ini berawal dari rekomendasi 68 ahli waris korban kecelakaan Lion Air pada Oktober 2018 kepada ACT untuk mengelola dana sosial atau CSR sebesar Rp 138 miliar.

Ahyudin datang ke Bareskrim bersama pengacaranya, Teuku Pupun Zulkifli, kemarin. Soal perkara yang menjerat kliennya, Pupun mengatakan masih berupa dugaan dan belum ada pembuktian. "Ini akan kami jelaskan, sejauh mana kapasitasnya," kata dia.

Ahyudin menerangkan program kerja sama ACT dan Boeing adalah dalam bentuk pembangunan fasilitas umum yang bersumber dari dana CSR ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. "Jadi, program CSR Boeing yang dikerjasamakan dengan ACT itu dalam bentuk pengadaan fasum,” ujarnya.

Adapun Ibnu Khajar baru kelar pemeriksaan pada pukul 02.25 WIB Selasa dini hari, 12 Juli 2022. Kepada wartawan Ibnu Khajar mengaku diperiksa terkait legalitas dan struktur Yayasan ACT.

Ia tak banyak memberikan keterangan dengan alasan kelelahan usai menjalani pemeriksaan hingga 13 jam lamanya.

Terhitung sejak Senin, 11 Juli 2022 siang, penyidik Bareskrim Mabes Polri telah meningkatkan status penanganan perkara dugaan penyelewengan dana oleh ACT ke tahap penyidikan.

MUTIA YUANTISYA

Baca juga: Dugaan Penyalahgunaan Dana oleh ACT Naik Penyidikan, Ahyudin: Tak Ada Komplain dari Boeing






Tragedi Kanjuruhan, TGA Laporkan Bareskrim ke Ombudsman

2 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, TGA Laporkan Bareskrim ke Ombudsman

TGA melapokan Bareskrim ke Ombudsman Republik Indonesia karena diduga melakukan maladministrasi dalam laporan mereka soal Tragedi Kanjuruhan.


Baim Wong Laporkan Kasus Penipuan Rp 140 Juta ke Bareskrim Polri

2 jam lalu

Baim Wong Laporkan Kasus Penipuan Rp 140 Juta ke Bareskrim Polri

Baim Wong mengungkapkan bahwa penipuan tersebut terjadi saat sebuah kegiatan bagi-bagi hadiah atau giveaway mengatasnamakan dirinya.


Kasus Ismail Bolong, ISESS Minta Polri Fokus pada Surat LHP Kadiv Propam

4 jam lalu

Kasus Ismail Bolong, ISESS Minta Polri Fokus pada Surat LHP Kadiv Propam

ISESS meminta Polri fokus pada surat laporan hasil penyelidikan (LHP) yang dikeluarkan oleh Propam dalam mengungkap kasus Ismail Bolong


IPW Sebut Polri Belum Serius Ungkap Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong

8 jam lalu

IPW Sebut Polri Belum Serius Ungkap Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong

IPW mempertanyakan keseriusan Polri untuk mengungkap kasus dugaan tambang ilegal yang diungkap Ismail Bolong


Bareskrim Tentukan Nasib Ismail Bolong di Kasus Tambang Ilegal Kaltim Hari Ini

3 hari lalu

Bareskrim Tentukan Nasib Ismail Bolong di Kasus Tambang Ilegal Kaltim Hari Ini

Bareskrim Polri rencananya bakal menentukan nasib Ismail Bolong dalam kasus dugaan tambang ilegal di Kalimantan Timur pada hari ini


Kasus Dugaan Gratifikasi Beking Tambang Ilegal Ismail Bolong Naik ke Penyidikan

4 hari lalu

Kasus Dugaan Gratifikasi Beking Tambang Ilegal Ismail Bolong Naik ke Penyidikan

Bareskrim mengungkap jika kasus dugaan gratifikasi tambang ilegal yang pernah diungkap Ismail Bolong kini telah naik ke tahap penyidikan.


Keluarga Korban Kasus Gagal Ginjal Akut Ajukan Gugatan Class Action Terhadap Pemerintah dan Perusahaan Farmasi

4 hari lalu

Keluarga Korban Kasus Gagal Ginjal Akut Ajukan Gugatan Class Action Terhadap Pemerintah dan Perusahaan Farmasi

Keluarga korban gagal ginjal akut mengajukan gugatan class actino terhadap pemerintah dan 7 perusahaan farmasi.


Polri Pastikan Keluarga Ismail Bolong Diperiksa di Bareskrim Besok

5 hari lalu

Polri Pastikan Keluarga Ismail Bolong Diperiksa di Bareskrim Besok

Menurut Pipit, pemeriksaan keluarga Ismail Bolong itu akan dilakukan di Bareskrim Polri, bukan di Polda Kalimantan Timur.


Ismail Bolong Minta Bareskrim Periksa Keluarganya Kamis Besok

5 hari lalu

Ismail Bolong Minta Bareskrim Periksa Keluarganya Kamis Besok

Ismail Bolong mangkir dari pemeriksaan karena mengaku sakit hingga stres.


Mangkir dari Panggilan Bareskrim, Ini Sebagian Aset Ismail Bolong

6 hari lalu

Mangkir dari Panggilan Bareskrim, Ini Sebagian Aset Ismail Bolong

Rumah tersebut tidak jauh dengan pelabuhan khusus yang diduga sebagai tempat Ismail Bolong untuk menangkut batu bara hasil tambang ilegal.